Langsung ke konten utama

Edisi nonton pertandingan bulutangkis French Open 2018

Untuk kedua kalinya gue melakukan live streaming pertandingan bulutangkis di tahun 2018 ini untuk lihat permainan Anthony Sinisuka Ginting, pemain idola gue yang tercinta, (sayangnya udah ada yang punya)

Dan untuk kedua kalinya juga ginting kalah diawal babak penyisihan. Kayaknya dia lagi nggak fokus banget mainnya. Kecewa sih, tapi nggak apa apa, perjalanan dia masih panjang, (sepanjang perjalanan gue mencari jodoh)

Tadi gue iseng iseng lihat blog dari mbak Ameliawidy, isi blognya adalah semua tentang bulutangkis, dia menceritakan pertandingan pertandingan yang ia ikuti. Huft, ngiri bet sama mbal wid, yang bisa deket sama atlet bulutangkis, bisa foto bareng. Apalah dayaku yang modal kuota, streaming, dan screenshot doang.

Barusan gue baca artikel berita tentang komentar ginting atas kekalahannya hari ini, yang intinya dia kesulitan mengontrol shuttlekock yang lebih berat, itu inti yang gue dapet dan feelingnya kurang pas di lapangan.

Selain ginting ada Fitria dari WS yang harus berhenti di awal penyisihan kali ini. Nggak papa, namanya juga pertandingan pasti ada menang ada kalah. Yang penting harus bisa bangun semangat dan kembali berjuang. Jadikan kekalahan hari ini sebagai pelajaran untuk pertandingan selanjutnya.

Buat para pers yang bertugas selama pertandingan semoga selalu diberikan kesehatan dan angel yang bagus biar fotonya oke punya.

Semoga perwakilan Indonesia yang tersisa di pertandingan French Open 2018 ini bisa menang dan bawa medali emas buat negara kita tercinta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...