Hujan, tidak seperti biasanya yang memilih turun sore hari. Harinini sejak pagi buta hujan sudah mengguyur syahdu, menyebarkan tiap tetesnya hingga meresap ke tanah, mengalir di selokan hingga ke sawah, ke sungai sampai lautan entah bagian mana. Sayang sekali, hujan tidak bisa menjadi alasan untuk tidak pergi ke kampus. Sebenarnya tidak ada masalah juga di kampus, tapi perjalanan menuju kampus itu yang menyebalkan. Berjalan kaki, melewati genangan yang sewaktu waktu bisa menjadi jebakan, terutama ketika genangan itu mulai beradu dengan roda roda besi berjalan yang tidak mau bertanggung jawab. Bisa bisa payungku tidak lagi kupakai untuk menutupi kepala tetapi menutupi bagian samping tubuhku. Tapi di sisi lain, situasi seperti ini membuatku kembali berhayal tentang laki laki itu. Kita memang tidak satu kelas tapi siapa tahu Tuhan memberikan cerita hari ini dengan mempertemukanku dengan dia di area parkir kampus. Dengan itu aku bisa berbasa basi menawarinya tumpangan payung hingga ke ke...