Oke, gue kembali.
Kali ini gue akan menjawab satu pertanyaan yang berhasil masuk. Iya, satu pertanyaan, itupun dari imajinasi gue sendiri untuk bahan update malam ini.
Sungguh mengenaskan
Oke, karena seperti yang sudah gue katakan tidak ada pertanyaan yang masuk maka gue akan bercerita aja tentang perjalanan gue dalam dunia tulis-menulis.
Pertama kali gue mengerti tentang tulis-menulis tentu saja sejak pendidikan taman kanak kanak, di sana gue diajarin tulis menulis, kemudian berkembang dari kata per kata kemudian dirangkai menjadi kalimat kalimat dan tersusun menjadi sebuah paragraf hingga berparagraf.
Oke, bercanda
Waktu itu gue baru aja masuk sekolah menengah pertama, dimana gue tertarik dengan menulis Dairy. Entah waktu itu film/sinetron macam apa yang gue tonton sehingga akhirnya gue mengambil salah satu buku tulis dan menjadikannya sebuah dairy yang setiap kali pulang sekolah gue isi.
Jangan tanya seperti apa isinya?! Karena gue akan bilang sendiri. Mungkin pada saat itu bahasa yang gue pakai terlihat normal dan baik baik saja tapi setelah gue baca kembali pada masa ini, gue merasa sangat bodoh dan malu. Pertama, penggunaan bahasa gaul tapi ujungnya terasa seperti anak salah gaul. Kedua, mencoba memadukan antara bahasa indonesia dengan bahasa asing yaitu Inggris, mungkin kalau pas akan terlihat keren tapi saat itu jadinya malah katrok.
Tradisi menulis dairy itu terus berlanjut hingga gue SMA. Tapi sebelumnya gue juga sempat melakukan tulis menulis dalam bentuk surat. Ini juga gue pikir bener bener merasa bodoh, gue berkirim surat dengan teman satu kelas gue, seorang perempuan, dan isinya hanyalah sebuah curhatan. Pertama dan terakhir, sudah jelas gue satu kelas sama dia kenapa masih pakai surat juga gitu, padahal kalau pulang juga bareng.
Puncak gue benar benar mengenal dunia tulis menulis dalam tahap serius adalah ketika gue memasuki kelas 3 SMP, waktu itu salah satu temen gue di rumah mengenalkan gue sebuah novel karya Raditya Dika yaitu Cinta Brontosaurus.
Sejak saat itu gue mulai tertarik dengan sosok Raditya Dika, baik dari novelnya, perform Standup Comedy-nya, karya film pertamanya yaitu Kambing Jantan. Gue juga menyempatkan mencari blog-nya dan ada beberapa ilmu kepenulisan yang gue ambil dari sana (seperti yang gue katakan di postingan sebelumnya).
Dalam bangku SMP dan saat-saat ketertarikan gue dalam sastra gue berhasil menulis satu buah cerita di beberapa lembar buku tulis paling belakang yang pada akhirnya dilempar sana sini untuk dibaca oleh temen-temen gue.
Entah mereka menilai secara jujur atau hanya formalitas serta bumbu kasihan sama gue, mereka berkata "bagus".
Jelaslah, gue bangga, dalam hati bakat juga gue jadi penulis. Tapi pada kesempatan selanjutnya gue nggak bisa bikin cerita lagi. Sekalinya selesai pasti ceritanya nggak jauh beda sama cerita pertama yang gue buat. Alakhir, gue berhenti sejenak dan memilih mempelajari tata cara menulis melalui pelajaran bahasa indonesia. Selain itu waktu itu zaman zamannya gue banyak les dan latihan ujian untuk persiapan UN.
Lanjut ke sekolah menengah atas, gue masih menulis dairy dan masih dibuku, walaupun bukan buku tulis lagi. Hanya saja nggak bisa setiap hari gue menulis, hanya ketika sempat dan ada kejadian yang memang menarik dan perlu diingat ingat dilain waktu.
Berhubung gue anak IT, akhirnya dairy gue beralih menjadi dairy elektronik, dimana gue menulis di komputer/laptop. Mengikuti zaman teknologi dimana gue akhrinya tertarik dengan dairy di internet (penjelasan Raditya Dika tentang Blog), akhirnya gue membuat sebuah Blog dengan akun fake yang gue buat sebelumnya pada twitter.
Yaitu, yah ini Nailarachelia yang akhirnya gue ganti jadi NRM pada masa kebangkitan. Gue juga ada blog atas nama gue sendiri tapi waktu itu dikhususkan untuk tugas dan konten yang bermanfaat tentunya (walaupun ujungnya sama semua, nggak pernah diupdate).
Kenapa pakai akun palsu? Awalnya gue buat untuk medsos twitter, dengan tujuan biar abang abang gue pada kagak tahu kalau gue juga punya twitter. Eh, malah keterusan.
