Langsung ke konten utama

Curhat....Curahan Hati


Apa wajar kalau gw marah sama lo gara-gara hal kecil. Tapi emang gw rasa lo itu bisa hidup tanpa gw, karena lo udah dapet pengganti gw.
Dan ternyata galau itu nggak enak, hidup jadi kayak nggak berarti terus rasanya kegiatan yang paling ngenakin itu tidur. Karena waktu tidur kita bisa lupa sejenak sama masalah kita dan pasti nanti kita bermimpi dan mimpi iu bisa menghibur kita (kalau mimpinya bagus,,)
Ternyata galau itu memang bosenin, dan nggak bergairah banget! Rasanya jadi nggak pengen hidup, yang ada dipikiran itu Cuma itu. Mau mikirin yang lain juga percuma setengah galau setengah bergairah. Baru kali ini gw galau sampek kepikiran waktu tidur, biasanya galau versi gw yang biasanya nggak gini-gini amat, Cuma galau 1 jam terus nanti lupa. Tapi yang ini galau 1 jam terus nambah lagi sampek nanti mau tidur.
Dan sekarang gw tahu kenapa banyak orang yang galau itu pada sengsara, karena galau itu memang nyakitin rasanya, kayaknya udah nggak ada harapan lagi buat hidup, dan perasaan kita pasti gundah gulana banget. Makanya buat galauers sekarang gw mihak kalian, karena gw udah tahu gimana rasanya jadi orang galau.
Dan seenggaknya gw tahu gimana rasanya galau, rasanya kayak kopi tanpa gula, pahitttttt banget. Bahkan kadang galau itu nggak kebayang rasanya sengsaraaaaaaa banget. Hal yang belum gw ketahui yaitu apakah para galauers butuh cahaya untuk menenangkan diri?? Tapi gw rasa cahaya disini bukan cahaya matahari tapi cahaya cinta dan kasih sayang dari orang yang peduli sama kita. Dan gw rasa bumi juga lagi galau. Beberapa hari yang lalu sama sekarang rasanya dingin, langit mendung tapi juga nggak ujan-ujan. Ternyata bumi galau karena kita juga galau.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...