Perjalanan
ke Jogja, 1 Januari 2016
Hari
ini, adalah hari pergantian tahun. islam mengatakan bahwa tahun ini akan
semakin jelek daripada tahun lalu. Aku percaya, karena semakin bertambah hari
semua itu ikut berkembang dan melahirkan dampak yang berbeda-beda pula. Tapi
kali ini aku berharap, bahwa tahun yang aku pijak malam-malam ini menjadi lebih
baik karena pilihanku meninggalkan semua penat di Jakarta. Misa, perempuan yang
aku cintai sekarang berubah. Dia mulai memaksa dan mengatur kehidupanku dan itu
membuatku bosan dengan hubunganku sendiri.
Kembang
api yang menghiasi langit malam ini membantu bintang membuat manusia-manusia
tersenyum dan melahirkan wajah dengan harapan baru. Tapi sayangnya tidak
untukku, dalam bus antar kota ini diam-diam aku mulai menggaruk
kenangan-kenangan lama baik yang menyenangkan maupun sebaliknya. Tapi
pemberhentian sementara di salah satu pom bensin akhirnya menyuruhku keluar
sekedar mengintip kemeriahan kota yang aku lewati.
Banyak
pesan dan telepon dari Misa, yang isinya meminta maaf dan berharap aku kembali
ke sisinya. Aku hanya mendiamkan isi pesannya bahkan semua sosial media yang
aku punya tidak aku buka seharian. Banyak pula teman-teman Misa yang menyuruhku
untuk kembali tapi langkahku mantap untuk pergi dari Jakarta.
Rumah
lik Tarjo yang aku tumpangi selama di
Jogja. Pekerjaanku pun mudah, menulis, menulis, dan menulis. Mengirim kritik ke
koran-koran dan menulis cerita-cerita pendek ke web atau lomba-lomba bahkan
hingga majalah. Lumayan ongkos apresiasi itu bisa membantu ekonomi lik
Tarjo.
Sampai
akhirnya ada yang berbaik hati menawariku untuk menerbitkan kumpulan-kumpulan
karyaku. Mengenalkanku pekerjaan baru dalam sastra, ilmu menulisku pun juga
ikut bertambah. Bahkan akhirnya aku menemukan hal baru, seperti teman,
keluarga, dan cinta.
Aku
sadar, bahwa meninggalkan yang dicintai
di waktu lampau itu tidak sepenuhnya salah dan mengintip waktu yang akan datang
itu juga tidak sepenuhnya salah, berani melangkah itulah yang membuat semuanya
kelihatan benar dan tidak sepenuhnya salah.
***
Komentar
Posting Komentar