Langsung ke konten utama

Kusut [Terinspirasi dari lagu Fourtwnty-Kusut]

Aku berteduh. Mendung yang sejak pagi tadi berkumpul baru menumpahkan isinya sore ini, ketika aku pulang kerja. Angin mulai bertiup semilir bersamaan dengan hujan, memaksaku untuk mengingat kejadian 1 tahun yang lalu. Dimana masih ada "kita" diantara aku dan dia.

Tempatnya masih sama, sebuah halaman yang memang sengaja dibangun untuk tempat berteduh. Masih lengkap pula dengan warung angkringan yang siap memanjakan orang orang yang berteduh ketika hujan seperti ini dengan teh atau kopi panas serta gorengan yang baru saja diangkat dari penggorengan. Ada pula nasi kucing yang mampu mengganjal perut kita dengan sambal teri yang memiliki cita rasa khas.

Aku tersenyum tipis kala mengingat hal itu. Sampai akhirnya ingatan tentang dia mulai masuk mengambil bagiannya. Dia yang rela datang menemani aku menunggu hujan karena aku larang untuk mengantarkan sampai rumah. Waktu itu kami hanya diam, sibuk memandangi hujan dan sibuk dengan pikiran masing masing. Waktu itu hanya ada kami berdua, beberapa orang yang berteduh memilih duduk di angkringan untuk makan. Hingga akhirnya saat dimana dia menyatakan perasaannya kepadaku.

Iya, semua itu dulu. Dulu, aku pernah berada di tempat ini, waktu itu aku merasa menjadi orang paling bahagia setelah mendapat pernyataan cinta dari seseorang yang aku harapkan. Tapi tidak untuk sekarang, saat ini, aku yang duduk memandangi hujan dan sibuk dengan bayangan masa lalu itu, yang membuatku semakin kusut dan kalut. Merasa menjadi orang paling menyedihkan, walaupun tidak seharusnya aku berpikiran demikian.

Hujan perlahan mereda, walaupun mendung masih menggumpal hitam, menggantung di langit. Aku beranjak untuk melanjutkan perjalanan pulang. Mungkin itu lebih baik sebelum akhirnya aku semakin terpuruk karena kenangan kenangan itu terus berdatangan menyerang batinku.

Mungkin ini juga bantuan dari Tuhan untuk menghentikan sejenak guyuran hujan. Agar aku segera pergi dari tempat itu dan mulai menata kembali perasaan serta pikiranku.

Aku pulang, ke tempat yang selamanya menjadi tempat paling aman, nyaman, dan tentu saja tidak akan meninggalkanku sendirian seperti ini.

-----_-----

Setelah sekian lama tidak update, akhirnya lahir juga sepenggal kisah ini. Sebenernya ini udah cukup lama gue tulis, tapi rasanya masih terlalu dini untuk gue post saat ini, kayak masih kurang.

Kusut, mungkin memang nggak sepenuhnya menggambarkan tentang lagu milik Fourtwnty sih, tapi gue hanya mengambil judulnya dan mencoba menggambarkan tentang kusut ini dengan bantuan lirik milik Fourtwnty.

Gue sangat merekomendasikan lagu ini untuk didengerin bagi kalian yang mungkin suka dengan lagu lagu mellow dan sejenisnya. Apalagi pas hujan hujan, mungkin baru neduh juga kayak si "aku" dalam tokoh cerita tadi.

Terima kasih, semoga segera menyusul sepenggal cerita lainnya. Dan mungkin di postingan yang akan datang gue bakal ngomongin soal Apa sih 'sepenggal kisah' itu?

See ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...