Langsung ke konten utama

KSBB (Kelingan Sing Biyen-Biyen) =>>> Ingat Yang Lalu-Lalu


Emmm,..Tic Toc Tic Toc...
Okay gw mulai....


Siapa yang udah pernah merasakan hal seperti di gambar? Iya jangan dijawab karena gw yakin banyak yang udah pernah merasakan hal seperti ini. Dan pasti langkah pertama kalian akan update status bilang...


Pastinya, bilang itu, gw cukup tahu karena gw juga sering kayak gitu. Yahh KSBB biasanya membuat kita jadi kembali menangis atau kalau nggak nangis ya ketawa sendiri kayak orang gila. Tapi ketika kita KSBB pasti juga akan merasakan rindu (jika yang diingat itu hal yang indah dan mengesankan) atau paling nggak akan menimpali dirinya bodoh (jika yang diingat itu hal gila atau kesalahan besar). 

Dan...ngomong-ngomong soal MOVE ON, pasti hal yang pertama dirasakan yaitu perasaan SULIT. Itulah penyakit orang Move on merasa masih sulit, dan menurut perkiraan gw seseorang gagal Move On itu karna,
  1. Karena di dalam hati yang paling cethek (diperkirakan butuh ratusan tahun untuk di lapisan ini) masih nggak rela melepaskan dia.
  2. Menganggap hanya dia (si gebetan/cowok/cewek) yang bisa membuat kita bahagia.
  3. Masih menyimpan kenang brwujud nyata dari DIA.
  4. Sering ketemu dan berhubungan entah secara langsung maupun tidak langsung.
  5. Kalian isi sendiri sampai loe semua puas...
Bener kan? iya semoga benar survei gw. Dan gw rasa hal tersebut di atas memang jadi penyakitnya orang Move On tapi masih kepaksa, selain itu mungkin seseorang yang mau Move On dari teman sekelasnya. Banyaklah solusi Move On yang baik tersebar di dunia maya, ada yang suruh hapus semua relasi yang di buat dengan si dia, ada juga yang suruh buang kenangan, sampai suruh buang tuh orangnya. Dan terkadang emmang solusi yang paling ampuh tapi resikonya kena ke semua orang, yaitu menjauhi dia kayak pindah rumah, pindah sekolah, bahkan pindah dunia. 

Tapi kalau menurut gw Move On yang baik itu yah diawali dengan niat, niat seniat-niatnya, nggak setengah-setengah. Jangan mengingat-ingat hal yang membuat kita menjadi ragu untuk MOVE ON, jangan terlalu terburu-buru untuk lupa karena MOVE ON itu perlu waktu panjang apabila orang itu dekat dengan kita. Percaya kalau kita bisa MOVE ON dari dia, nggak pesimis hanya gara-gara sering ketemu atau si dia sering menghubungi kita dan tambah care.

Dan kunci move on itu sebenarnya ada di kita sendiri bukan di dia, ataupun keluarga kita. Semuanya udah di serahkan ke kita, Allah juga udah memberi kelebihan kita untuk berfikir, untuk bisa melakukan apapun yang bisa membuat kita tetap hidup. Yahh hanya saja terkadang manusia lupa dengan hal itu, kayak lebih ngisi waktu luang dengan hal-hal non-positiv atau yang paling cethek ya lupa nggak ibadah.

Dan menurut gw juga move on itu banyak versinya, tergantung kita nyamannya dimana, kayak gimana. Jadi kesimpulannya move on itu beda-beda, dari 1 orang dengan orang lain pastinya beda. Maka lahirkanlah tips move versi kalian yang memang bisa membuat kalian benar-benar move on.

Ingat.....

selangkah demi selangkah, jangan terburu-buru untuk bisa langsung ebbas dari gebetan atau mantan. Jangan terlalu dibuat beban, toh hidup kita bukan untuk itu, tapi untuk belajar. Belajar memahami kekuasaan Allah/Sang Pencipta Langit, bumi dan isinya, belajar menghargai sesama makhluk hidup, belajat menghormati, belajar dan belajar. Termasuk belajar mencintai seseorang :) atau belajar melupakan hal yang tidak patut kita ingat-ingat. Belajra untuk memilih hal baik dan membuat hal buruk.
Kita juga dituntut untuk hidup berdampingan, tidak egois dan jujur. Lebih baik bercerita kepada banyak orang daripada kita pendam sendiri yang nantinya berakhri sengsara sendiri. Padahal niat orang pendiam itu adalah "tidak ingin rahasianya diketahui orang lain" tapi ujung-ujungnya kalau nih hati sama otak udah nggak kuat bopong masalah ya udah bisa gila atau resiko paling parah langsung ke liang kubur.

Dan tempat curhat yang paling tepat itu di keluarga atau kita mengadu ke Allah atau Sang Pencipta yang kita yakini. Dijamin aman semua rahasia loe! Makanya kita harus hormat, menghargai, taat kepada Sang Pencipta. Tak lupa juga hormat, mnghargai, dan taat kepada keluarga kita.

Okay sesi KSBB kali ini cukup and....byeeeee :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...