Langsung ke konten utama

Molor lagi

Sangat disayangkan minggu minggu yang diharapkan bisa balik dengan normal malah semakin molor.

Pertama, tulisan yang gue kira masuk draf dan bisa dipost setiap waktu ternyata itu draf kalau dipost masuk ke hari penulisan jadi sama aja tenggelam dan gue males buat benerinnya hahaha.

Kedua, stock draf habis gue belum sempet buat ngejok lagi dikarenakan waktu tersita oleh pekerjaan di toko.

Ketiga, mood yang berubah ubah dan malas yang tidak beraturan.

Atas semua hal tersebut, gue minta maaf.

Selanjutnya, berita lain lain yaitu tentang BTS yang akan comeback pada Agustus esok dengan Love Yourself-Answer. Selain itu agensi Big Hit Entertainment itu mengeluarkan lighstick versi ketiga untuk BTS. Huh...album kemarin dan lightstick versi 1-2 aja belum kebeli udah ada aja lainnya, belum nanti ada summer package atau dvd konser, belum juga katanya akan ada konser lagi.

Baiklah cukup. Gue berasa seperti pecahan batu yang tercecer dijalan kalau bahas BTS.

Selain BTS gue juga merekomendasikan untuk mendengarkan lagu lagu milik Adhitia Sofyan. Lagu lagunya beneran enak untuk nyantai, relaksasi. Apalagi kalau lo dengerinnya sambil sepedaan dimana dipinggirnya terbentang pantai yang biru nan cerah, angin semilir, matahari yang nggak begitu terik.

Lagu yang paling gue rekomendasikan adalah Adelaide Sky, Blue Sky Collapse, September, Forget Jakarta, Memilihmu dan sebenernya masih banyak lagi tapi suka lupa judulnya.

Pada baris penutup ini gue sekali lagi meminta maaf dan terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...