Langsung ke konten utama

Memilih itu...



Salah pilih itu wajar, dan nggak sepenuhnya salah total atau kesalahan yang besar. justru dari kesalahan itu kita jadi tahu apa yang perlu diperbaiki sewaktu melakukan hal yang sama atau hampir sejenis. 

Berjuang dalam cinta itu juga nggak salah, karena itu sebagai tanda bukti bahwa kita serius dan beneran. Tapi...kalau berjuang ya sewajarnya dan semampunya aja, jangan maksa keadaan supaya berpihak kepada kita. Kita harus lihat kenyataanya, kita harus jli membaca bahasa tubuh orang lain, karena siapa tahu jawaban dari pertanyaan kita dia jawab dengan bahasa tubuh, menjauh misalnya berarti itu tandanya dia tidak mau kita mendekatinya dan berharap lebih dari temen.

Nah, ngomong-ngomong soal memilih, gw pernah ada pengalaman soal memilih seseorang. Istilahnya sih bukan memilih tapi mengagumi seseorang. Jadi, adalah temen gw yang kebetulan dia itu keren, ganteng, populer dan sungguh-sungguh jadi idola banyak kalangan baik muda maupun tua. Dia pinter juga, dan sering jadi juara kelas. Cara berpakaiannya, akhlaknya, cara bicaranya dan suaranya yang memang sangat menggetarkan hati ini yang membuat banyak orang jadi terkagum-kagum.

Kalau dibandingkan dengan keadaan gw, mungkin ibarat bumi dan langit, gw bumi dia langit yang paling atas dan perlu banyakkkkkkkkkkkkkkkk waktu untuk bisa menggapainya itupun kalau ternyata dia masih kosong, kalau udah keisi ya turun lagi. Tapi gw mencoba, gw selalu mencoba hal yang menurut gw bertolak belakang. Walaupun hasil negatif bakalan kedenger tapi gw selalu pengen ngrasain yang namanya berjuang. 

Yahh tapi memang bener aja, sebelum akhirnya gw bener-bener sampai ke titik tengah gw udah dapet kabar kalau dia telah dimiliki, alias udah keisi. Memang kelihatan setimpal karena si ceweknya pun cantik dan sangat-sangat lembut ketika berbicara. Wow!! Ketika tahu soal itu gw hanya senyum bahkan ketawa ngikik karena kegilaan gw.

Kecewa sih, siapa coba yang nggak kecewa tapi ya positif aja sih. Dan akhirnya gw memilih pergi, lanjutlah lanjut dijalan yang sama tapi bedanya kalau ketemu kelokan gw milih belok tidak sesuai peta awal dan mencari pengalaman baru yang lebih menantang. Mungkin emang belum waktunya aja gw sama tuh anak bisa saling ngomong dari hati ke hati, atau bahkan nggak akan ada waktu untuk itu.

Yang jelas, selama gw masih hidup, selama Tuhan Allah masih menjadi keteguhan iman gw yang pertama semuanya akan ada jalan masing-masing. Itulah untungnya kita melihat realita, kita bisa mengira-ira apa sih akhirnya tapi kita juga harus berusaha terlebih dahulu karena siapa tahu Tuhan Allah mengubah jalan ceritanya ketika melihat kita bersungguh-sungguh dalam berusaha.

So, jangan takut gagal men, jangan takut kalau loe salah langkah, karena di mata Tuhan Allah usaha kita sah-sah aja asalkan nggak menyimpang tindak-tutur akhlak yang telah Tuhan Allah gariskan di Al-qur’an dan Al-hadist. Yang penting cinta kita kepada Tuhan Allah yang tetap harus berkobar tak pernah padam sama seperti lagunay Sandy Sandoro.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...