Langsung ke konten utama

CURHAT KALI INI/...........

Lama sekali rasanya gw belajar move on dari gebetan lama. Tapi untung aja cuma mimpi...........

Gw mulai jalani hidup baru setelah gw tahu bagaimana move on dengan baik, yaitu dibuat happy aja anggap semua kesedihan itu hanyalah mimpi. Tapi gw tahu sekedar omong doang memang mudah dan untuk menjalaninya memang sangat-sangatlah sulit.

Dan sekarang gw dilanda kegalau lagi untuk yang kebanyak kalinya. Tapi untuk kali ini gw dengan sadar bahwa gw yang salah. Di cerita-cerita awal mungkin gw juga bilang kalau gw yang salah, tapi memang keadaannya seperti itu. Yahhh masih samalah masalahnya selalu menyukai seseorang yang sudah dimiliki. Tapi gw akhirnya menyerah, gw tahu hubungan mereka udah hampir retak (tapi bukan karena gw loh ya) kalau dilihat dari sisi status Facebooknya tapi gw berharap itu hanya bohongan, gw mau dia bahagia dengan pilihannya. Dan gw juga percaya apa yang dia pilih itu bisa membahagiakan dia walaupun itu sementara.

Sejak gw mengalami cinta-cintaan konyol ini yang tergolong cinta semi brontosaurus semua lagu jadi masuk ke kehidupan gw. Mulai dari Hivi-Curi-curi yang menggabarkan saat gw sering curi-curi pandang dia sewaktu di kelas, terus Evo-Dia dan Aku yang menggambarkan saat gw dengan dia mau pisahan pulang dari acara diklat hanya dengan mengucapkan selamat atas kesuksesannya dan dia berpaling dengan senyumannya, dan masih banyak lagi.

Hampir tiap malam gw mencoba berfikir lagi, "apakah gw salah lagi kalau gw mencoba mendekati dia?" bagaimana dengan pendapat anda?? Yahh mungkin memang gw salah apabila mendekati dia dengan niatan ingin menghancurkan hubungannya tapi kalau mendekati dia sebagai kawan tempat curhat mungkin tidak salah. setuju?? Harus!!! Mungkin mengucap adalah hal yang sangat mudah tapi untuk melakukan itu sangatlah sulit.

Oke sekian anda byeeeee....... :D

PS: Sorry Postingan kali ini tidak terlalu manfaat hanya saja petik hal yang sekiranya bisa menjadi pelajaran bagi para pecinta cinta yang sedang dilema :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...