Langsung ke konten utama

Motivator gue = Raditya Dika



Hidup itu teka-teki, betul tidak?? Banyak rahasia yang terkandung dalam sebuah kehidupan. Yah itulah rahasia Allah dan diri kita sendiri. Nggak ada yang tahu kedepannya kita akan kayak apa, entah kayak bos yang kaya, pedagang sukses, atau kah glandangan yang sukses abizz…..! semuanya hanya Allah yang tahu, maka taqwalah kepada Allah dan hindari larangan-Nya (malah khotbah). Masih sama tentang kebahagiaan, yang sama juga dengan kehidupan. Masih lagi kesedihan dan kesengsaraan.
Jadi kehidupan itu nggak ada yang kekal abadi selama-lamanya.yah ada batesnya mannn….tapi hal itu nggak akan terasa sebelum kita pergi kealam kita yang sebenarnya. Okay, kalau ngomongin tentang kebahagiaan, pasti kalian akan inget sama yang namanya keluarga, pacar, sahabat, pokonya masa-masa yang menyenangkan. yah sama gue juga, tapi gue lebih bahagia lagi kalau gue inget kata-kata motivator gue sendiri, yaitu Raditya Dika
 (Sang motivator paling unyu dideretan motivator gue )
Dia memang nggak nyata dihidup gue, tapi dia akan menjadi nyata ketika gue baca karyanyadan mencoba memahaminya dengan detail. Itulah gunanya motivator, penyemangat hidup kita. Banyak yang bilang kalau motivator kita itu nyata ada, tapi kata-kata itu gue bantah nyatanya Raditya Dika itu nggak nyata buat gue, tapi nyata buat kehidupannya. Jadi nggak semuanya motivator itu nyata mannn, ada tokoh kartun yang emang disengaja untuk memotivasi kita untuk berubah, misalnya…cari sendiri. Dan itu pun juga pastinya berarti buat hidup kita. Banyak hal yang harus kita lihat dengan mata (dari mata, mata hati maupun mata kaki) dan akhirnya kita bisa melihat hal yang semu menjadi nyata, dan seolah-olah itulah kehidupan kita yang sebenernya.

Ngomong-ngomong soal motivator, kira-kira Dika cocok nggak sih jadi motivator Pak SBY??? Hehehhe ampun Bapak Presiden, ampun bang Dika motivatorku. Tapi gini ya pada intinya semua orang itu bisa aja jadi motivator, misal aja pacar kitalah, kita anggap dia motivator atau inspirasi. Banyak yang nganggep kayak gitu, tapi klau kita udah putus sama pacar kita, maka akan berubah gelar itu menjadi galauvator yaitu orang yang membuat kita galau. Galau lagi….
Selain motivasi dari orang, ada juga yang mencoba memotivasi kita melalui sebuah lagu dan itulah yang gue alami saat ini. Banyak lagu yang memotivasi gue untuk nggak galau. Misalnya emm…yahh lagunya Adhitia Sofyan, terus lagunya Raditya Dika, masih banyak lagi. Jadi emang motivasi sekarang ada di mana-mana, dari hal yang kita anggap remeh pun itu lama-lama juga bisa jadi motivator kita.
Semua orang pasti memiliki hal yang dianggap sangat sangat sangat sangat sangat sangat sangattttttt….. berharga banget. Iya yang pasti sih keluarga kita sendiri, tapi terkadang ada juga memasukan satu atau dua (bahkan lebih) hal yang dianggap sanagt penting. Misalnya pacar (dari tadi contohnya pacar…) iya walaupun gue nggak pernah pacaran tapi gue tahu ini semua dari orang yang pernah pacaran,dan mereka yang sering pacaran itu pasti rasanya nggak lengkap kalau tanpa pasangan (beda sama gue ada ato nggaknya yang penting ada makanan). Dan mereka akan bahagia dengan jalan hidupnya, iya jadi itulah hal kedua yang penting bagi para pecinta pacaran. Dan ada lagi selain pacar dan ini bagus banget menurut gue (itung-itung pengganti pacar) yaitu lagu. Kalau gue seharian nggak ngedengerin music, rasanya udah mati dan itu pun masih gue rasakan sampai saat ini. Bahkan hampir semua inspirasi-inspirasi gue itu ada di tangan music. Kalau lagi keadaan baik ya musicnya bagus kalau, moodnya berantakan yahh nanti karya gue jadi kayak kertas yang udah di robek-robek dengan jahanamnya tapi masih dicoba untuk kita satukan. Mungkin selain pacar, music, keluarga ada lagi, tapi gue nggak tahu apa aja yang pasti itu berharga buat kita. tapi yakin aja bahwa dikehidupan kita pasti ada ssuatu yang sangat berharga...:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...