Langsung ke konten utama

Dunia Yang Aneh

haii...hai..hai
banyak yang bilang, kalau kita itu harus berterimakasih kepada bumi yang telah melahirkan dan menjaga kita hingga menjadi bermakna. tapi satu yang nggak gue ngerti, itu maksudnya apa?? bumi melahirkan dan menjaga kita, bukannya bumi nggak punya rahim, dia nggak punya tangan untuk menjaga kita. aneh banget dehh!!! secara bumi itu bulat (itu juga katanya) dan bumi juga nggak hidup, justru kita kalik yang menjaga bumi, tapi kalau ngelahirin mungkin nggak juga!!!
tapi lupakanlah masalah itu, karena itu nggak penting.
Di Dunia ini ada banyak hal yang membuat kita bisa terhibur, semangat dan apalah!! kalau gue hal yang bisa memotivasi gue itu adalah lagu, dan tempat-tempat yang penuh inspirasi itu kamar mandi (seperti postingan gue yang kemarin) dan yang bikin gue semangat itu keluarga dan teman-teman gue. ehhh masih ada satu lagi si Ciko ama Cireng (itu kuing gue!!!). sebenernya masih banyak lagi, tapi kayaknya nggak akan selesai kalau gue jabarin di sini. tapi selain itu juga ada hal-hal yang bikin kita jadi malas dan ahhh bosen hidup. kalau gue sendiri yang pasti bikin males itu kalau ada orang yang ganggu gue sampek ikin gue malu! dan kalau hal yang bikin bosen hidup yaaaa kalau waktu mati lampu. aduhhh sumaph deh rasanya nggak enak, kayak nggal ada cadangan oksigen di ruangan itu. selain itu, gue juga males kalau udah berhadapan dengan mapel-mapel yang rumit, misal IPA bidang Biologi, yang harus ngafalin ini itu ini itu entar juga itu mulu yang akan dibaca. belum yang Fisika, belum juga Kimianya sampek kurus, keriting, ama botak kali ya!!! (terus mirip Albert Instain) gue bingung ama otak para penemu di dunia. gue bayangan, mereka itu bisa menciptakan hal baru yang sangat berarti untuk dunia. terus kira-kira otak tuh orang kayak apa gitu???!!! apa udah meler-meler gitu sampek semua idenya tertumpah di atas kertas dan akhirnya menjadi sebuah hal baru yang bermakna. sebenernya gue juga pengen dikenal ama banyak orang, dan kalau ada yang nglihat gue pasti pada triak "haaaa loe Naya ya??!!" tapi gue rasa gue harus nguur dalam-dalam impian gue itu. kenapa?? karena gue emang nggak ada bakat terpendam tentang hal kayak gituan. tapi suatu ketika temen gue nyaranin gue untuk jadi orang yang bisa cepat di kenal orang. yaitu maling!!! (nggak setia banget yahh jadi temen!!! malah mau makan temen diri) hal tersebut pastinya udah gue tolak mentah-mentah. dan gue tanya alasannya dan dia jawab, karena kalau jadi maling kita akan masuk di Tv, otomatis orang-orang akan kenal kita. dan ketika kita jalan dan orang melihat kita pasti pada triak "woyyy simpan tas kalian karena ada maling di sini" dan itu juga nggak tahan lama pasti kita akan masuk penjara\lagi!
sebenernya gue masih punya banyak cita-cita, kayak pengen mau jadi guru (itung-itungan aja masih lol masak mau jadi gur) dan gue sadar akan kekurangan gue dan gue urungkan cita-cita tersebut. dan gue pindah ke dokter, tapi sayang gue nggak bakat dalam bidang kesehatan. gue urungkan kembali cita-cita gue. dan akhirnya gue punya cita-cita untuk bisa makan nasi satu bakul hahahahaha (nggak itu bohong!!) cita-cita gue sekarang yaitu teknisi komputer yang handal, walaupun entar kalau ada orang yang servise ke gue gue rusak!!! nggaklah nggak akan! karena ilmu gue masih cethek aja jadi nggak serius. tapi kenapa cita-cita gue jadi menurun??!! itulah anehnya, ada orang bilang, "gapailah cita-citamu setinggi langit!" iya cita-cita gue udah setinggi langit, langit-langit rumah gue!!!
selain hal-hal tersebut di atas, masih ada yang di bawah!! mhon di simak karena ini sangatlah serius!!
karena thank's udah memperhatikan... thank's lagi dan bye bye!!!
PS: jangan kapok!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...