Langsung ke konten utama

Kau masih

Siapa pernah lihat film Baracas?
Kalau pernah, pasti nggak asing lagi sama lirik ini

"Kau masih hidup, juga mengapa. Ku menyesal pernah bertemu"

Hahaha, pertama kali gue denger hymne itu langsung kayak "jlebb" gue ngerasa itu banget.

Ditahun-tahun kemarin gue ada sesi curcol dan itu semua nyeritain kisah asmara gue saat masih menjadi abg labil kuadrat. Dimana kata kata keluar begitu aja dengan polosnya, dimana ada kalimat kalimat ngaco yang sampai sekarang gue nggak tahu darimana asal pemikiran penyusunan kalimat itu. Tapi asyik juga, hahaha dan jangan harap kalau gue bisa melakukan hal itu lagi sekarang.

Berhubung ini gue senggang jadi menyempatkan diri untuk kembali berinteraksi dengan pembaca (kalau ada) atau sekedar mencurahkan pemikiran gue setelah mungkin terpendam cukup lama.

Adalah tentang perasaan yang masih saja sama. Orang terakhir yang gue bahas dan berhubungan dengan permasalahan hati adalah orang yang sama juga disituasi ini. Intinya sih gue gagal move on setelah bertahun tahun lamanya.

Gue sendiri juga heran, kenapa bisa gue memendam perasaan itu begitu lama tanpa gue melihat dia, tanpa pernah ada komunikasi, sekalinya ketemu guenya yang hindar. Tapi begitulah kenyataannya.

Kadang kalau gue bener bener dalam keadaan down gegara masalah itu, gue mikir kenapa Tuhan selalu memberikan cerita seperti ini, dimana orang yang gue harapkan justru mengharapkan orang lain. Suka benci juga, tapi dibawa perjalanan waktu gue sadar justru itu memang yang terbaik buat gue.

Gue rasa kalimat "Tuhan lebih tahu mana yang terbaik untuk kita" atau kalimat lain yang intinya sama udah sering banget terdengar dan memang benar.

Dari zaman SMP gue selalu diwanti wanti untuk nggak pacaran dan memang sejak saat itu juga tiap kali gue suka sama orang pasti bertepuk sebelah tangan, bahkan gue sampai mengungkapkan perasaan itu ke lakinya dulu. Atau pernah juga ada yang suka sama gue tapi gue nggak suka sama dia.

Gue mikir, mungkin emang gue lebih baik sendiri tanpa pernah ngerasain yang namanya pacaran. Positive thinking aja, tapi ya beratnya kenapa perasaan itu nggak sekalian aja ilang.

Jujur aja, sampai saat ini gue masih mengharapkan dia. Gue masih sering diam diam melihat timeline-nya, masih kepo story-nya tapi ya tetep aja sikap dingin yang selalu gue dapet.

Kadang gue juga ngayal, kalau dia sebenernya juga memiliki perasaan yang sama tapi dia juga ragu apabila diungkapkan sekarang, dimana mungkin posisi dia yang tidak memungkinkan atau tentang keluarganya. Gue selalu mikir apa jangan jangan kebetahan perasaan gue ini menandakan dia jodoh gue tapi bukan saat ini, melainkan waktu yang akan datang, saat semuanya tepat.

Nggak pernah ada habisnya kalau curhat. Hahaha
Gue sendiri jadi kagok kalau cerita di sini.

Yah, saat ini emang yang terpenting adalah kita yang selalu percaya bahwa Tuhan itu tidak mungkin membuat keadaan hamba-Nya terpuruk suatu saat Dia akan menggantinya dengan keadaan yang sangat baik nan indah.

Gue berharap, setelah beberapa kali kena tamparan dingin dari dia, gue bisa belajar mengikhlaskan, gue bisa berpindah dan melupakan walaupun nggak mungkin bisa semuanya, pasti ada bekasnya. Tapi setidaknya perasaan yang gue rasakan udah berkurang.

Terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...