Langsung ke konten utama

Kata-kata tentangnya....



Memulai untuk memejamkan kedua mata
Mengingat satu persatu kejadian yang telah terjadi
Mengingat yang bahagia, yang menyedihkan
Berharap yang bahagia bisa terulang dan yang menyedihkan bisa terlupakan
Berharap masih ada bahagia di depan sana dengan yang tersayang
Dan berharap bisa membuka mata dan melihat sebuah senyuman dari semua orang yang mengenaliku

Kadang ada rasa kecewa karena tak bisa membuatmu bangga dengan adanya diriku
Kadang ada rasa cemburu melihat anda tertawa bersamanya
Bersenandung bersama, menyenandungkan hal yang sama
Terkadang memang terlihat egois tapi itu rasa yang aku miliki tentang anda
Terkadang rasa ini juga memberatkan
Membuat hati terasa ingin menangis dan menangis
Membuat jantung yang kembali berdetak lebih cepat
Membuat mata yang kini menajamkan pandangannya kepada 1 titik fokus
Yaitu kepada anda yang duduk di sana
Membuat tenggorokan ini terasa kering dan sulit untuk mengucapkan “maaf”

Kembali untuk memejamkan kedua mata
Berharap apa yang aku katakan dalam hati anda dengar baik-baik
Bahwa aku sungguh ingin melihat anda tersenyum karenaku
Walaupun itu hanya 1 kali
Ingin mendengarkan senandung yang mungkin tak terlalu indah itu untukku
Dan ingin sekali lagi bisa duduk bersama dengan anda di sini yang mungkin bisa untuk pertama dan terakhir kali
Dan kali ini semakin dalam aku berharap
Berharap Tuhan mendengar dan mengabulkan harapanku
Kalaupun itu salah, aku ingin ganti yang bisa membuatku bahagia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...