Langsung ke konten utama

Untuk Hari ini dan Hari Selanjutnya



Waktu berjalan begitu cepat
Tanpa ku sadari, aku telah berjalan jauh ke kehidupanmu
Mengetahui semua tentangmu dari hal kecil hingga yang besar
Aku tahu, aku terlalu dini untuk  mengetahui semua ini
Karena kau hanya ada dalam mimpiku

Suatu hari, kau tersenyum melihatku
Selalu ada ketika aku butuh
Selalu setia mengingatkanku ketika aku lupa
Dan tanpa ku sadari ternyata aku telah melambung dibuatmu
Berharap bisa terus melambung
Tapi ternyata tidak, hanya sebentar kemudian kau jatuhkan

Mungkin memang kedatanganku tidak pernah kau harapan
Hanya saja aku memaksa untuk kau harapkan
Mungkin dengan adanya diriku hidupmu terlihat muram karena tingkahku
Tapi...
Tapi kenapa kau selalu membuka pintu ke ruang selanjutnya?
Kenapa kau tetap menyambutku dengan senyuman manismu?
Kenapa kau selalu menemaniku saat melewati kegelapan?
Apakah kau hanya ingin membuatku berharap?
Atau kau hanya ingin membuatku ke-GR-an?

Kau terlihat beda....
Semakin lama ku melihatmu, semakin cepat pula kau berubah
Tersenyum
Menangis
Tertawa
Muram

Terkadang kau membuatku tersenyum
Terkadang kau juga membuatku menangis
Kau tersenyum tapi bukan bersamaku
Kau tertawa tapi juga bukan bersamaku

Aku tidak berharap kau membalas perasaanku
Kalau memang kau berat menerimaku
Tapi harusnya kau menjauhiku sejak awal
Kau harus selalu mengunci pintu lorong hatimu untukku bukan malah sebaliknya
Harusnya kau bilang dari awal
Bukannya memberi harapan kepadaku

Mungkin kau tak enak untuk mengatakannya
Atau mungkin kau memang berniat untuk mempermainkanku
Tapi aku tidak menyalahkanmu sepenuhnya
Mungkin memang diriku sendiri yang salah
Atau memang kita yang salah

Kalau memang dari awal kau tidak memberiku harapan
Mungkin aku akan berhenti mengganggumu
Berhenti mengharapkanmu
BERHENTI UNTUK MENGAGUMIMU
Tapi semua terlambat
Aku terlanjur berharap lebih denganmu
Aku terlanjur dalam mengertimu
Tapi pada akhirnya kau mulai menjauh
Dan tak ada sedikit harapan lagi untuk megulang kisah yang dulu....

Mungkin memang terlalu sulit untuk melupakan
Mungkin memang berat untuk meninggalkan semua kenangan tentangmu
Tapi apakah kau juga merasakan hal itu?
Atau justru kau memang tak pernah menganggapku ada?

Dan sekarang....
Waktu yang tepat untuk mengucapkan semuanya
Aku ucapkan terimakasih kepadamu yang telah mengajariku tentang mengagumi
Maaf apabila kedatanganku hanya merusak harimu

Kau yang indah di sana
Kau yang berberbeda di sana
Kau yang terlihat manis
Kau yang terlihat lucu
Kau yang selalu terlihat berbeda
Kau yang pernah menghiburku
Kau yang pernah ada di hatiku
Kau yang mungkin membuatku berubah
Kau yang selalu ada ketika ku butuh
Kau yang selalu ada ketika ku jenuh dengan kehidupan

Tapi sekarang mungkin semua itu bukan untukku
Melainkan untuk perempuan lain di sana
Perempuan yang mungkin lebih beruntung dibandingkan aku
Perempuan yang memang kau impikan selama ini
Mungkin aku terlihat sok tahu
Tapi matamu mengatakan demikian

Hati ini yang telah lama menyimpan namamu mulai lelah menjaganya
Karena sikapmu yang kian lama kian berbeda
Bukan semakin baik tapi semakin membuat hati ini sakit dan hancur....

Dari situ kalian pasti tahu gimana perasaan gw saat ini, hancur, sakit berkeping-keping. Melihat loe iya loe yang di sana, yang gw kagumi, yang gw puja-puja di depan teman-teman gw. Loe! iya loe yang sekarang dengan yang lain. Apa loe nggak ingat ketika loe bilang rindu dan mengaku sedang memikirkan gw di sana? Iyaaa gw tahu itu dalam konteks bercanda. Loe memang sangat pintar untuk membuat gw terbang, tapi loe juga mudah menjatuhkan gw, menyadarkan gw dari mimpi ketinggian.

Loe inget nggak? Sewaktu loe senyum menatap gw dan mengacungkan jempol yang menurut gw sama sekali tidak berotot. Yahhh gw nggak berharap loe ingat itu, dan gw juga mau melupakan hal itu. Karena mengingat semua kenangan itu hanya bisa membuat gw manangis, apalagi waktu itu, yahh hari di man aloe terlihat sangat baik dengan gw, bantu bersihin baju gw yang kotor, loe juga rela berbagi kertas ujian dengan gw.

