~~Bentar, kok gw rasanya nggak yakin ya itu cuma dari gw, gw ralat judulnya~~
Ini Spesial CURHATAN gw dan temen-temen gw...
Gw nggak tahu harus cerita dan ngomong sama siapa lagi, gw udah cerita sama
temen gw yang tahu masalah gw tapi sama aja, rasanya masih ada yang gondok di
sini tapi ketika gw keluarin gw nggak tahu harus omong apa. Iya mungkin tentang
DIA, yahlahh siapa lagi gw tadi ketemu sama DIA tapi gw merasakan hawa yang
beda di diri gw sendiri mungkin gw mengharap DIA meliat gw dan bercanda tapi
yang terjadi sebaliknya harus gw yang negur duluan.
Yahh sejak gw akrab sama DIA, sejak gw dekat dengan DIA, sejak semua itu
berawal dan sejak rasa itu muncul gw selalu memikirkan DIA, entah dengan DIA
apakah juga sama atau justru sebaliknya atau malah datar (nganggep teman).
Sejak DIA ada di kehidupan gw hidup gw jadi beda rasanya, gw semangat berangkat
pagi, gw semangat untuk sekolah, gw semangat melakukan aktivitas sekolah ketika
dia ada juga di sekolah. Rasanya nggak ada tangis ketika gw bisa ketawa karena
dia, gw bisa tersenyum, gw bisa bilang apapun sama dia, gw bisa smsan sama dia,
rasanya beda hidup gw jadi berwarna-warni.
Tapi ketika perlahan dia pergi gw sangat-sangat merasa kehilangan dia,
padahal dia ada di sekitar gw, dia ada di dekat gw, dia juga masih tertawa, dia
juga tersenyum tapi semua itu bukan lagi untuk gw tapi untuk “orang lain”.
Sekarang hidup gw kembali seperti gw belum mengenal dia, kelabu, rasanya untuk
berangkat sekolah jadi berat, karena gw jadi ingat akan melihat dia yang akan
tersenyum kembali dengan “orang lain“.
Jujur gw selalu berharap bisa gantiin posisi si dia, bisa dekat sama loe,
bisa ketawa, bisa pandang-pandangan sambil tersenyum. Gw juga mau gantiin
posisi si dia (satunya) yang selalu loe perhatiin saat ini, loe sms, loe tanyain, gw juga
mau sellau penting di kehidupan loe. Tapi gw jadi sdar kalau apa arti cinta loe
kalau gw nggak di posisi gw sendiri, gw jadi orang lain, dan bukan menjadi diri
gw sendiri. Percuma loe bilang cinta cintA Cinta kalau loe melihat itu yah
mereka.
Gw juga mau ngeluapin semua emosi gw ke loe, gw sadar kalau keganjalan yang
gw rasakan itu pasnya diluapin ke loe, ke orang yang memang bisa merubah
sesuatu di hidup gw. Ke orang yang udah melukai gw dan membuat gw patah hati,
seperti saat ini. Kadang gw bingung sama kehadiran loe, gw bingung dengan sikap
loe, gw nggak tahu harus bilang apa lagi kalau kayak gini, bahkan gw selalu
berusaha untuk diam dan tidak berbicara tentang keadaan gw dan semua tentang
loe.
Gw tahu ini hanya perasaan
gw sendiri, perasaan yang hanya gw rasakan sendiri. Loe di sana hanya menebak,
hanya diam dan entah loe peduliin atau nggak gw juga nggak tahu. Gw juga
bingung dengan semuanya, apakah gw salah jika gw memiliki perasaan lebih ke
loe? Apakah gw salah mencintai loe? Apakah gw juga salah ada di setiap hari
loe, menemani loe, membantu, menyemangati loe. Apa kedatangan gw mengganggu
hari-hari loe? Apa gw masih salah di mata loe? Apa begitu? Gw nggak tahu
jawabannya. Gw memilih diam dan menunggu, menunggu, menunggu, menunggu,
menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu,
menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu,
menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu,
menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu,
menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu,
menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu,
menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu,
menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu,
menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu,
menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu,
menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu, menunggu,
menunggu, dan menunggu.
Entah berapa kali gw harus bilang menunggu, entah berapa lama gw harus
menunggu, entah berapa lama gw mampu menunggu, entah? Gw nggak yakin kalau gw
mampu, gw nggak yakin kalau gw bisa menunggu, gw juga nggak yakin kalau loe
mengharapkan gw untuk ada di sisi loe.!!!! Lelah gw mengatakan semua ini, gw
lelah menunggu, gw tahu itu resiko tapi udah terlalu lama gw menunggu, gw nggak
tahu apa hasil dari penantian gw nanti, gw nggak yakin kalau dia atau loe itu
akan luluh dan kembali ke gw.
Gw nggak tahu kapan waktu yang tepat untuk gw melupakan loe, gw juga nggak tahu kapan waktu yang pas untuk gw menghilangkan perasaan ini, gw nggak tahu berapa lama perasaan ini bisa menahan semua ini, gw lelah, gw lelah melihat drama di diri gw. Menunggu, tersenyum, tertawa, menangis, dan kembali menunggu. Gw lelah melewati siklus itu, gw lelah dan gw sangat lelah. Gw pengen teriak tapi gw nggak bisa, gw takut loe dengar, gw takut loe di sana menertawakan gw.
Oke sudah,.... gw mau tertawa sekarang, hahha sebenarnya nggak cuma itu yang gw takuti tapi gw takut kalau gw teriak beneran tetangga gw bakalan lempari gw pakek sendal, atau gw takut anjing-anjing di sana pada bangun dan ikut berteriak. Gw malas ahhh galau galau lagi, gw pengen hidup gw itu bahagia kayak yang lainnya. Nggak nangisan, nggak buat puisi galau. Gw pengen hidup gw itu seru, nggak kayak gini. Tiap kali gw kumpul yang dicritain galauuuu mulu, gw mau crita yang happy gw mau dapet kabar yang membuat semuanya ketawa, gw mau gossipp lagi gossippin temen yang padahal ikut juga gosiip di situ, sambil ketawa-ketawa. Dan yang digossippin juga belum sadar-sadar, cuma nunggu berapa detik ketika dia sadar baru dia mulai jitakin kepala kita semua.
Gw kangen semua itu, gw mau memiliki perasaan yang berbeda, hanya mengagumi, mengagumi dalam level biasa juga. Ngebiarin dia ngobrol sama siapa saja, ngebiarin dia senyum ke siapa saja, ngebiarin dia duduk sama siapa saja. Gw mau diam, gw mau termenung, gw mau diam sejenak dan lupa tentang loe. Untung guru gw tahu kalau gw udah "gaber" Galau berat mikirin semua itu, makanya di bulan ini gw dan semua warga sekolah yang perlu libur diliburin selama 2 minggu.
Seenggaknya gw bisa lupa sejenak tentang DIA, tentang apa yang memang pengen gw lupakan.
Okayyy biar gw mau diam dulu, bye....
Komentar
Posting Komentar