Langsung ke konten utama

Menikah?

Terlalu pagi sebenarnya untuk ngebahas soal pernikahan. Tapi tiba tiba saja gue ingin mengangkat topik ini untuk update kali ini.

Benar benar baru saja, gue dimintain doa restu sama saudara gue. Hari ini dia mau melangsungkan ijab qobul. Mari kita doakan semoga acaranya lancar dan segera menyusul resepsinya.

Menikah, hal yang membosankan apabila diusia 20-an ke atas setiap ketemu saudara atau temen selalu diberi pertanyaan seputar itu. "Kapan nikah?", "Kapan nyusul?", "Kapan mulai dipinang?" Dan sebagainya.

Mungkin bagi mereka yang memang sudah siap dan sudah ada calonnya hal itu akan terasa gampang. Lu tinggal pilih WO, pilih baju, menu resepsi, gedung dan segala lampirannya. Ijab-resepsi-foto foto selesai. Bahagia dah lu.

Tapi hal itu bakalan jadi sulit buat kita yang sampai diusia tersebut masih "sendiri". Itu pertama dan problem utama, karena percuma juga lu punya modal tapi kagak ada pasangan.

Berlaku juga sebaliknya sih, percuma juga lu punya pasangan tapi modalnya belum siap. Pada dasarnya keduanya juga bisa dicari asalkan bisa sabar. Terutama soal pasangan, karena nyari pasangan nggak segampang nyari modal, modal bisa dicicil sedikit demi sedikit tapi kalau pasangan mana bisa dicari dengan nyicil. Mungkin dengan cara lebih berhati hati itu baru bener.

Dalam hubungan mengenal itu juga nggak perlu lama, kalau jodoh baru kenal 2-3 minggu kadang juga udah siap diajak nikah. Kadang yang terlalu lama mencoba mengenal aja malah nggak jadi nikah.

Dan nggak tahu kenapa makin kesini makin nggak ngena temanya. Hahaha

Okelah, ini sebagai selingan, anggep aja bukan admin biasanya yang update postingan jadi rada garing (walaupun yang biasanya juga garing).

See you next post!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...