Waktu berjalan begitu cepat
Tanpa ku sadari, aku telah berjalan jauh ke kehidupanmu
Mengetahui semua tentangmu dari hal kecil hingga yang besar
Aku tahu,
aku terlalu dini untuk
mengetahui semua ini
Karena kau hanya ada
dalam mimpiku
Suatu
hari, kau tersenyum melihatku
Selalu ada ketika aku butuh
Selalu setia mengingatkanku ketika aku lupa
Dan tanpa ku sadari ternyata aku telah melambung dibuatmu
Berharap bisa terus melambung
Tapi ternyata tidak, hanya sebentar kemudian kau jatuhkan
Mungkin memang kedatanganku tidak pernah kau harapan
Hanya saja aku memaksa untuk kau harapkan
Mungkin dengan adanya diriku hidupmu terlihat muram karena tingkahku
Tapi...
Tapi kenapa kau selalu membuka pintu ke ruang selanjutnya?
Kenapa kau tetap menyambutku dengan senyuman manismu?
Kenapa kau selalu menemaniku saat melewati kegelapan?
Apakah kau hanya ingin membuatku berharap?
Atau kau hanya ingin membuatku ke-GR-an?
Kau terlihat beda....
Semakin lama ku melihatmu, semakin cepat pula kau berubah
Tersenyum
Menangis
Tertawa
Muram
Terkadang kau membuatku tersenyum
Terkadang kau juga membuatku menangis
Kau tersenyum tapi bukan bersamaku
Kau tertawa tapi juga bukan bersamaku
Aku tidak berharap kau membalas perasaanku
Kalau memang kau berat menerimaku
Tapi
harusnya kau menjauhiku sejak awal
Kau harus
selalu mengunci pintu lorong hatimu untukku bukan malah sebaliknya
Harusnya kau bilang dari awal
Bukannya memberi harapan kepadaku
Mungkin kau tak enak untuk mengatakannya
Atau mungkin kau memang berniat untuk mempermainkanku
Tapi aku tidak menyalahkanmu sepenuhnya
Mungkin memang diriku sendiri yang salah
Atau memang kita yang salah
Kalau memang dari awal kau tidak memberiku harapan
Mungkin aku akan berhenti mengganggumu
Berhenti mengharapkanmu
BERHENTI UNTUK MENGAGUMIMU
Tapi semua terlambat
Aku terlanjur berharap lebih denganmu
Aku terlanjur dalam mengertimu
Tapi pada akhirnya kau mulai menjauh
Dan tak ada sedikit harapan lagi untuk megulang kisah yang dulu....
Mungkin memang terlalu sulit untuk melupakan
Mungkin memang berat untuk meninggalkan semua kenangan tentangmu
Tapi apakah kau juga merasakan hal itu?
Atau justru kau memang tak pernah menganggapku ada?
Dan sekarang....
Waktu yang tepat untuk mengucapkan semuanya
Aku ucapkan terimakasih kepadamu yang telah mengajariku tentang mengagumi
Maaf apabila kedatanganku hanya merusak harimu
Kau yang indah di sana
Kau yang berberbeda di sana
Kau yang terlihat manis
Kau yang terlihat lucu
Kau yang selalu terlihat berbeda
Kau yang pernah menghiburku
Kau yang pernah ada di hatiku
Kau yang mungkin membuatku
berubah
Kau yang selalu ada ketika ku butuh
Kau yang selalu ada ketika ku jenuh dengan kehidupan
Tapi sekarang mungkin semua itu bukan untukku
Melainkan untuk perempuan lain di sana
Perempuan yang mungkin lebih beruntung dibandingkan aku
Perempuan yang memang kau impikan selama ini
Mungkin aku terlihat sok tahu
Tapi matamu mengatakan demikian
Hati ini
yang telah
lama menyimpan namamu mulai lelah menjaganya
Karena sikapmu yang kian lama kian berbeda
Bukan semakin baik tapi semakin membuat hati ini sakit dan
hancur....
Dari situ kalian pasti tahu gimana perasaan gw saat ini, hancur, sakit
berkeping-keping. Melihat loe iya loe yang di sana, yang gw kagumi, yang gw
puja-puja di depan teman-teman gw. Loe! iya loe
yang sekarang dengan yang lain. Apa loe nggak ingat ketika loe bilang rindu dan mengaku sedang
memikirkan gw di sana? Iyaaa gw tahu itu dalam konteks bercanda. Loe memang
sangat pintar untuk membuat gw terbang, tapi loe juga mudah
menjatuhkan gw, menyadarkan gw dari mimpi ketinggian.
Loe inget nggak? Sewaktu
loe senyum menatap gw dan mengacungkan jempol yang menurut gw sama sekali tidak
berotot. Yahhh gw nggak berharap loe ingat itu, dan gw juga mau melupakan hal
itu. Karena mengingat semua kenangan itu hanya bisa
membuat gw manangis, apalagi waktu itu, yahh hari di man aloe terlihat sangat baik
dengan gw, bantu bersihin baju gw yang kotor, loe juga rela berbagi kertas
ujian dengan gw.
