Langsung ke konten utama

Review Koala Kumal Pt. 3 - Aku Ketemu Orang Lain


Review yang ketiga dari Novel Koala Kumal, Aku Ketemu Orang Lain.

Bab ini menceritakan tentang kisah percintaan Raditya Dika ketika harus menjalani hubungan Long Distance Relationship atau hubungan jarak jauh.

Menurut Hampton (2004) hubungan jarak jauh atau sering disebut dengan long distance relationship adalah dimana pasangan dipisahkan oleh jarak fisik yang tidak memungkinkan adanya kedekatan fisik untuk periode waktu tertentu. 
Jadi kita hanya bisa menjalin komunikasi melalui dunia maya seperti berkirim email, video call, chatting dan semacamnya.

Saat itu Raditya Dika harus pergi ke Adelaide, Australia untuk melanjutkan studinya di perguruan tinggi dan mau tidak mau ia harus menjalani hubungan LDR dengan pacarnya. Awalnya ada keraguan dari ceweknya begitu juga dengan yang dirasakan Raditya Dika. Namun perbincangannya dengan Zafran di pesawat menuju Adelaide membuatnya sadar bahwa yang terpenting dalam hubungan LDR adalah kepercayaan. Ia harus membuat ceweknya percaya kalau hubungan mereka akan baik-baik saja. Dan hubungan mereka bisa bertahan selama dua tahun. Sampai akhirnya pada suatu malam, dalam sambungan telepon keduanya membicarakan tentang ada yang berubah dengan gaya berpacaran mereka, komunikasi yang sudah tidak seintensif dulu, kebiasaan-kebiasan yang sudah hilang karena kesibukan masing-masing, belum lagi perbedaan waktu yang cukup lama. Obrolan tersebut berakhir ketika ceweknya bilang kalau dia ketemu sama orang lain. Hal yang pernah keduanya bicarakan sebelumnya. Memang itulah yang ditakutkan oleh pasangan yang sedang menjalani hubungan jarak jauh dan kuncinya adalah kepercayaan agar hubungan itu bisa bertahan sampai mereka bisa dipertemukan lagi.

Gue ada temen yang pernah pacaran LDR gini tapi nggak sampai beda negara, Cuma beda pulau. Salah satu dari mereka memang sempat ragu kalau hubungan mereka bisa melewati tantangan LDR. Dan ketika mereka mencoba untuk mempertahankan itu, hubungan mereka tetap harus berakhir. Gue lupa detailnya, entah si cewek atau si cowok yang nggak tahan lagi dengan LDR. Mereka berkali-kali bertengkar sampai gue sendiri juga bingung gimana nengahinnya.

Kalau gue, jangan tanya pernah atau belum. Karena gue belum pernah pacaran apalagi menjalin hubungan jarak jauh. Mungkin kalau dari segi gue adalah bertemu orang lain disaat gue memang harus move on dari mantan (gebetan). Mau nggak mau gue harus bertemu dengan orang lain, orang yang bisa membuat gue benar-benar lupa dengan dia. Karena hanya dengan itu gue merasa benar-benar move on. Walaupun mungkin diluaran sana ada juga yang udah ketemu orang lain dan merasa nyaman tapi tetap saja bayangan mantan masih tertanam di pikiran.

Lalu, bagaimana tentang hubungan yang mencoba di ulangi lagi karena menyesal telah gegabah memutuskan hubungan tersebut? Baca postingan gue selanjutnya besok, masih dari novel Koala Kumal karya Raditya Dika.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...