Langsung ke konten utama

Postingan seketika itu juga.... (:o)....

Tahun ini gw naik kelas, (selamat) tapi gw masih susah untuk masuk 10 besar. Gw dapet peringkat ke 12 di nilai pengetahuan dan loe tahu skill gw berapa? hufttt gw dapat peringkt 24 di nilai skill, sunggu tidak tergolong anak berskill tinggi -_-.

Okay gw tahu itu salah gw, iyalah tapi gw nggak nyesel karena gw masih anak kecil yang belajar, masih labil dan terserahlah. Yang jelas gw udah naik itu bersyukur banget karena tahun berikutnya gw harus maju lagi, target masuk 10 besar, dan semoga berhasil.

Gw nggak mau bahas nilai itu, gw juga nggak mau tahu nilai kalian karena ini hidup gw (bercanda ;). Gw mau tanya dan mau cerita sekalian, Tahun lalu adalah tahun pertama kali gw daftar sekolah, dan sekarang gw udah jadi kakak kelas. Secara lahir kita semua (dan temen-temen gw) berubah, dulunya cupu sekarang udah nggak terlalu cupu. Dulu kurusan sekarang gemukan, dulu kurang pinter sekarang udah lumayan pinter, semua berubah tapi gw juga nggak mau semuanya berubah. Gw mau mereka maju tapi gw juga nggak mau mereka jadi sombong, jadi ngebeda-bedain, gw mau kelas gw utuh. Memang cukup sedih juga karena kelas gw kurang 1 anak, gw nggak mau sebenarnya tapi itu semua juga udah terlambat. 

Dan baru-baru ini ada sedikit masalah kecil, problem remaja diantara temen-temen gw. Yahhh biasalah problemnya hanya salah paham dan bisa dibilang memang sengaja berbohong demi menjaga perasaan yang lain. Memang nggak ada cekcok yang berarti tapi sindiran-sindiran yang bikin sakit hati. Gw di sini tahu masalahnya, tapi gw sama sekali nggak memihak salah satunya, gw netral gw mau meluruskan masalah ini. Gw juga udah bilang ke salah satu pihak dan dia mau untuk diam dan nggak ungkit-ungkit lagi. 

Tapi keinginan gw itu ya membuat kelas gw tetep utuh 1, nggak ada yang ngeblok, semua jadi 1 blok. Terserah anak luar bilang apa, kita kan keluarga yahh 1 dapet masalah di kelas yahh semua ikutan, semua ngebantu, semuanya kena. Kemarin gw juga dapat kabar kalau ada gossip bahwa ada blok di dalam kelas gw. Emang dulu pernah pada ngeblok tapi mereka juga biasa ngobrol sama yang lain, tetep akrab, tetep baik nggak yang ngebeda-bedain gitu. Wajarlah mungkin di satu waktu mereka menyendiri mungkin mereka memang lagi ngerumpi masalah rahasia yang memang hanya merekalah yang boleh tahu. Asalkan nggak keseringan dan nggak lupa aja sama yang lain itu nggak masalah, dan satu lagi bisa jaga perasaan yang lain. 

Gw mau kelas gw kedepannya bisa saling mengisi kekosongan, bisa melengkapi, bisa saling bantu, bisa jadi keluarga sakinah mawadah warohmah (loh?!) maksudnya bisa jadi keluarga yang utuh dan bahagia. Gw mau 1 kelas itu kalau bisa jadi sahabat, sampai besok lulus, sampai beok kita semua bisa dapat pekerjaan atau dapat kampus, sampai semuanya udah ketemu sama jodohnya, sampai semuanya punya cucu bahkan. Gw mau kelas ini bisa diingat, kebersamaannya, kerja samanya waktu ngerjain ulangan, canda tawanya, tangisannya, kekalahannya pokoknya semua entah senang entah sedih.

Mungkin gw memang bukan ketuanya, tapi gw mau ngungkapin isi hati gw ke semuanya kalau gw punya misi yang yahhh bisa dibilang menarik lah, tapi yahh susah pastinya. Gw mau mendobrak semangat temen-temen gw yang lain biar punya pemikiran yang sama seperti gw, gw mau semuanya jadi satu untuk bangun keluarga yang kompak :)

Terlalu tinggi omongan gw, gw mau majuin diri sendiri aja nggak bisa sok-sok mau majuin sekelas!! -_-" 
Okay lah, gw nggak mau muluk-muluk dulu di sini, gw cuma mau bilang ketika gw nulis ini keadaan gw lagi mencerna bakmi buatan sendiri sekaligus memikirkan masalah yang gw ketahui kemarin, dan muncullah ide buruk yaitu berbagi cerita ini ke blog, gw nggak yakin anak-anak kelas gw bisa nemuin ini blog, jadi yahh biarin siapa aja yang baca asalkan dia nggak merasa bosan. Tapi gw ragu sama kata gw sendiri, gw yakin pasti mereka bosan sama ocehan gw. Okaylah gw diem.....byeeee

#Seketika itu juga gw searching tentang arti "Sahabat" :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...