Langsung ke konten utama

kenangan di sekolah

Beberapa hari ini Gue baru ngalamin hal yang aneh, mulai dari PENSI yang Biadab, ketemu sama mantan gebetan untuk terakhir kalinya, dan lihat tetangga gue digebuki masa tapi itu boongan.
Jadi kejadian itu berawal dari sekolah gue yang sedang ngadakin acara perpisahan kelas IX, padahal kita aja belum tahu lulus ato nggak. Tapi semoga aja lulus!!! Dan yang gue heranin, PENSI tadi itu terasa kaya SMP gue itu bukan ngadakin acara perpisahan tapi ngadakin tawuran sambil main music plus goyang poco-poco, kebayang nggak ricuhnya!?? Gue aja sampek males mau lihat. Selain itu, PENSI itu biasanya malem, karena lebih seru pastinya tapi ini diadaiinnya pagi hari pulang siang hari dan PENSI nya itu kayak ada ditengah-tengah kebon, untung Cuma mirip coba kalau beneran PENSInya ada di kebon yang ada semua pada joget bareng sama uler piton, harimau, singa, buaya, kera kan lucu. Selain suasana dan tempat yang kurang masih ada lagi yaitu tempat duduk, kalau PENSI di film-film itu mereka pada berdiri di depan panggung ato kalau nggak pakek kursi yang ditata di depan panggung. Lah ini malah dibuatin tenda di samping panggung dan suruh lesehan pakek tikar lagi, ini mau PENSI ato yasinan?? Tapi nggak papa, diluar kekurang itu masih ada yang lebih kurang lagi ahahahha nggak bukan walaupun PENSI nya kayak gitu, overall bagus banget, anak-anaknya gokil pengisinya juga bagus-bagus dan persiapan yang cukup bagus.
Selain PENSI masih ada kejadian-kejadian yang nggak banget, yaitu ketemu mantan gebetan untuk terakhir kalinya. Iya kebetulan gebetan gue yang terakhir ini satu sekolahan sama gue, walaupun dari awal gue juga udah tahu kalau si Dia udah ada yang punya tapi gue tetep aja gangguin dia, ya pasti tahulah hasilnya apa! Pokoknya ngenes banget. Dan secara kebetulan juga, gue satu tenda sama dia, dia tepat ada di belakang samping kiri gue. Sebel sih waktu lihat dia asik-asikan sama pacarnya tapi ya mau gimana lagi, madu udah terlanjur manis dan jamu pun masih aja pahit. Gue berusaha mengikhlaskan Si Dia tapi rasanya masih aja nggak rela, kayaknya memang perlu dokter cinta kali ini.
Kalau masalah tetangga gue dikroyok masa itu beneran tapi nggak sapek digebykun juga, yah emang gue punya tetangga yang satu sekolah sama gue. Dia tadi buat ricuh makanya langsung dipanggil ke tempat special walaupun ujung-ujungnya juga dipermalukan. Santai kawan, loe emang ditakdirin buat sengsara hahahah….
Nggak nyangka juga gue udah mau lulus sekolah di SMP N 3 *******, tentunya banyak kenangan yang tersimpan selama ± 3 tahun dan banyak juga pelajaran yang gue dapetin dari sekolah itu. Mulai dari belajar disiplin, bersabar, dan tertib; disiplin dan tertib dalam ngantri untuk mendapat perhatian dari sang gebetan, bersabar untuk menunggu jawaban dari sang gebetan. Tapi itu semua pastinya berarti banget buat gue, rasanya pengen tuh sekolah gue bawa ke calon sekolahan gue yang baru biar nggak kesepian lagi. Dan gue juga nggak nyangka, gue Cuma sebentar bisa akrab sama tetangga gue, dan Cuma sebentar gue berteman sama teman satu kelas gue, Cuma sebentar gue ngrasakan manisnya kenangan cinta dan itu adalah sweet moment in this year. Gue berjanji nggak akan lupa sama sekolahan yang udah bikin gue lebih dewasa, bikin gue bahagia, bikin gue jadi lebih tahu apa arti hidup (walaupun gue juga masih nggak tahu apa itu hidup?) tapi gue jadi lebih dewasa dalam hal apapun.

Buat sekolahanku yang lama, gue berharap bisa lebih jaya, dan maju terus. Dan gue berharap calon sekolah baru gue itu bisa menorehkan kenangan yang lebih indah daripada sebelumnya. Thank’s God you give me this happiness so color full and beautiful. Bener nggak?!!?! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...