Aku berteduh. Mendung yang sejak pagi tadi berkumpul baru menumpahkan isinya sore ini, ketika aku pulang kerja. Angin mulai bertiup semilir bersamaan dengan hujan, memaksaku untuk mengingat kejadian 1 tahun yang lalu. Dimana masih ada "kita" diantara aku dan dia.
Tempatnya masih sama, sebuah halaman yang memang sengaja dibangun untuk tempat berteduh. Masih lengkap pula dengan warung angkringan yang siap memanjakan orang orang yang berteduh ketika hujan seperti ini dengan teh atau kopi panas serta gorengan yang baru saja diangkat dari penggorengan. Ada pula nasi kucing yang mampu mengganjal perut kita dengan sambal teri yang memiliki cita rasa khas.
Aku tersenyum tipis kala mengingat hal itu. Sampai akhirnya ingatan tentang dia mulai masuk mengambil bagiannya. Dia yang rela datang menemani aku menunggu hujan karena aku larang untuk mengantarkan sampai rumah. Waktu itu kami hanya diam, sibuk memandangi hujan dan sibuk dengan pikiran masing masing. Waktu itu hanya ada kami berdua, beberapa orang yang berteduh memilih duduk di angkringan untuk makan. Hingga akhirnya saat dimana dia menyatakan perasaannya kepadaku.
Iya, semua itu dulu. Dulu, aku pernah berada di tempat ini, waktu itu aku merasa menjadi orang paling bahagia setelah mendapat pernyataan cinta dari seseorang yang aku harapkan. Tapi tidak untuk sekarang, saat ini, aku yang duduk memandangi hujan dan sibuk dengan bayangan masa lalu itu, yang membuatku semakin kusut dan kalut. Merasa menjadi orang paling menyedihkan, walaupun tidak seharusnya aku berpikiran demikian.
Hujan perlahan mereda, walaupun mendung masih menggumpal hitam, menggantung di langit. Aku beranjak untuk melanjutkan perjalanan pulang. Mungkin itu lebih baik sebelum akhirnya aku semakin terpuruk karena kenangan kenangan itu terus berdatangan menyerang batinku.
Mungkin ini juga bantuan dari Tuhan untuk menghentikan sejenak guyuran hujan. Agar aku segera pergi dari tempat itu dan mulai menata kembali perasaan serta pikiranku.
Aku pulang, ke tempat yang selamanya menjadi tempat paling aman, nyaman, dan tentu saja tidak akan meninggalkanku sendirian seperti ini.
-----_-----
Setelah sekian lama tidak update, akhirnya lahir juga sepenggal kisah ini. Sebenernya ini udah cukup lama gue tulis, tapi rasanya masih terlalu dini untuk gue post saat ini, kayak masih kurang.
Kusut, mungkin memang nggak sepenuhnya menggambarkan tentang lagu milik Fourtwnty sih, tapi gue hanya mengambil judulnya dan mencoba menggambarkan tentang kusut ini dengan bantuan lirik milik Fourtwnty.
Gue sangat merekomendasikan lagu ini untuk didengerin bagi kalian yang mungkin suka dengan lagu lagu mellow dan sejenisnya. Apalagi pas hujan hujan, mungkin baru neduh juga kayak si "aku" dalam tokoh cerita tadi.
Terima kasih, semoga segera menyusul sepenggal cerita lainnya. Dan mungkin di postingan yang akan datang gue bakal ngomongin soal Apa sih 'sepenggal kisah' itu?
See ya!
Komentar
Posting Komentar