Langsung ke konten utama

H-semalam

Besok senin, kerja lagi. Butuh 6 hari untuk sampai minggu lagi. Sama kayak gue yang butuh waktu lagi buat kembali normal bisa terima kalau lo bukan buat gue lagi.
(Efek kurang liburan)

Malam ini gue sengaja muncul untuk bersiap posting seperti awal awal gue balik. Semoga aja kedepannya nggak pernah kehabisan stock buat diposting.

Malam ini gue lagi buntu mau nulis cerita jadi nulis yang nggak penting aja dulu siapa tahu ada ide lewat sebelum jam ngantuk.

Malam ini gue lagi seru dengerin lagu One Ok Rock-Good Goodbye. Lagunya enak banget buat ngegalau.

Malam ini, dia kembali dengan segala kelebihannya, dengan segala kekurangannya, dengan segala kemurahannya, dengan segala kemahalannya. Iya, dia adalah minimarket deket rumah yang lagi promo.

Malam ini, dia pulang dengan cerita tapi bukan untuk gue, dia bercerita kepada dunia betapa hebatnya dia mencapai angka 1736 dan memamerkan wajah yang tak pernah membuatku pangling. Iya, dia abang gue yang dapet skor tertinggi main game terus dipamerin ke gue.

Malam ini, gue yang mulai kelelahan. Memikirkannya, ini semacam serangan jantung yang awalnya tenang tiba tiba "deg" dan seketika membuat kalap. Iya, gue kehabisan duit gegara lihat promo di minimarket dan gaji gue habis.

Malam ini, gue benar benar ingin mengatakan bahwa gue masih sama seperti dulu. Semua masih sama, perasaan, harapan, dan cerita setiap harinya.

Inilah gue yang setiap kali kalut pikirannya dan kebingungan mencari pelarian. Kemudian memilih berbicara dengan ponsel persegi panjang 5 inchi, berharap ada ketenangan disana.

Terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...