Kekal, sebuah novel
dengan takjub untuk semesta yang semestinya lestari. Karya kelima dari Aldi M.
Perdana yang diterbitkan di tahun 2018. Sebuah novel yang berlatarkan tentang
alam yang akhirnya mengenalkan kita akan arti pengorbanan, arti sebuah
keluarga, sebuah pertemanan, dan tak lupa sedikit tentang percintaan.
Alit, Pepe, Tama,
dan Kamil, empat tokoh yang menjadi anggota dalam gerakan Save Ciharus di
Bandung yang digagas oleh Pepe, menjadi awal cerita dalam novel ini. Mereka melakukan
sosialisasi kepada masyarakat, orang yang saat itu berada di hutan Ciharus tentang
pentingnya menjaga kondisi kawasan cagar alam Ciharus agar terjaga
ke-alami-annya dan tidak mengganggu semua jenis makhluk hidup di hutan Ciharus
tersebut. Namun tidak semua orang menerima ajakan baik dari Alit dan
kawan-kawannya untuk mengurangi kegiatan yang bisa merusak hutan cagar alam
Ciharus tersebut. Bahkan salah satu dari keempat anggota Save Ciharus harus
meregang nyawa, menjadi incaran para mafia, dan komunitas tersebut mau tidak
mau membubarkan diri agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan.
Alit yang bergabung
dengan gerakan Save Ciharus karena permintaan dari mendiang ayahnya berusaha
mencari solusi agar permasalahan ini selesai dan hutan Ciharus tetap menjadi
cagar alam yang terjaga kondisi alaminya. Berbekal buku-buku peninggalan
kakeknya yang menjadi seorang konservasionis serta buku catatan yang masih
tersimpan, serta dukungan dari Pepe ia mencoba mencari bantuan hingga ke pulau
Sumatera untuk menemui beberapa rekan kakeknya yang sempat bergabung di
organisasi IUNC (International Union for Conservation of Nature and Natural). Menurut
Alit dan Pepe dengan adanya suara dari salah satu anggota IUNC sangat membantu
mengusir mafia-mafia tersebut dan menegakkan kembali isi dari UUD No. 5 tahun
1990. Kepergiannya ke pulau Sumatera juga menjadi awal keretakan hubungannya
dengan kekasihnya yang bernama Renata dan menjadi kekalutan tersendiri ketika
Alit harus mengetahui hal yang tidak pernah ia pikirkan tentang sosok Renata
yang menjadi candunya.
Namun ide tersebut
tidak semulus bayangan Alit dan Pepe ketika menyusun rencana di Bandung. Selain
perihal salah satu dari rekan kakeknya sudah lama meninggal, satu orang yang
berhasil ia temui dalam keadaan baik-baik saja juga harus pergi lebih dulu
sebelum menepati janji yang sempat beliau ucapkan kepada Alit untuk membantu menyelesaikan
permasalah Ciharus, dan satu orang lainnya yang ternyata juga menjadi korban
dari kecurangan para mafia-mafia gila uang yang menghalalkan segala cara agar
uang tetap mengalir ke dalam kantongnya. Saat itulah Alit merasa putus asa dan
berpikir untuk menyerah, namun ia juga menyadari bahwa permasalahan Ciharus
juga dialami oleh hutan-hutan di pulau lainnya. Ketiga kota yang Alit datangi
kurang lebih memiliki permasalahan yang sama tentang hutan yang harusnya dilindung
tapi justru dimanfaatkan bahkan dirusak oleh manusia-manusia yang tidak
bertanggung jawab. Dari situlah Alit mulai bangkit, mulai mempelajari
permasalahan di bumi Sumatera hingga melakukan beberapa penelitian dan kembali
menyusun rencana untuk menyelesaikan permasalah Ciharus agar usaha Pepe, Tama,
dan rekan-rekan Save Ciharus serta pengorbanan Kamil tidak sia-sia.
Novel ini sangat
memotivasi, menyadarkan kita akan pentingnya menjaga cagar alam secara khusus, menyadarkan
kita betapa pentingnya menjaga kesehatan lingkungan alam sekitar kita di usia
bumi yang sudah sangat tua ini. Salah satu novel yang elok dalam hal mengemas
pesan moral ke dalam sebuah cerita layaknya novel-novel pada umumnya. Ada
beberapa kosa kata yang mungkin sulit bagi orang awam pahami, tapi dengan
adanya beberapa catatan kaki sangatlah membantu untuk memperjelas maksud dan
pengertiannya.
Pelajaran yang dapat diambil dari novel Kekal ini
bahwa sudah selayaknya manusia untuk merawat hutan, menjaga kelestariannya agar
anak-cucu kita bisa merasakan keasrian hutan-hutan di bumi Indonesia ini
khususnya dan hutan-hutan di luar sana pada umumnya. Sudah selayaknya manusia
melakukan perbaikan dari hal kecil di sekitarnya seperti tidak membuang sampah
sembarangan, menanam pohon agar lingkungan tetap hijau, menularkan perilaku
positif tentang kesadaran akan alam ke orang-orang terdekat hingga menjalar dan
menular, mengurangi luka yang ada di bumi kita tercinta ini, semesta alam yang
seharusnya lestari hingga Tuhan sendiri yang melenyapkannya.
Ini adalah novel tentang alam pertama yang gue baca, karena biasanya gue memilih novel-novel remaja yang kental akan romansa dan baper-baper-nya. Hebatnya dari awal bab dari novel ini gue langsung suka dan mau melanjutkan membaca hingga selesai dalam waktu paling singkat dalam sejarah gue baca novel, yaitu 1 hari.
Bagi kalian yang penasaran bisa cari di Instagram atau search di Google dan bagi para pecinta alam perlu juga kepo-in blog pribadi milik Aldi M. Perdana atau Jalu Kencana di sini karena gue juga udah ngintip sedikit dan langsung tergiur sama tampilan home-nya, dimana keempat buku lainnya berjajar rapi minta dipinang sama halnya si Kekal ini.
Terima kasih atas kesediaannya kali ini, kritik dan saran isi di kolom komentar atau kirim ke email pribadi gue.

Komentar
Posting Komentar