Tapi hal yang sangat gw sayangkan dari loe itu adalah sifat dan sikap loe yang mudah berganti, dan mungkin loe bisa dibilang plinplan, egois, loe terlalu mudah memberi dan terlalu mudah untuk mengambilnya kembali. Gw nggak mau manusia seperti loe masuk lagi ke dunia gw. Dan gw juga akan berusah melupakanmu secepat mungkin, tanpa harus menjauhimu secara lahir hanya batin yang akan menjauhimu.

Entah gw nggak tahu apa isi hati loe sebenarnya, gw juga nggak tahu motivasi loe membuat gw melayang, membuat gw jadi lebih berharap seperti ini. Padahal akhirnya loe juga yang meninggalkan gw dan menebar semua taktik loe ke orang lain. Entah itu tulus atau sama saja seperti sikap loe ke gw...

Mungkin kejadian kemarin adalah napsu loe yang menggempar bukan perasaan hati yang dalam. Gw udah mandang loe berbeda, tapi ternyata sama saja, loe sama kayak yang lain sama-sama membuat orang yang dekat dengan loe menjadi berharap lebih.

Dan sekarang, gw nggak bisa ngapa-ngapain kecuali hanya bisa menghapus kenangan-kenangan yang loe beri. Sperti burung kertas buatan loe, video tentang loe yang gw buat sepenuh hati, foto-foto loe yang gw ambil dari sosmed dan semuanya tentang loe. Bahakn nomor HP loe gw hapus, biar gw nggak sms loe lagi.

Gw lelah ketika gw menunggu pesan dari loe, tapi kalau gw lelah menunggu gw terpaksa harus mengawali. Dan saat gw ingin mengawali sebuah percakapan, gw mulai berfikir keras mencari topik yang bisa menjadi bahasan lama. Tapi sepanjang apapun bahasannya nanti pasti akan terlihat singkat karena loe selalu merespon dengan jawaban yang singkat, tanpa basa-basi atau bercanda.

Berbeda ketika loe berbicara dengan DIA, yah DIA yang sekarang bisa mengalihkan perhatian loe. DIA yang membuat loe jadi berbeda, membuat loe kembali memulai dari awal. DIA, yah DIA!! DIA yang memang lebih dari gw, DIA yang mungkin banyak di cari laki-laki, DIA yang cantik, pintar, baik, kalem, nggak galak kayak gw. DIA yang murah senyum, dan gw yakin pasti loe mulai ada rasa dengan DIA karena senyumannya. Iya semua orang selalu menilai melalui senyuman.

Hufttt gw lelah mikirin kayak gini, rasanya semua anggota badan gw meledak satu persatu. Mulai dari hati lalu otak gw dan menjalar kesemuanya. Apalagi ketika gw tahu sekarang loe sering sms DIA, loe perhatian sama DIA, loe pasti juga melakukan hal yang sama seperti gw, mencari topik yang pas untuk dibahas dalam waktu yang lama. Loe juga pasti akan berharap DIA balas pesan loe, Loe juga pasti akan deg-degan menunggu semua itu. Dan ketika DIA udah balas pesan loe, loe akan senyum dan kembali menciptakan bahasan bahasan yang menarik agar DIA merasa nyaman ngobrol sama loe.

Dan pada akhirnya loe akan mengakhiri obrolan itu dengan rasa terpaksa, loe takut obrolan itu hilang bersama tidur loe. Loe takut kalau obrolan loe itu ternyata tidak nyata. Tapi ketika DIA mengucapkan “selamat malam, semoga mimpi indah” loe akan tidur nyenyak dan berharap memimpikan DIA di sela-sela tidur loe.

Banyak hal yang membuat gw menangis, banyak hal yang gw sesali ketika mengenal loe. Banyak hal yang gw takuti, gw sama seperti loe, gw takut kehilang semua kenangan yang pernah gw jalani sama loe, dan hal yang gw takuti sampai saat ini adalah GW TAKUT KEHILANGAN LOE. Tapi gw rasa, setakut apapun gw kehilangan loe, semua kenangan tentang loe akan hilang, yang perlahan-perlahan meninggalkan gw sendiri, meninggalkan kenangan yang indah untuk gw lupakan.

Emmm mellow ujung-ujungnya, gw takut suatu hari nanti loe tahu bahwa gw mengagumi loe. Dan loe menjauhi gw, mungkin gw akan melakukan hal itu juga agar semuanya terlihat biasa. Gw juga belajar ikhlas untuk melapaskan loe, membiarkan loe dengan DIA, bahagia. Mungkin belum tentu benar semua prediksi gw, tapi setidaknya gw melihat dari gerak-gerik loe saat ini bahwa “loe tidak mengharapkan gw ada di dekat loe,”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...