Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

Walau 1000 Tahun lamanya....(katanya)

Vero Anindia Setia, yah nama lelaki yang selalu gw ingat-ingat senyumannya. Senyuman yang mungkin sekarang jarang gw lihat, atau lebih tepatnya nggak pernah lihat lagi. Bukan karena dia udah meninggal tapi sekarang gw sendiri nggak tahu dimana dia.  Vero adalah cinta pertama gw di bangku SMA, dia mengenalkan gw tentang cinta yang mungkin dalam pengertian cinta tidak harus memiliki . Iya memang rasanya nggak adil tapi justru kita bisa belajar untuk bersabar dan ikhlas dalam menghadapi ketidak adilan atau ketidak pasan dengan apa yang kita inginkan. Gw juga seperti itu, awalnya gw sangat-sangat nggak terima karena yahh setelah lama dekat ternyata dia bukan orang yang gw maksud, dia telah memilih yang lain tapi lama-kelamaan gw jadi sadar dan tahu tanpa dia pun gw masih bisa mencari yang lebih baik. Gw satu kelas sewaktu SMA hingga kelas 2, tahun pertama kita kurang akrab tahun kedua kita mulai akrab dan tahun ketiga adalah final gw untuk belajar mencintai seorang Vero, ...

Edisi Kawah Putih....nemu nih

Kawah Putih, 12 Desember 2000 Naif-Senang Bersamamu Acara study tour ketika SMA kelas 2. Dan gara-gara acara itu akhirnya aku dan dia bisa tambah dekat. Berawal karena dia takjub dengan pemandangan Kawah Putih dan meminta aku untuk mengambil potretnya dengan latar belakang danau Kawah Putih.  Aku hanya tertawa melihat dia tersenyum kagum dan menyenangkan, tapi sayang sekali dia juga meminta untuk difoto bersama perempuan terdekatnya. Tapi aku tetap tersenyum dan berusaha untuk profesional sebagai TEMAN BIASA. Sampai akhirnya rombongan SMA kami harus pulang ke kota asal. Layaknya orang yang sedang jatuh cinta, aku tersenyum sendirian mengingat kejadian di Kawah Putih. Dan sesekali melihat foto-fotonya. Tiba-tiba saja dia muncul dan memaksa teman satu kursiku untuk pindah kekursinya. Awalnya aku juga keheranan, tapi ternyata dia pengen melihat foto-foto tadi. Mungkin Tuhan sedang berpihak kepadaku, hingga kota tujuan dia duduk sekursi denganku. Bahkan dia ju...

Memilih itu...

Salah pilih itu wajar, dan nggak sepenuhnya salah total atau kesalahan yang besar. justru dari kesalahan itu kita jadi tahu apa yang perlu diperbaiki sewaktu melakukan hal yang sama atau hampir sejenis.  Berjuang dalam cinta itu juga nggak salah, karena itu sebagai tanda bukti bahwa kita serius dan beneran. Tapi...kalau berjuang ya sewajarnya dan semampunya aja, jangan maksa keadaan supaya berpihak kepada kita. Kita harus lihat kenyataanya, kita harus jli membaca bahasa tubuh orang lain, karena siapa tahu jawaban dari pertanyaan kita dia jawab dengan bahasa tubuh, menjauh misalnya berarti itu tandanya dia tidak mau kita mendekatinya dan berharap lebih dari temen. Nah, ngomong-ngomong soal memilih, gw pernah ada pengalaman soal memilih seseorang. Istilahnya sih bukan memilih tapi mengagumi seseorang. Jadi, adalah temen gw yang kebetulan dia itu keren, ganteng, populer dan sungguh-sungguh jadi idola banyak kalangan baik muda maupun tua. Dia pinter juga, dan sering jadi ...

Yap, Sukses Jomblo

JOMBLO! Kebanyakan orang memandang rendah degan plakat JOMBLO. Ada sebuah artikel yang juga mengatakan hal serupa, sorry bukan Cuma sebuah, bahkan banyak artikel yang mengatakan hal serupa. Gw sih biasa aja, gw JOMBLO tapi gw rasa plakatJOMBLO itu nggak selamanya akan jelek dimata manusia, karena gw yakin suatu hari nanti mereka bakalan pengen ngrasain gimana rasanya JOMBLO. Gw juga masih bersyukur karena ada juga artikel yang membela kaum jomblo, bahkan lebuh banyak dari yang merendahkan kaum jomblo. Entah itu karena memang kasihan atau memang terlalu banyak yang JOMBLO di dunia ini. JOMBLO bukan berarti nganggur ya, karena pasti mereka akan mempunyai kesibukan yang berarti, misalnya stalking timeline milik gebetan/mantan tiap hari. Sibuk banget kan?! Ya lah sibuk, sibuk ngelihatin status FB/Twitter orang yang lagi pacaran, sibuk meratapi kejombloan malam minggu sampek sibuk mencari kesibukan agar lupa kalau jomblo. Indonesia memang satu, Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda ta...

Detektif Cinta...

Jatuh cinta...itu adalah rasa yang terkutuk bagiku karena selalu gagal dalam misi jatuh cinta. Kali ini entah keberapa kalinya aku merasakan jatuh cinta, tapi aku yakin kalau ini adalah calon cinta yang gagal. Jatuh cinta level gw kelihatan cethek, awalannya pasti karena sebuah senyuman yang mampir ke mata dan akhirnay bener-bener bisa turun ke hati. Padahal beleum tentu orang yang gw suka itu baik perfect atau apalah. Dan setelah gw tahu atau gw cukup benar menyukai atau sekedar mengaguminya pasti semuanya bakalan kayak orang gila. Gw akan cari tahu informasi detail tentang laki-laki itu dan pasti akan mencari kesempatan untuk mencuri-curi pandang. Seperti halnya saat ini, saat dimana gw bener-bener merasakan yang namanya jatuh cinta. Entah kali ini laki-laki yang gw kagumi akan merasa rugi atau sebaliknya, tapi yang jelas gw merasa untung karena dia adalah laki-laki yang pintar dan keren, sayangnya dia pendiam dan sedikit cuek. Layaknya orang pintar berbekal penyama...