Langsung ke konten utama

Ucapan selamat kembali

Kurang lebih 1 tahun lebih udah nggak aktif posting blog dan akhirnya gue memutuskan untuk kembali lagi tahun ini. Walaupun gue sendiri nggak yakin masih ada atau nggak yang lihat blog ini, secara gue nggak pernah ngiklanin dan gue juga nggak ikutan untuk share link atau memasukkan nama blog gue ke daftar pencarian yang ditawarkan itu.

Dulu ketika pertama kali gue buat blog ini sekitar kelas 2 SMA kalau nggak salah dan waktu itu bahasannya juga soal cinta-cintaan yang galau galau alay gimana gitu, dan sebenernya kembalinya gue tahun ini juga kurang lebih masih mempertahankan konsep itu bedannya mungkin gue bukan memposting curhatan secara gamblang kayak orang cerita, tapi lebih ke karangan cerita fiksi pendek seperti yang sebelumnya gue post atau puisi-puisi, kata-kata (sok bijak).

Kenapa masih sama soal cinta-cintaan? karena itu problematika anak muda yang paling deket sama diri gue pribadi selain itu juga curahan hati juga sih, hahaha. Tapi nggak melulu soal kegalauan atau patah hati, nanti ada juga mungkin cerita yang happy atau puisi yang menceritakan kemenangan dalam soal cinta. Selain itu juga soal anak muda yang temanya kurang lebih seputar masalah-masalah anak muda labil, perdebatan tentang masa depan, menyelesaikan masalah, menentukan pilihan dan lainnya.

Gue rasa itu sambutan pembuka tahun ini dan persembahan gue sebelumnya.
Semoga dengan ini gue bisa kembali aktif memposting di blog yang postingannya udah banyak ngelebihin blog-blog gue yang lain.

Terima kasih
-NRM-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...