Tapi
hal yang sangat gw sayangkan dari loe itu adalah
sifat dan sikap loe yang mudah berganti, dan mungkin loe bisa dibilang plinplan, egois, loe terlalu
mudah memberi dan terlalu mudah untuk mengambilnya kembali. Gw nggak
mau manusia seperti loe masuk lagi ke dunia gw. Dan gw juga akan berusah
melupakanmu secepat mungkin, tanpa harus menjauhimu secara lahir hanya batin
yang akan menjauhimu.
Entah gw nggak tahu apa isi hati loe sebenarnya, gw juga nggak tahu
motivasi loe membuat gw melayang, membuat gw jadi lebih berharap seperti ini.
Padahal akhirnya loe juga yang meninggalkan gw dan menebar semua taktik loe ke
orang lain. Entah itu tulus atau sama saja seperti sikap loe ke
gw...
Mungkin kejadian kemarin adalah napsu loe yang menggempar bukan perasaan
hati yang dalam. Gw udah mandang loe berbeda, tapi ternyata sama saja, loe sama
kayak yang lain sama-sama membuat orang yang dekat dengan loe menjadi berharap
lebih.
Dan sekarang, gw nggak bisa ngapa-ngapain kecuali hanya bisa menghapus
kenangan-kenangan yang loe beri. Sperti burung kertas buatan loe, video tentang loe yang gw buat
sepenuh hati, foto-foto loe yang gw ambil dari sosmed dan semuanya tentang loe.
Bahakn nomor HP loe gw hapus,
biar gw nggak sms loe lagi.
Gw lelah ketika gw menunggu pesan dari loe, tapi kalau gw lelah menunggu gw
terpaksa harus
mengawali. Dan saat gw ingin mengawali sebuah percakapan, gw mulai
berfikir keras mencari topik yang bisa menjadi bahasan lama. Tapi sepanjang
apapun bahasannya nanti pasti akan
terlihat singkat karena loe selalu merespon dengan jawaban yang singkat, tanpa
basa-basi atau bercanda.
Berbeda ketika loe berbicara dengan DIA, yah DIA yang sekarang bisa mengalihkan perhatian loe. DIA
yang membuat loe jadi berbeda, membuat loe kembali memulai dari awal. DIA, yah
DIA!! DIA yang memang lebih dari gw, DIA yang mungkin banyak di cari laki-laki,
DIA yang cantik, pintar, baik, kalem, nggak galak kayak gw. DIA yang murah
senyum, dan gw yakin pasti loe mulai ada rasa dengan DIA karena senyumannya.
Iya semua orang selalu menilai melalui senyuman.
Hufttt gw lelah mikirin kayak gini, rasanya semua anggota badan gw meledak
satu persatu. Mulai dari hati lalu otak gw dan menjalar kesemuanya. Apalagi
ketika gw tahu sekarang loe sering sms DIA, loe perhatian sama DIA, loe pasti
juga melakukan hal yang sama seperti gw, mencari topik yang pas untuk dibahas dalam waktu yang lama. Loe
juga pasti akan berharap DIA balas pesan loe, Loe juga pasti akan deg-degan
menunggu semua itu. Dan ketika DIA udah balas pesan loe, loe akan senyum dan
kembali menciptakan bahasan bahasan yang menarik agar DIA merasa nyaman ngobrol
sama loe.
Dan pada akhirnya loe akan mengakhiri obrolan itu dengan rasa terpaksa, loe
takut obrolan itu hilang bersama tidur loe. Loe takut kalau obrolan loe itu
ternyata tidak nyata. Tapi ketika DIA mengucapkan “selamat malam, semoga mimpi
indah” loe akan tidur nyenyak dan berharap memimpikan DIA di sela-sela tidur
loe.
Banyak hal yang membuat gw menangis, banyak hal yang gw sesali ketika
mengenal loe. Banyak hal yang gw takuti, gw sama seperti loe, gw takut kehilang
semua kenangan yang pernah gw jalani sama loe, dan hal yang gw takuti sampai
saat ini adalah GW TAKUT KEHILANGAN LOE. Tapi gw rasa, setakut apapun gw
kehilangan loe, semua kenangan
tentang loe akan hilang, yang
perlahan-perlahan
meninggalkan gw sendiri, meninggalkan kenangan yang indah untuk gw lupakan.
Emmm mellow ujung-ujungnya, gw takut suatu hari nanti loe tahu bahwa gw
mengagumi loe. Dan loe menjauhi gw, mungkin gw akan melakukan hal itu juga agar
semuanya terlihat biasa. Gw juga belajar ikhlas untuk melapaskan loe, membiarkan
loe dengan DIA, bahagia.
Mungkin belum tentu benar semua prediksi gw, tapi setidaknya gw melihat dari
gerak-gerik loe
saat ini bahwa “loe tidak mengharapkan
gw ada di dekat loe,”
Komentar
Posting Komentar