Langsung ke konten utama

Cinta dan Nostalgia Jaman SMP

huhuuhuu baru aja nggak bareng ama temen SMP udah kangen aja, nggak denger tawanya anak-anak, ikut gossip bareng geng-geng kelas gw..huhuhhu pengen ketemu! untung aja ada kabar kalu besok sabtu berangkat nyerahin surat lanjutan study jadi bisa ketemuan..heheeehh i wiil meet you guysss!!! i miss you so much (bener nggak sihh??!!)

Sebenernya cinta itu bagus loh, cinta bisa ngertiin kita, cinta bisa menyatukan orang-orang yang dulunya nggak kenal jadi kenal, bahkan cinta bisa bikin kita jadi sadar bahwa hidup itu harus ada cinta. Cinta itu bisa dateng dimana pun, kapanpun, sama siapapun, termasuk aku. Aku tahu urusan cinta itu terlalu besar untuk anak SMA seperti aku ini, mungkin lebih tepatnya mau SMA. jadi pada intinya aku ini anak SMP yang baru lulus.
Selama di SMP aku punya banyak pengalaman, entah itu tentang cinta maupun persahabatan. Kalau cinta itu adalah pengalaman yang paling tragis selama di SMP tapi seru juga. Kalau persahabatan ittu adalah hal yang paling mengharukan bagi aku karena di situlah aku ketemu sama sahabat aku yang namanya Putri dan di situ juga aku sama Putri harus berpisah. Aku berharap Putri nggak akan lupa sama aku.
Dari awal aku ngrasain jatuh cinta itu waktu kelas I dan orang yang aku sukai juga orang yang sama. Dari awal aku ketemu sama dia, dia itu baik, beda sama yang lainnya. Selain cakep dia juga perfect, tapi sayangnya dia udah banyak yang ngerebutin dan sekaligus dia juga udah ada yang punya. Katanya dia waktu SD itu juga suka sama temennya dan katanya juga udah sempet pacaran tapi malah pisah waktu SMP nya. Mungkin kalau dulu kata galau udah merajalela pasti dia udah disorakin tukang galau, mantan cantik dan dia beruntung.
Perjalanan cinta gw mengejar cintanya dia nggak terlalu mulus, bahkan dibilang mendingan aja udah nggak pantes. Mungkin karena terheran-herannya dia di kejar sama banyak cewek makanya dia sombong dan sok cakep. Pernah waktu kenaikan kelas II, aku nggak lagi suka sam dia, mulai dari sikapnya, kelakuannya, cara berpakainnya, sopan santunya, itu udah bikin nggak ngenakin hidup aja. Tapi ketika waktu mau kenaikan kelas III rasa itu muncul lagi dan masih untuk sekarang. Pernah waktu itu, aku lagi ada di deket pintu niatnya mau ngliat temen diluar ehhh nggak tahunya pintu itu digedor sama dia kaget+malu=deg-degan. Saking shocknya muka aku katanya merah,dan itulah yang bikin aku jadi bimbang. Tapi bukannya aku GR ya, kadang dia juga nglihatin aku waktu kita ketemu kadang juga dia asyik kalau diajak ngobrol.
Lepas dari hal itu, aku sempet terjebak sama cinta sesaatnya aku sama tetangga aku. Karena aku sering disakiti sama si dia gebetan abadi aku ada dia yang peduli dan sering kasih nasehat buat aku. Tapi sama aja dia juga udah punya pacara tapi sayangnya pacarnya tuh nggak perhatian sama sekali. Tapi aku sadar bahwa cinta aku untuk dia itu Cuma sesaat.
Tapi akhirnya aku perjuangin cinta aku untuk si dia gebetan abadiku sampai sekarang. Tapi mungkin karena kita udah pisah, aku lulus dia juga lulus, kita akan jarang ketemu, malahan nggak akan pernah ketemu lagi. Dan aku yakin pasti dia akan tahu gimana perasaan aku untuk dia selama ini.
Lepas tentang hal cinta, waktu di SMP aku juga punya temen deket ato best friend ato bisa juga sahabat. Namanya Putri dari awal ketemu kebetulan udah srek duluan, jadi kita enjoy nikmatin itu semua. Tapi waktu di kelas II kita sering banget marahan, baru baikan 1 jam nanti lalu marahan lagi. Itu sebabnya karena aku egois, iya aku sadar kalau aku egois waktu itu tapi mau gimana lagi nggak akan bisa juga aku putar ulang waktu biar bisa memperbaiki semuanya. Tapi kita mengalami masa kejayaan pada kelas III, di situ kita bisa tahu kalau nggfak ada kata egois dihubungan persahabatan itu, kalaupun marahan itu Cuma hal-hal kecil dan nggak sering-sering banget.  
Retaknya persahabatn aku sama Putri itu karena aku nggak mau Putri itu deket banget sama temen aku juga namanya siti. Waktu mereka ketemu juga kelihatannya juga udah cocok. Sempet waktu kelas I mereka ngobrol-ngobrol gitu dan ternyata mereka itu temen TK dulu. Cuma ngobrolin gitu aja aku ditinggal sama Putri. Sampai sekarang pun mereka masih deket, kadang juga ada perasaan ngiri waktu nglihat mereka pulang bareng, kalau cerita bisa kelihatan seru. Mereka udah kayak lebih dari sahabat aja, padahal aku yang emang jadi sahabatnya nggak pernah kayak gitu banget. Entah kenapa rasa iri aku tuh nggak juga hilang, padahal aku udah mau dewasa harusnya aku juga mikirin perasaan orang lain atas keegoisanku, tapi tetep aja rasa iri itu muncul menggerayahi hidupku.
Dan sekarang kita udah lulus, akhir-akhir ini kita lagi marahan satu pihak yaitu aku. Kita udah nggak hubung-hubungan lagi, dan nggak akan pernah aku rasa. Mungkin nanti terakhir kalinya waktu ngabarin nomer HP aku yang baru. Aku berharap Putri bisa bahagia setelah lulus nanti, emang kemungkinan besar Putri akan lupa sama aku, tapi seenggaknya dia ingat sedikit tentang persahabatn kita.

Waktu sekolah di jaman SMP itu memang rasanya seneng banget, bahkan banyak cerita di jaman SMP. Bener kata kakakku seneng-senengin waktu jaman SMP, karena masa SMP itu masa-masanya kita udah berhenti berpikuran kayak anak kecil dan mungkin nanti waktu di SMA kita nggak akan ngalamin masa-masa kayak gini lagi. Semoga aja semua kenangan waktu di SMP nggak akan terlupanakan dan tetap terkemas indah di dairy dan tentunya di blog ini...:)

tetep semangat dan salam RD sejahtera :P

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...