Salah
pilih itu wajar, dan nggak sepenuhnya salah total atau kesalahan yang besar.
justru dari kesalahan itu kita jadi tahu apa yang perlu diperbaiki sewaktu
melakukan hal yang sama atau hampir sejenis.
Berjuang
dalam cinta itu juga nggak salah, karena itu sebagai tanda bukti bahwa kita
serius dan beneran. Tapi...kalau berjuang ya sewajarnya dan semampunya aja,
jangan maksa keadaan supaya berpihak kepada kita. Kita harus lihat kenyataanya,
kita harus jli membaca bahasa tubuh orang lain, karena siapa tahu jawaban dari
pertanyaan kita dia jawab dengan bahasa tubuh, menjauh misalnya berarti itu
tandanya dia tidak mau kita mendekatinya dan berharap lebih dari temen.
Nah,
ngomong-ngomong soal memilih, gw pernah ada pengalaman soal memilih seseorang.
Istilahnya sih bukan memilih tapi mengagumi seseorang. Jadi, adalah temen gw
yang kebetulan dia itu keren, ganteng, populer dan sungguh-sungguh jadi idola
banyak kalangan baik muda maupun tua. Dia pinter juga, dan sering jadi juara
kelas. Cara berpakaiannya, akhlaknya, cara bicaranya dan suaranya yang memang
sangat menggetarkan hati ini yang membuat banyak orang jadi terkagum-kagum.
Kalau
dibandingkan dengan keadaan gw, mungkin ibarat bumi dan langit, gw bumi dia
langit yang paling atas dan perlu banyakkkkkkkkkkkkkkkk waktu untuk bisa
menggapainya itupun kalau ternyata dia masih kosong, kalau udah keisi ya turun
lagi. Tapi gw mencoba, gw selalu mencoba hal yang menurut gw bertolak belakang.
Walaupun hasil negatif bakalan kedenger tapi gw selalu pengen ngrasain yang namanya
berjuang.
Yahh
tapi memang bener aja, sebelum akhirnya gw bener-bener sampai ke titik tengah
gw udah dapet kabar kalau dia telah dimiliki, alias udah keisi. Memang
kelihatan setimpal karena si ceweknya pun cantik dan sangat-sangat lembut
ketika berbicara. Wow!! Ketika tahu soal itu gw hanya senyum bahkan ketawa
ngikik karena kegilaan gw.
Kecewa
sih, siapa coba yang nggak kecewa tapi ya positif aja sih. Dan akhirnya gw
memilih pergi, lanjutlah lanjut dijalan yang sama tapi bedanya kalau ketemu
kelokan gw milih belok tidak sesuai peta awal dan mencari pengalaman baru yang
lebih menantang. Mungkin emang belum waktunya aja gw sama tuh anak bisa saling
ngomong dari hati ke hati, atau bahkan nggak akan ada waktu untuk itu.
Yang
jelas, selama gw masih hidup, selama Tuhan Allah masih menjadi keteguhan iman
gw yang pertama semuanya akan ada jalan masing-masing. Itulah untungnya kita
melihat realita, kita bisa mengira-ira apa sih akhirnya tapi kita juga harus
berusaha terlebih dahulu karena siapa tahu Tuhan Allah mengubah jalan ceritanya
ketika melihat kita bersungguh-sungguh dalam berusaha.
So,
jangan takut gagal men, jangan takut kalau loe salah langkah, karena di mata
Tuhan Allah usaha kita sah-sah aja asalkan nggak menyimpang tindak-tutur akhlak
yang telah Tuhan Allah gariskan di Al-qur’an dan Al-hadist. Yang penting cinta
kita kepada Tuhan Allah yang tetap harus berkobar tak pernah padam sama seperti
lagunay Sandy Sandoro.
Komentar
Posting Komentar