Kalau di blog, itu biar nggak ketahuan sama temen temen, gue malu aja sih kalau mereka tahu gue punya blog yang isinya curhatan, hahahaha (walaupun pada akhirnya jujur juga)
Kenapa namanya Nailarachelia? Nama itu gue ambil dari nama anak dari anaknya om gue yaitu Naila. Kalau Rachel sendiri dulu gue demen banget sama film legend Heart dengan tokoh rachel dan farel itu. Adapun Lia-nya hanya untuk pelengkap saja.
Nyesel apa nggak pake akun palsu? Ada manfaatnya juga sih tapi kalau untuk hal hal penting harusnya pakai akun asli aja. Efek gue pakai akun palsu waktu follow akun twitter temen SMA gue, pas gue buat akun asli followersnya kalah sama akun palsunya.
Kenapa akhirnya ngaku? Gue sendiri bingung kenapa kemarin ngaku, mana akhirnya temen gue juga udah ada yang baca lagi, hahaha. Malu bos! Tapi nggak papa, dengan menunjukkan wujud kita yang asli dengan kemampuan kita (yang seadanya) apabila bagus maka nilainya juga kita sendiri bukan nama orang lain.
Dalam dunia blog zaman SMA gue hanya bertahan sebentar. Waktu itu gue sibuk dengan pelajaran yang makin naik tingkatanya makin gila gue dibuatnya. Sesekali gue hanya membuat sebuah puisi atau kata kata (sok) puitis untuk diri gue sendiri. Maklum zaman zaman saat itu gue lagi dilanda suka sama orang, jadi sekalinya ngomong yang keluar kalimat pujangga.
Pernah sekali gue mengirim cerita pendek tentang kisah percintaan gue waktu SMP dan itu juga untuk pertama kalinya ada pembaca yang nyariin akun Facebook gue hingga kirim inbox hanya untuk mengatakan sebuah pujian dan ratapan. Hingga saat ini gue masih berteman di segala akun media sosial sama orang tersebut.
Dari orang itu pula, gue akhirnya terus belajar untuk menulis. Gue banyak membaca karya karya orang lain dan kembali menulis lagi walaupun selalu menemui mood berantakan atau berhenti di tengah jalan cerita secara tiba tiba dan nggak mau jalan lagi. Seperti itu berulang ulang bahkan hingga folder karya gue hanya dipenuhi cerita setengah jadi semua.
Gue kembali aktif lagi setelah lulus dan ada sedikit waktu luang untuk menulis. Hanya saja yah, seperti yang sudah sudah, ada cerita yang mungkin bosenin, ada beberapa yang udah biasa, dan segala penilaian yang ada. Gue hanya menyalurkan apa yang gue pikirkan melalui menulis dan mencoba membagi melalui blog ini, walaupun gue tahu nggak ada juga yang baca, hahaha.
Percuma dong lo nulis panjang lebar gini? Gue sama sekali tidak pernah berpikir seperti itu, mungkin benar tidak ada yang membaca tapi setidaknya mungkin ada yang nyasar 1 atau 2 orang, hahaha. Menulis juga menjadi salah satu hobi gue, jadi seperti inilah cara gue menyalurkan hobi. Selain itu, berhubung gue tipe orang yang susah berkomunikasi secara langsung (ngobrol/cerita langsung) jadi dengan menulis ini juga sebagai sarana gue mengeluarkan uneg uneg gue yang mungkin susah dikatakan kepada orang secara langsung.
Yang gue sayangkan adalah kurangnya media untuk menyalurkan karya karya yang sudah dibuat. Mungkin bisa dengan mengikuti ajang lomba, tapi bagi gue perlu juga sebuah blog yang memang khusus menerbitkan cerita cerita pendek maupun bersambung secara gratis. Karena dulu, sebelum gue akhirnya membuat blog, gue kesusahan cari website yang bisa nampung cerita gitu, ada beberapa tapi hanya satu yang bisa gue hubungi dan sekarang mungkin udah nggak bisa lagi.
Maka dari itu, gue menghidupkan kembali blog ini niatan juga sebagai tempat menampung karya karya yang belum menemui jalannya.
Nggak pernah gue bosan mengingatkan, bagi kalian yang punya karya atau punya temen yang punya karya tapi masih bingung mau di posting ke mana, kirim aja ke email kita beserta biodata penulis. Karya harus benar benar original! Ini bukan tipu tipu dan tidak akan dipungut biaya.
Mungkin saat ini blog ini belum masuk promosi, tapi doakan saja apabila ada karya yang masuk gue akan merelakan beberapa lembar uang untum promosi blog ini.
Berhubung gue bingung mau gimana lagi, mendingan udahan sampai di sini. Jangan lupa untuk meninggalkan jejak, agar gue tahu apakah ada orang sesungguhnya yang mampir ke blog gue atau nggak. Bantu juga buat repost kalau menurut kalian blog ini perlu diketahui oleh teman, saudara, gebetan, mantan, pacar kalian.
Komentar
Posting Komentar