Langsung ke konten utama

Surat Terbuka : Kepada Kamu yang Akan Pergi Cukup Lama

Surat terbuka, untuk kamu yang akan pergi cukup lama

Hai, selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam, pilihlah sesukamu saat membaca tulisan ini. Bacalah tulisan ini kapanpun kamu mau, apabila itu bisa mengobati rasa rindumu dengan nuansa khas habitatmu.

Aku tidak bermaksud lancang mengatas namakan manusia yang kenal dekat denganmu tapi tidak mengetahui kepergianmu. Aku juga tidak bermaksud sok baik menuturkan deretan kalimat seperti ini, bahkan tidak pula sedang mencari muka dihadapanmu, karena mukaku masih di sini, mejadi tempat mata, hidung, dan mulut untuk terus melihat, bernapas, dan berucap.

Berhati-hatilah ketika berpergian nanti, jagalah sikapmu, tetaplah menjadi dirimu walaupun kau sedang di negeri orang yang tidak banyak mengetahuimu tentang dirimu seperti kami. Jaga juga kesehatanmu saat di sana, memang katanya di sana ada banyak makanan yang enak tapi janganlah makan sembarangan, terkadang rasa enak menurut mereka tidak sama dengan rasa enak menurut kita. Tadi pagi, aku melihat tayangan TV yang juga mengatakan di sana ada pusat perbelanjaan yang murah, tapi ingatlah jangan terlalu boros, belilah apa yang kamu inginkan juga kamu butuhkan.

Maaf, disaat terakhir kita bertemu aku hanya diam, saat kamu berpamitanpun aku juga tidak banyak merespon. Tapi bukan berarti aku tidak peduli, aku juga bertanya-tanya kenapa pergi, kemana perginya, kapan pulangnya, hanya saja waktu itu aku sedang banyak berpikir dan rasanya pertanyaan semacam itu akan terjawab sendiri nantinya tanpa aku tanyakan secara langsung. Maaf aku hanya mengucapkan kalimat "hati-hati", bahkan hanya bersalaman, aturan kita bisa berpelukan untuk membalas rasa rindu yang nantinya akan datang. Percayalah, saat itu aku bingung ingin mengatakan apa. Terlalu banyak hal yang sebenarnya ingin aku katakan tapi sepertinya waktu tidak mengizinkan hal itu terjadi saat ini. Tapi tenang saja, semua itu masih bisa aku atasi dan sudah teratasi sebagian.

Semoga perjalananmu diberikan kelancaran hingga tempat tujuan, semoga semua urusanmu dan teman-temanmu lancar di sana dan bisa pulang tepat pada waktunya. Jangan lupa bawakan aku sebuah potret paling indah dari sana, itu sudah lebih dari sekedar oleh-oleh. Kami yang mengenalmu tentu saja akan selalu mendoakanmu agar kau baik-baik saja di sana, begitu juga kau yang harus mendoakan kami agar baik-baik di sini, mengingat terlalu banyak hal-hal yang tidak mengenakan di bumi kita. Maaf aku tidak bisa memberimu bekal apapun, aku juga tidak bisa mengantarkanmu walaupun itu ke lapangan terbang, aku hanya bisa mendoakanmu di sini dan menuturkan kalimat yang kadang tidak terlalu penting. Jangan sedih ketika berpisah dengan keluargamu, simpan kesedihanmu itu ketika mereka tidak melihatmu, selipkan itu ketika kau sedang menghadap Tuhan-mu.

Terima kasih atas waktumu hari ini, terima kasih atas tumpangannya, terima kasih atas perhatiannya. Semoga hal sepele semacam ini bisa mewakili balasan pamitanmu, bisa mewakili wujud kami ketika kau rindu.

Dari kami, yang tahu dan tidak tahu atau pura-pura tahu tentang dirimu yang akan pergi cukup lama

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...