Langsung ke konten utama

Curhatttt Kuadrat

Lupakanlah kisah yang lama
Lepaskan yang telah berlalu
Its time to
Move on...move on...move on (Saykoji_Move On)

Enak sih cuma bilang kayak gitu, tapi susah melakukannya. huftt :'(
apalagi kalau orang yang ingin kita jauhi itu malah sering muncul di depan kita, akrab, ramah, care. kapan bisa Move On kalau gitu?!! apa harus nunggu lebarannya Semut atau nunggu kepala ular berubah jadi power renger berbaju pesulap??!! atau malah nunggu bulan jadi dua?!! sekalian aja nunggu sampek ketemu pengganti dia!!

Pernah nggak sihngrasain galaunya berlipat-lipat ganda? terus nanti diakar kuadrat, terus dibuat desimal. Rasanya udah kayak gado-gado di kasih banyak sabel, dikasih kecap, dan tiba-tiba ada kotoran ciciak nemplok diatasnya, hambar banget kan rasanya?!! Tapi ketika kita diperjalanan menuju Move On ehh dianya malah mesra-mesraan sama orang lain, jadi cemburu coyy!!! cemburunya udah pangkat tiga, bahakn bisa nambah!! dan rasanya jadi orang yang mempunyai Hubungan Tanpa Status (HTS) itu kayak digantung di antara jembatan gantung yang bawahnya itu bebatuan, mau terjun takut sakit, tapi kalau berusaha naik itu juga sulit. 

Dan sekarang gw ada diposisi itu, gantung!!! mending kalau memang ada sebuah keputusan yang deal, tapi ini nggak. Malahan tambah nggak jelas!! sebel banget!!
bentar...gw curhat apaan sih?!! ahhh lupain deh, anggep aja gw nggak pernah bilang kayak gitu, gw nggak pernah cerita kayak gini. anggep aja tadi tuh badai, angin puting beliung yang bawa banyak bencana ke dalam hati gw. Upssss....

Sekarang, waktunya MOVE ON dari DIA!!! Anggep aja nggak pernah kenal dan jangan sampek kenal. OKE
CAYOOO!!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...