Langsung ke konten utama

Pagi buta : Apadaya Tangan tak Sampai

Setelah melewati proses masuk blog yang lama kali melalui laptop, akhirnya gue memutuskan untuk buka lewat HP.

Sudah berapa minggu tidak Up?! Tak terhitunglah pastinya, sebuah kelemahan sekaligus kebiasaan yang perlu dihilangkan tapi apadaya tangan tak sampai.

Ketika gue nulis postingan ini kurang lebih pukul 02.54 pagi waktu indonesia bagian bahagia. Karena mengingat besok hari Minggu makanya gue berani bangun pagi buta buat memanfaatkan kuota malam milik orang untuk meraup beberapa film atau video idol lainnya.

Saat itu pula akhirnya gue kepikiran untuk sekalian update sembari menunggu selesainya proses download film kali ini.

Langsung saja, dasar gue update kali ini membahas tentang Gigs Fourtwnty di Jogja besok Desember. Ini semacam kabar menyenangkan sekaligus menyedihkan pada akhirnya, karena apa?! Karena apadaya tangan tak sampai.

Mungkin udah nggak terhitung lagi sih Fourtwnty ini ada Gigs di Jogja dan untuk kesekian kalinya gue nggak bisa nonton karena restu orang tua jelas nggak dapet. Belum lagi jarak tempuh tempat Gigs dari rumah juga lumayan jauh. Dan yang jelas nggak ada temen ke sana yang dari daerah deket rumah gue.

Padahal ini event free entry dengan mengisi formulir registrasi dan membawa kartu identitas. Sungguh moment yang pas sebenernya tapi kembali lagi, apadaya tangan tak sampai.
Ibarat lagunya nih, gue harus, "belajar melepaskan (kembali) dirinya (Gigs). Walau setengahku bersamanya," -Hitam Putih-

Tapi bagi kalian (khususnya warga Jogja) yang pengen dateng bisa langsung cek Instagram @allyoucanart dan di sana bakalan ada postingan tentang Jogja Migunani 2 yang akan dilaksanakan di Mandala Krida 11 Desember 2018. Sepahaman gue, bagi kalian yang mau ikut daftar/mengisi formulir di link website (bit.ly/jogjamigunani2) dan di sana nanti (mungkin) dicek kartu identitasnya (bisa KTP/SIM).

Semoga saja semuanya lacar nggak ada rusuh yang mengakibatkan korban berjatuhan. Semoga (entah tahun kapan) Fourtwnty ada Gigs di Alun alun Wates jadi gue bisa lihat secara live penampilan mereka.
Akhir kata, sekian dan terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...