Langsung ke konten utama

Edisi telat posting

Akhir tahun, selamat libur panjang bagi kalian yang merayakan.
Akhir tahun 2018, ibarat buku, 4 lembar terakhir, waktu dimana kita mulai merancang desain buku selanjutnya dengan akhiran 2019.

Akhir tahun 2018, kebanyakan menutup dengan liburan suka cita. Menjadi minggu minggu tenang untuk para mahasiswa dibeberapa kampus. Menjadi keuntungan besar bagi pengusaha jasa fotocopy dan jilid dengan banyaknya laporan akhir tahun.

Akhir tahun 2018, sebuah akhir yang terasa sama saja menurutku. Dengan bergantinya tahun menjadi 2019 kita tetap tinggal di bumi, di dalam rumah masing masing, pagi juga masih sama, matahari dari timur dan tenggelam ke barat. Lautan tetap berisi air asin. Malam pergantiannya pun sama seperti malam malam biasanya, gelap, tergantung cuaca, hanya berbeda soal keramaiannya dan hiruk pikuk di tempat tempat semacam alun alun, atau lapangan.

Akhir 2018, akhir dimana manusia ini (baca:aku) menjadi seorang anak anak. Kepala 2 dengan kucir 1 ini sudah sewajarnya dewasa, merancang masa depan, menata hati untuk lebih taqwa, tetap beriman dan semakin mendekat kepada Yang Kuasa.

Akhir 2018, manusia ini akan berhenti memikirkan lelaki yang sudah beberapa tahun ini sengaja ia kurung dalam ruangan yang disebut bilik hati. Manusia ini akan mengosongkan bilik tersebut dan mengisinya kembali dengan hal hal yang lebih akurat untuk mempertemukan ia dengan lelaki terakhirnya.

Akhir 2018, manusia ini akan lebih giat memacu mesin uangnya. Agar apa yang ia inginkan segera tercapai, agar orang terdekatnya bahagia, agar ia mendapatkan apa yang sudah ia citakan.

Dan sekarang sudah hari ke 6 diawal tahun 2019 semoga semuanya akan menjadi lebih baik. Semoga apa yang kita cita-citakan di tahun sebelumnya akan tercapai. Semoga apa yang gue harapkan juga tercapai ditahun ini, untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan belajar mencintai apa yang sudah gue kerjakan.

Terimakasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...