Langsung ke konten utama

About Death in The Future

Ketika gw kembali mengoprek-oprek blog Raditya Dika kalo nggak salah tahun 2007 bulan September yang judulnya “kematian menurut Allen” (kalau salah maaf). Ternyata semua yang di bilang Raditya Dika itu bener, kita butuh sesuatu yang dapat membantu kita untuk melupakan sejenak tentang pahitnya hidup (kematian) dan di dunia ini memang nggak ada yang bersifat kekal hanya sementara, dan semua yang ada di dunia ini hanya barang titipan dan pasti nanti sewaktu-waktu akan di ambil lagi oleh Yang Maha Kuasa. 

Bahkan orang yang kita sayangi pun akan diambil sewaktu-waktu, bisa saja baru tadi kita ketemu, happy bareng tiba-tiba dapet kabar kalau ternyata orang itu meninggal. Dan gw juga baru sadar, gw ini sementara untuk mereka dan mereka pun sementara buat gw, tapi terkadang gw lupa akan semua itu gw lupa bahwa ada hal yang pahit diantara yang manis di dunia ini. Kalau kita memikirkan hal pahit ini memang akan menimbulkan rasa kekawatiran dan pastinya sedih karena hanya menanti kematian, makanya kita butuh "distraction" untuk melupakan sejenak tentang kematian. 

“Ah, nulis cerita Arti Hidup dalam Radikus Makankakus, ngebuat gue jadi takut lagi pada kematian. Tapi, memang “distraction” adalah kata kuncinya untuk tetap jalan seperti biasa tanpa memikirkan kematian.” Kata raditya Dika

Memang sangat menyakitkan ketika kita mengingat bahwa nantinya kita akan meninggalkan semua yang kita cintai, kita sayangi. Memang benar kita harus bisa terima kenyataan hidup, kita harus tetap bisa jalani hidup ini, tapi kita juga harus ingat, jangan terlalu senang dengan kehidupan karena itu juga bisa membuat kita menjadi lupa bahwa semuannya sementara dan kita lupa untuk beribadah dengan Allah AWT.

#Postingan Galau :'(

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...