Langsung ke konten utama

Sharing aja

Selamat malam waktu yang sudah ditentukan (baper)

Malam ini gue akan bercerita atau bertukar pengalaman tentang tulis menulis dan ini untuk pertama kalinya gue sharing opini opini tentang menulis diranah umum manusiawi, karena biasanya cuma gue simpen sendiri dan mencoba berbicara dengan batin sendiri.

Oke, kelamaan, langsung aja!

Tentang tulis menulis, dasar ketika kita akan menulis menurut gue adalah memperkaya perbendaharaan kata kemudian kita harus tahu pasti hal apa yang akan kita tulis. Misal kita akan membuat sebuah cerita pendek, kita harus tahu awalnya seperti apa bagian tengahnya/konflik/klimaks seperti apa hingga berakhir seperti apa.

Kalau gue biasanya banyakin baca baca novel atau apalah tulisan tulisan yang lain untuk mempermudah memperkaya kosa kata bahasa indonesia atau bahasa asing. Selain itu dengan membaca kita juga akan tahu, gimana sih membuat sebuah cerita, gimana sih menyampaikan cerita kalau sudut pandangnya orang pertama, dan seterusnya. Dari membaca kita juga bisa lebih dapet inspirasi mungkin dalam menyusun alur cerita untuk karya kita mendatang.

Menurut gue gini, mungkin kalau untuk karya iseng iseng, atau bukan untuk ajang lomba hanya untuk belajar dan belajar hal terpenting ya itu tadi kita benar benar tahu apa yang kita tulis agar apa maksud yang ingin kita sampaikan bisa benar benar sampai ke orang yang membaca. Untuk hal semacam itu gue rasa kosa kata umum udah cukup nanti tinggal pemilihannya yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi ceritanya.

Jangan sampai kita membuat tulisan yang justru malah bikin tambah pusing orang yang mencari hiburan. Jangan berbelit belit nanti jadinya malah bikin kebelet.

Selain itu, hal yang paling penting adalah menata niat dan menjaga mood. Percuma kita punya kosa kata banyak, kerangka ceritanya udah siap, tapi males dan moodnya sedang ambyar itu sama saja. Ibarat bubur yang kebanyakan air bukannya enak tapi gimanaa gitu.

Nah pertanyaannya! Gimana cara menjaga mood? Kalau niat sih biasanya ada tapi mood-nya tadi yang perlu dicari. Kalau gue pribadi biasanya gue akan rehat sebentar mungkin nonton tv, film atau dengerin lagu yang bisa bikin kita semangat lagi, biasanya yang lagu lagu ngebeat gitu. Selain itu main game juga bisa bikin mood gue balik lagi.

Menurut gue mood itu diperbaiki dengan merelaksasikan tubuh kita serta pikiran kita. Jadi buat nyantai nyantai aja, jalan jalan juga bisa, makan juga oke oke aja. kadang beda orang beda cara mereka untuk menata mood yang udah berantakan.

Setelah cerita dibuat dan berhasil selesai, kita masih perlu mengulangi membaca cerita tersebut untuk mengecek apakah ada typo typo atau kalimat yang perlu direvisi lagi. Kalau gue biasanya nunggu beberapa jam atau hingga berhari hari baru gue baca lagi agar lebih terasa aja kurangnya. Ini ilmu gue dapet dari bang raditya dika di blognya dulu.

Tentang pemilihan judul yang harus menarik dan konten kontennya yang menjamin oke juga.

Ketika ada seseorang yang sudah menyukai tulisan kita, bersyukurlah dan buat dia terus menanti karya kita selanjutnya. Dengan catatan buat karya selanjutnya dengan ide yang lebih fresh jangan tema sama, mungkin 1-2 kali mereka tidak masalah tapi apabila berulang kali bisa aja bikin bosen si pembaca.

Nah soal publikasi atau pengenalan karya kita ke publik. Salah satunya dengan membuat blog dan berani mempromosikan blog kita. Selain itu kalau berani ikut lomba-lomba menulis yang biasanya sering diadakan pas bulan bahasa. Atau juga bisa dimulai dengan kita mengirim cerita kita ke temen temen terdekat kita untuk menilai.

Gue biasanya pakai cara terakhir, karena gue tergolong orang nggak sabaran dan ingin cepat mendapat respon pembaca. Setelah si pembaca itu menilai oke baru gue akan mengepost ke ranah lebih luas lagi melalui dunia maya.

Pas banget nih, soal publikasi, kebetulan blog NRM ini juga menerima karya karya dari kalian untuk dipublikasikan. Jangan khawatir soal biaya karena ini gratis! Dengan catatan karya original buat sendiri, apabila membantu temannya perlu juga menyertakan biodata penulis asli dan biodata pengirim.

Kemana ngirimnya kakak? Kalian bisa cek di kolom About untuk mengirim karya tersebut baik via email PC/DM.

Sepertinya sesi malam ini cukup sekian, semoga obrolan ini sedikit menambah wawasan dan bisa membangkitkan keinginan kalian untuk menulis.

Gue juga buka sesi tanya jawab nih soal tulis menulis atau pengalaman, yang pengen tanya langsung aja cek sosial media kita atau kirim email juga bisa.

See ya!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...