Langsung ke konten utama

curhat #2 =Cinta Monyet dan Cinta Brontosaurus=

sebenernya gw juga nggak mau posting 2 kali barengan lagi! tapi karena postingan yg pertama (pagi ini) itu harusnya udah gw posting kemaren sayang nggak ada internet nganggur di rumah!
untuk kali ini gw mau curhat nih!!! serius!!!
kebetulan gw udah puasa 3 hari (mau 4 hari) nggak nyangka juga waktu begitu cepat berlalu. Dan gw inget bahwa udah 3 tahun gw nyimpen perasaan ini, udah 3 tahun gw ngerasin pahit manisnya cinta (kayak permen ama jamu ajadan walaupun itu kebanyakan pahitnya), dan udah 3 tahun gw mencoba bertahan dan sabar menunggunya. Dan di 3 tahun ini gw sadar cinta gw itu lama-lama akan semakin hilang (cinta gw nggak beneran) dan cinta gw akan bertepuk sebelah tangan.

Awalnya gw yakin kalau dia (mangeb) juga punya rasa yang sama walaupun itu cuma 1%, dari tingkah lakunya dulu waktu pertama kali ketemu, waktu tiba-tiba dia gedor pintu kelas gw (waktu iu gw ada di deket-deket situ), senyumannya yang bikin gw nggak bisa lupa. dan terkadang dia ngebuat rasa sayang gw jadi tamabh besar ke dia dan susah dilupakan. sebenernya gw juga nggak mau terlalu dalam cinta sama dia dan gw juga nggak mau mengingat-ingat dia. tapi dengan adanya waktu yang nggak mempertemukan gw sama dia lagi, gw berharap bisa lupain dia dan gw bisa berjalan dengan sendirinya tanpa dia.

Dan akhirnya gw sadar, cinta yang gw alamin itu hanya sebuah cinta monyet, cinta yang cuma main-main, nggak serius bukan cinta brontsaurus yang kata bang dika lebih kuat, dan bisa tahan lama (kalo bisa selamanya). sekarang gw yakin akan hal itu, dan Gw yakin suatu saat nanti, pasti ada orang yang terbaik buat gw.....

gw setuju sama lo bang Dika!!!

Salam RD Sejahtera...and see ya later!!! :')

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...