Langsung ke konten utama

My Wishes in Our Poems

hai...hai...hai i'm go back!! kali ini gue mau banget buatin puisi untuk blog gue. yah semoga aja pengunjung blog gue, bisa terinspirasi dari karya-karya saya. Amin!!!

waktu memang seakan menjadi raja di kehidupan
dan dialah yang akan bertanya ketika dia merasa galau
dan dia juga akan menjawab semua pertanyaan yang mengganjal
entah sampai kapan waktu akan menjadi raja
dan entah sampai kapan hidup kita di rajai oleh waktu

waktu itu seperti roda
terus berputar...berputar....berputar dan berputar
kehidupan kita juga akan selalu berputar mengikuti waktu
tapi kita bisa berusaha untuk melawan waktu
dengan cara optimis dan percaya bahwa kitalah yang akan menjadi rajanya waktu...

warna kehidupan...
terkadang kelam dan padam
terkadang berwarna tapi masih buram
tapi asal kalian tahu
warna kehidupan itu terdapat di diri kita
merah, kuning, hijau, ungu, pink, putih
bahkan semua palet warna terletak di tangan kita
hanya bagaimana kita menggunakan palet-palet tersebut

tapi karena kehidupan itu tak abadi
kita harus rela jika kita kehilangan ataupun ditinggalkan
kita harus rela jika nantinya kita akan tersakiti
karena hidup adalah pelajaran yang berharga
dimana saatnya kita mengenal perjuangan
mengenal kebersamaan, kebahagiaan
dan kita juga akan mengenal bagaimana arti hidup yang sebenarnya
karena arti hidup yang sebenarnya ialah niat, berusaha dan berjuang demi satu cita-cita yang berharga :)

mungkin itu dulu kali ya puisi dari gue, soalnya mentok sampai situ aja! kalau yang suka please comment.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...