Langsung ke konten utama

FAKTA DAN OPINI....

Pagi!!!
Selamat menyoblos bagi yang udah cukup umur dan selamat tidur kembali bagi yang tidak menyoblos.

Nah untuk kali ini gw udah nggak bahas yang galau, gw cuma mau tanya, pernah nggak kalian denger orang bilang gini, "ihhh dunia itu sempit ya, kemana-mana ketemu kamu dan kamu lagi,..(pasang muka paling jelek yang dia miliki)" atau yang intinya hampir kayak gitu? pasti udah ya, kalau belum nanti loe suruh temen loe omong gitu aja biar loe jadi pernah denger. oKay lanjut...awalnya gw percaya kalau dunia itu sempit ketika gw memang baru ada rencana melupakan seseorang tapi itu udah beberapa tahun lalu. Dan akhirnya gw bener-bener percaya juga sama tuh omongan sampai kadang gw ucapin. Dan kebetulan dulu gw sering nulis di Dairy, gw ceritain semuanya masalah kata-kata itu. Dan setelah gw jarang ketemu dia, gw udah lupa juga entah kenapa gw pengen banget buka buku dairy gw dan baca isinya. Dan ketika sampai dibacaan yang menerangkan teori bahwa dunia itu sempit gw jadi kembali berfikir....

Kalau dunia itu sempit, berarti ketika nanti kita keliling dunia cuma sebentar dong. Tapi loe tahu perjalanan yang dekat aja ya Yogyakarta-Jakarta pakek pesawat aja kurang lebih 1 jam, nah kalau kita menerapkan hukum dunia itu sempit harusnya nggak 1 jam tapi cuma beberapa menit, bahkan bisa detik.

Dari segi apapun terlihat menghayal kalau teori dunia sempit itu gw percaya i. Dan jelas lah yang benar dunia itu tetep luas, yang sempit itu mungkin ruang lingkup loe ketika bersama dia. Kayak mungkin karena satu sekolah dan luas sekolahnya cuma 2 kali 3 m (itu sekolah apa kamar?!) ya pastilah kemana-mana bakalan ketemu. Yahh gw tahu juga kalau itu perumpamaan, tapi aneh juga ya nanti kalau orang awam ngira itu beneran dunianya udah sempit takutnya mereka nekat mau keliling dunia dalam waktu 1 hari, jalan kaki lagi hiahh nggak bakalan sampek ke kutub sana.

Harusnya pernyataan itu diganti menjadi, "gilakk wilayah ini tuh sempit banget ya, kemana-mana harus ketemu loe!!!" iya baru bener, tapi kesannya terlalu real, hesss. 

Jadi kalau menurut gw ketika loe mau melupakan seseorang itu yah pertama loe harus sadar loe dan dia itu di mana, kalau loe dan dia itu satu kelas, satu pekerjaan, satu perusahaan ya percuma loe bilang kayak dunia itu sempit beberapa kali emang udah takdir loe harus ketemu karena memang loe satu lingkup sama dia. Seenggaknya loe harus tahanlah, dibawa santai. 

Dan ketika loe ketemu di tempat lain, yahh bisa aja kebetulan atau memang itu jalan dari Allah bahwa loe harus lebih terbiasa kalau ketemu dia. Anggap aja cobaan. Oh iya dan ketika loe memang yakin mau melupakan seseorang itu loe harus sabar, karena kadang saat kita mau melupakan justru saat itulah ada cobaan yang berat, kayak malah dianya perhatian atau malah kayak tadi sering ketemu. Cobaan itu yang membuat kita untuk jadi batal melupakan malah memilih jalan terus.

Semangat!!!

#sorry kalau penjelasan gw kurang jelas, karena gw nggak bisa jelasin!!! :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...