Langsung ke konten utama

Melupakan Dia = Ngerjain Soal Fisika 0_0


13 April 2013

Banyak orang yang bilang kalau cinta pertama itu susah untuk dilupakan. Dan itu memang menurutku benar, karena memang sulitt sekali jika melupakan cinta pertama. Itu juga gue alami saat ini. Sebuat saja dia Ivan (nama samara). Dia adalah cowok yang gue sukai semasa SMP, tapi sayangnya dia udah punya cewek duluan. Gue udah tahu semua seluk beluk tuh cowok, tapi sampai sekarang gue masih aja punya rasa sama dia dan masih ingat senyumannya.

Dan pernah waktu itu gue sama Ibu gue pergi pengajian, dan gue coba mandang langit yang emang saat itu bertabur bintang. dan gue bingung kenapa tiap kali gue lihat bintang itu pasti ada yang berderet tiga hingga ngebentuk huruf "I" itu yang bikin gue syok!!! sebenernya gue juga nggak mau bikin hati gue sakit sendiri tapi mau gimana lagi. kata Raditya Dika, "mati satu tumbuh seribu" (kambing jantan). tapi itu semua nggak berlaku buat gue, justru mati satu nggak tumbuh-tumbuh tuh!!! dan gue juga masih bingung kenapa nasib kakak gue lebih mujur daripada adeknya?!!! perkara yang nggak mudah untuk dipecahin.

Tapi kira-kira ngelupain Ivan sama ngerjain soal Fisika sulit mana ya??!! Tapi kalau gue rasa sama-sama sulit, jadi mending gue nggak dua-duanya. Kalau kita pilih ngerjain soal Fisika itu sama aja mau ngebunuh otak sendiri (untuk orang yang nggak ahli di Fisika) tapi masalah ngelupain cowok aja sih mungkin tinggal di cari penggantinya mungkin bisa, ditutupin sama buku-buku kumpulan rumus Fisika juga bisa. Tapi kalau kita milih ngelupain cowok....itu juga sulit sih, karena ya kalau pada waktu itu ada cowok yang klop di hati atau ada buku-buku kumpulan rumus Fisika! lahhh kalau pas nggak ada kan juga sulit. jadi menurut gue Fisika sama Cowok tetep berat di Fisika. kenapa?? karena Fisika banyak rumus dan banyak latihan! Kalau Cowok banyak pacar iya, banyak lemak bisa, banyak ngomong....mungkin lebih ke cewek kali ya yang banyak ngomong, terus banyak nyakitin bisa jadi!! tapi gue rasa cowok sama Fisika itu juga sama-sama penting karena gue juga butuh mereka berdua.

Alhasil gue lebih baik ngejalanin hidup apa adanya aja, dari pada rempong!!!

Okay!!! sekarang gue mau ngomongin sahabat gue, dia namanya Putri. sekarang kita masih akrab yahh karena masih satu sekolah! tapi nih gue herannya dia masih betah aja sahabatan sama gue, padahal udah berulang-ulang kali gue sakitin dia muluk (tapi bukan napukkin mukanya ya, itu namanya KDRS kekerasan dalam rumah sahabat) kadang gue egoisnya over, terus mudah salah paham jadi itu yang ngebuat gue kadang marahan sama dia. Dan masih ada lagi, kebetulan dia juga deket banget sama temen gue, jadi gue kira dia lebih cocok sama temen gue daripada gue. jadi kadang-kadang gue malah marah sendiri gitu! 

gue sama Putri itu kayak Matahari, Manusia, dan Hujan. saat ada Matahari kita ngeluh "ahhh panas banget sih hari ini!!!!" (sambil nutupin mata yang silau) tapi kalau saat hujan kita juga marah-marah (terutama ibu-ibu) "tuhh kan jemuran gue jadi nggak kering nih!!!" (sambil emosi sendiri). Padahal Allah itu maha Adil, tapi kurang Adil gmana coba??!! udah ada panas sama hujan, tapi itu juga kadang bikin kesal kita. padahal kita juga masih butuh mereka. tapi untung aja sampek sekarang gue sama Putri maish baikan dan semoga aja nggak ada konflik lahir maupun batin didiri kita! 

Hari ini gue mau kasih lagu lagi nih,,,

Blue Sky Collapes

 As I walk to the end of the line
I wonder if I should look back
To all of the things that were said and done
I think we should talk it over

Then I noticed the sign on your back
It boldly says try to walk away
I go on pretending I'll be ok
This morning it hits me hard that

Still everyday I think about you
I know for a fact that's not your problem
But if you change your mind you'll find me
Hanging on to the place
Where the big blue sky collapse

As I stare at the wall in this room
The cracks they resemble your shadow
When everyday I see time goes by
In my head everything stood still

I'm waiting for things to unfreeze
Till you release me from the ice block
It's been floating for ages washed up by the sea
And it's drowning, thought you should know that

You see people are trying
To find their way back home
So I'll find my way to you

semoga menikmati!!! :)
 Tapi ingatlah setelah Hujan pasti ada Matahari!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...