Krisisnya nilai nilai dalam pelajaran PKn
Gue rasa pada zaman sekarang ini kebanyakan anak anak pasti bersekolah walaupun mungkin sebagian hanya menamatkan di tingkat Sekolah Dasar dan sebagian lainnya mungkin sampai Sekolah Menengah Atas dan sebagian yang beruntung bisa selesai hingga perguruan tinggi bahkan mungkin bergelar profesor. Dan gue rasa disemua bangku sekolah tersebut kita diajarakan tentang adab, sopan santun dan semacamnya. Terutama di mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), pastinya kita tidak asing lagi mendengar norma, pasal, lembaga lembaga pemerintahan dan lain sebagainya. Yang menjadi sorot gue kali ini adalah pelajaran PKn yang membahas tentang norma, terutama bagian norma kesopanan / sopan santun.
Entah efek samping apa, tapi gue merasa semakin ke sini kebanyakan manusia mulai kehilangan akan tata krama. Entah pula ini gue yang sensi atau memang seperti itu. Kebetulan gue bekerja di toko pelayanan jasa, jadi setiap harinya gue menemui orang orang dengan bermacam macam karakter, berbagai usia dengan jenis kelamin yang berbeda beda pula. Kadang gue menemui anak perempuan usia SMA yang ramah, anak perempuan usia SMP yang kadang kadang suka malu malu mau bilang, terlalu pasrah nunggu antrian, anak laki laki usia SMA yang nggak sabaran, yang nyelonong gitu aja tanpa lihat antrian. Kadang ibu ibu yang banyak maunya, ibu ibu galak, ibu ibu yang terlalu cuek tapi juga banyak ibu ibu yang ramah, baik hati, sabar dan tidak sombong (cari aman).
Dari semua macam orang yang gue temui itu dengan berbagai macam sifat, karakter, ada beberapa yang kadang suka mengabaikan kalimat, "iya sama sama," ketika diberi ucapan terima kasih. Mungkin hal sepele sekali, atau bahkan kalian yang baru baca sampai paragraf ini udah bicara dalam hati, "biasa aja kayaknya," tapi nggak menurut gue. Hal seperti itu gue nilai kurang sopan, karena apa? Karena apa yang sudah lo lakuin itu membuat kami (para petugas) menjadi merasa/berpikir, "apa pelayanan kita kurang bagus?" Atau "apa ada yang salah sama apa yang kita lakukan,". Nggak ada susahnya kan untuk bilang, "sama sama" walaupun dalam keadaan terburu buru, atau juga bisa persingkat, "iya" itu udah cukuo menurut gue. Kesannya lo terlalu sombong ketika tidak membalas ucapan terima kasih semacam itu.
Belum lagi ketika gue jajan sewaktu istirahat. Kebetulan warung tempat gue makan deket sama bangunan SD, jadi diwaktu yang sama banyak banget siswa SD yang bersliweran kesana kemari, kedepan kebelakang. Kebetulan juga tempat gue duduk itu dekat dengan pintu masuk yang juga dekat dengan tempat pembayaran jadi mau nggak mau gue harus berbagi jalan juga. Waktu itu gue baru makan, duduk santai dan ada segerombolan anak SD yang tiba tiba masuk nyelonong nggak permisi, bahkan pas baliknyapun nggak. Gue mikir apa mereka malu untuk bilang gitu, atau disekolah mereka main doang jadi pelajaran tentang hal sepele ini nggak masuk ke otak mereka. Tapi ya sudahlah, gue cukup memaklumi hal itu karena mereka masih anak anak.
Gimana kalau pelakunya orang dewasa? Jarang gue menemui hal itu, kebanyakan orang dewasa justru melakukan hal hal yang gue katakan sebelumnya.
Dan dalam hal seperti ini mungkin kita tidak perlu mencari siapa yang salah. Untuk anak anak tadi misalnya, mereka mungkin memang belum begitu paham, kurangnya pembiasaan diusia usia emas (usia pendidikan dalam keluarga).
Mungkin peluang untuk mengingatkan secara langsung pun kecil, karena pertama kita tidak kenal, kedua gimana caranya agar ucapan kita didengar baik dan tidak berkesan menghakimi atau memarahi.
Sekali lagi ini hanya ungkapan keresahan, kenapa hal hal semacam itu bisa hilang dalam diri manusia terutama di Indonesia, khususnya manusia di sekitar gue. Bukan bermaksud menyudutkan atau menyalahkan bahkan menjelek jelekan pihak lain. Ini juga sebagai nasehat untuk diri gue sendiri sebenarnya, karena kadang ketika gue lewat di depan rumah orang yang kebetulan ada orangnya gue nunggu mereka lihata ke gue baru gue sapa tapi kalau nggak gue diem aja.
Terima kasih atas kunjungannya dan semoga bermanfaat dan bisa mengingatkan satu sama lain.
Komentar
Posting Komentar