Langsung ke konten utama

Tentang Cinta...

Cinta, sekali lagi ini tentang cinta
Sebuah cinta yang entah kapan akhir ceritanya
Sebuah cinta seorang pemudi yang mencinta seorang pemuda
Yang telah lama mengenal dan sering bertemu

Sekali lagi ini tentang cinta
Cinta yang mungkin tak pernah menemui titik terang
Hanya berjalan perlahan dan takut akan kegelapan
Cinta yang selalu mengharapkan sebuah kebahagiaan
Takut ditinggalkan dan hanya mampu berteriak pada diri sendiri
Memaki kelakuan yang diciptakan sendiri

Tentang cinta
Cinta yang telah lama terpedam di dalam hati
Cinta yang hanya mampu terucap dalam hati
Cinta yang hanya mampu berjalan di tempat
Yang terasa jauh tapi ternyata tetap di tempat

Tentang cinta
Yang sempat membuat bimbang
Membuat warna merah muda menjadi kelabu
Yang semakin lama berubah menjadi hitam dan tak terlihat lagi

Tentang cinta
Yang kini menunggu kepastian
Sebuah kepastian antara buruk dan baik
Kepastian yang membawa kita menuju langkah selanjutnya

Tentang cinta
Cinta antara aku dan kau
Cinta yang aku ciptakan dengan hati yang tulus
Walaupun mata tak bisa melihat jelas
Tapi dengan kaca mata ketulusan aku mampu melihatmu dengan jelas

Tentang cinta
Cinta yang telah Tuhan kirimkan kepadaku
Cinta yang sampai kini tak ada kabarnya
Entah akan baik atau justru sebaliknya
Seperti angin yang bertiup kencang
Seperti hujan yang memberikan kemakmuran
Tapi juga seperti guntur yang tiba-tiba menggelegar menyakitkan telinga

Tentang cinta
Yang entah mau kemana jalannya
Dan aku pun hanya mampu mengikuti arus jalannya
Menantang hujan, mendekati badai
Berharap kau datang dan memanggilku untuk kesekian kalinya

Tentang cinta, yang masih aku tunggu cerita akhirnya
Dengan harapan kau tetap masih ada di sisiku
Sampai akhir cerita cinta ini...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...