Mungkin keinginan gw untuk bisa dekat dengan dia cukup
sampai di sini, kenapa?! Bukannya gw menyerah begitu saja karena 1) dia udah
punya pacar, 2) dia terlalu sayang dengan pacar, 3) gw nggak dapat informasi
lebih dekat seperti nomor HP, konfriman FB. Tapi alasan gw untuk berhenti
karena gw nggak mau memperkeruh sebuah hubungan, gw nggak mau dibilang perusak
hubungan orang, dan gw juga nggak mau melihat salah satu temen gw sedih hanya
gara-gara satu hal yaitu hubungan yang rumit. Walaupun sedih tapi gw tahu mana
yang terbaik untuk semua ini, dan kalau gw diijinkan untuk memiliki nomor
HP-nya mungkin gw nggak akan menggunakannya hanya untuk sebatas kasih wejangan
untuk nggak galau lagi, atau membantu temen gw ini keluar dari sebuah masalah.
Dan satu hal yang nggak kalah pentingnya gw merasa
kedatangan gw di sebuah kehidupan baru (menurut gw) itu nggak akan berarti
apabila yang memiliki kehidupan tersebut belum menerima gw sepenuhnya, tahukan
maskdu gw?! Yahh gw nggak yakin dia (temen gw cowok) akan mau menerima gw
sebagai teman yang bisa dipercaya dalam sebuah hal untuk umumnya. Secara dilihat
dari segi manapun kita belum mengenal lebih jauh gimana sifat aslinya, gimana
wataknya, gimana kepribadiannya. Kita mengenal hanya sebatas 9-10 hari, dan
selama 9-10 hari itu kita tidak terlalu dekat, bagi gw hanya cukup bercanda,
melihat dia tertawa atau sekedar berbicara tentang hal-hal yang menurut gw
penting (gosipin temen sekelas).
Yahh...cukup menjadi berita menyedihkan buat gw, buat
orang yang tahu gw, buat orang yang tahu keadaan gw. Tapi mungkin akan menjadi
berita bagus buat orang yang nggak suka dengan keinginan gw dekat dengan dia,
sekaligus menjadi berita terbagus untuk hubungan mereka, congratulation deh J....tapi
dari kasus yang gw hadapi sekarang ini gw jadi lebih tahu tentang diri gw
sendiri, yang jelas gw akan menilai diri gw sendiri sebelum akhirnya gw yang
akan menilai diri orang lain. Selama pertemuan gw dengan dia, gw bersyukur
pernah bertemu dengan dia mungkin memang terlalu singkat tapi cukup mengesankan
jika gw ingat lagi.
Pertama kali ketemu merasa biasa saja, kedua kalinya hanya
melihat keusilan dia dan tingkah-tingkah konyol dia, ketiga dia datang dengan
kekonyolannya di meja duduk gw, keempat sedikit akrab karena ada
gosip yang berhubungan dengan temen sekelas gw, kelima terus berlanjut
dengan canda tawa dia dan bantuan dia, keenam masih sama berlanjut dengan
lebih akrab, ketujuh cukup berdiam diri untuk gw merenungkan apa yang
sebenarnya gw rasakan saat dekat dengan dia, kedelapan berusaha biasa
saja dan kembali akrab, kesembilan hari dimana gw sadar
kalau ternyata semua ini bukan hanya sekedar teman tapi lebih. Dan di hari
terakhir itulah gw hanya bisa membicarakan 1 kalimat, “Selamat atas kejuaraannya...” dan berusaha untuk tersenyum,
melihat dia berjalan dan semakin menjauh dari tempat kita tertawa tadi.
Mungkin gw hanya sedikit rindu dengan suasan di sana,
tapi gw juga ingat dengan kehidupan gw sebenarnya di sini. Di mana tempat yang
lebih tahu tentang gw, lebih dekat dengan kehidupan gw, lebih tahu perasaan gw
dan yang pasti lebih nyaman dari tempat baru itu. Mungkin di tempat ini gw
nggak memiliki kenangan yang menurut gw sangat-sangat berharga tapi di tempat
inilah gw merasa lebih nyaman dan aman untuk melakukan apa yang gw mau lakukan.
Ingat hidup itu seperti berjalannya matahari dari timur
ke barat, pada awalnya mungkin akan terlihat terang yang lama-kelamaan semakin
terang tapi setelah sampai di tengah kehidupan akan mulai gelap yang nantinya
akan semakin gelap dan lebih gelap lagi. Tetapi di kegelapan itu kita masih
punya penerangan seperti teman, keluarga, pacar (kalau punya), sahabat (pasti
punya) dan dikegelapan itulah kita harus belajar menghargai makna kehidupan
yang sebenarnya. Dan menurut kabar-kabar yang gw dengar kalau yang namanya
usaha itu nggak ada yang sia-sia, semua apa yang kita lakukan untuk mendapatkan
sesuatu itu pasti menghasilkan sesuatu antara baik dan buruk. Kalau baik yah
itulah buah manisnya tapi kalau buruk bukan berarti usaha itu sia-sia, justru
dari keburukan itulah kita akan mendapatkan buah yang lebih manis karena kita
lebih tahu seluk beluk hal yang kita inginkan.
Cukup banyak hal yang gw taruh di sini, cukup banyak pula
hal-hal yang gw pelajari dari kehidupan yang gw jalani kali ini. Gw nggak
berharap lebih dari orang yang gw inginkan karena gw juga nggak mau merasa di
PHP-in. Dan gw juga bersyukur bisa merasakan cinta yah walaupun berakhir
sedikit lebih buruk dari apa yang gw inginkan. Usaha yang gw lakukan selama ini
menurut gw sangat menyenangkan dan gw juga sangat senang bisa mengenal dia.
1 harapan gw yang berkaitan tentang hal ini : gw mau
suatu saat nanti bertemu dengan dia dengan keadaan yang jelas berbeda tanpa
status galau lagi, tanpa status hubungan yang rumit. Gw mau hubungan dan status
dia di FB selalu HAPPY.
Dan yang pasti jangan langsung menyerah begitu saja untuk
hal yang ingin kita dapatkan, gw menyerah bukan karena putus asa tapi karena gw
lebih memilih amannya, aman buat gw dan buat mereka. Dan mungkin kedepannya gw
hanya mau gw bisa berubah lebih baik lagi, nggak kayak gini. Lebih terbuka tapi
dengan orang yang bisa diperaya.
selanjutnya...emmmm BYEEEE...... J
selanjutnya...emmmm BYEEEE...... J
Komentar
Posting Komentar