Langsung ke konten utama

POSTINGAN SELANJUTNYA YANG JUDULNYA UNTITLED....



Puasa Keempat....
Tarawih kelima....
Hari gw tanpa DIA yang sudah ke sekian kalinya :v
Hahhah mulai kan, hemmm (hela napas dulu).

Malam ini hari Senin tanggal 30 Juni 2014, temen gw yang gw juluki si A kasih tahu gw sekaligus nyaranin gw untuk kembali ke misi gw yang lalu. Si A bilang katanya DIA udah aktif lagi nomornya, lalu gw tanya ke si A “Dia sms loe?” lalu si A jawab “Iya DIA sms gw, bales pesan yang waktu itu,” gw diam rasanya udah nggak bisa gw ketahui lagi gimana, gw nggak nangis, gw juga nggak marah, gw nggak nyalahin siapapun saat itu. Justru gw jadi sadar, kalau semua dugaan gw selama ini, semua pemikiran yang gw pikirkan matang-matang benar-benar terjadi.

Yahhh dibilang kecewa itu pasti, tapi gw mau ngapain lagi? Gw juga nggak mungkin sujud-sujud ke DIA terus minta DIA sms gw, hahhaha konyol sangat!

Lupakan masalah itu, gw mau bahas yang lain. Si A juga bilang kisah gw ini kayak film yang baru dia tonton. Loe tahu dari dulu sejak gw SMP gw selalu pengen kisah cinta gw di perfilmkan, walaupun itu nggak menarik tapi rasanya gw seneng karena kisah gw bisa gw ingat terus melalui itu film itu. Dan sekarang ada film yang katanya mirip sama kisah gw, hemmm sayang itu bukan gw yang nulis naskahnya, padahal gw pengen banget bisa nulis naskah atau skenario yang nanti bisa difilmin. Yahhh karena kemampuan nulis gw hanya kayak orang curhat, dan tata bahasa yang sangat-sangat di bawah nilai KKM, makanya gw memilih untuk jadi tukang curhat aja :D

Okay,...gw udah kehabisan kata-kata. Yang jelas gw berharap gw bisa bener-benerrrrrr move on, nggak Cuma omong doang, nggak Cuma materi, tapi juga praktik, semoga aja dengan cara gw diam, dengan gw membakar semua tentang DIA, gw bisa hapus semuanya tentang DIA. Pesan gw sih nggak banyak, jaga orang yang loe pilih, kasih dia kepercayaan lebih ke loe biar langgeng, jangan mainin perasaan orang itu. Ditambah pesan yang kemarinnya yaitu tunjuk orang yang loe butuhin, orang yang loe inginkan dan kalau ditolak loe yakinin dia kalau loe bener-bener butuhin dia, dan loe yakinin juga kalau tanpa loe dia akan merasakan satu rasa yang bisa dibilang berbeda dengan biasanya saat bersama loe...Semoga bahagia J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...