Apa
wajar kalau gw marah sama lo gara-gara hal kecil. Tapi emang gw rasa lo itu
bisa hidup tanpa gw, karena lo udah dapet pengganti gw.
Dan
ternyata galau itu nggak enak, hidup jadi kayak nggak berarti terus rasanya
kegiatan yang paling ngenakin itu tidur. Karena waktu tidur kita bisa lupa
sejenak sama masalah kita dan pasti nanti kita bermimpi dan mimpi iu bisa
menghibur kita (kalau mimpinya bagus,,)
Ternyata
galau itu memang bosenin, dan nggak bergairah banget! Rasanya jadi nggak pengen
hidup, yang ada dipikiran itu Cuma itu. Mau mikirin yang lain juga percuma
setengah galau setengah bergairah. Baru kali ini gw galau sampek kepikiran
waktu tidur, biasanya galau versi gw yang biasanya nggak gini-gini amat, Cuma
galau 1 jam terus nanti lupa. Tapi yang ini galau 1 jam terus nambah lagi
sampek nanti mau tidur.
Dan
sekarang gw tahu kenapa banyak orang yang galau itu pada sengsara, karena galau
itu memang nyakitin rasanya, kayaknya udah nggak ada harapan lagi buat hidup,
dan perasaan kita pasti gundah gulana banget. Makanya buat galauers sekarang gw
mihak kalian, karena gw udah tahu gimana rasanya jadi orang galau.
Dan
seenggaknya gw tahu gimana rasanya galau, rasanya kayak kopi tanpa gula,
pahitttttt banget. Bahkan kadang galau itu nggak kebayang rasanya
sengsaraaaaaaa banget. Hal yang belum gw ketahui yaitu apakah para galauers
butuh cahaya untuk menenangkan diri?? Tapi gw rasa cahaya disini bukan cahaya
matahari tapi cahaya cinta dan kasih sayang dari orang yang peduli sama kita.
Dan gw rasa bumi juga lagi galau. Beberapa hari yang lalu sama sekarang rasanya
dingin, langit mendung tapi juga nggak ujan-ujan. Ternyata bumi galau karena
kita juga galau.
Komentar
Posting Komentar