Langsung ke konten utama

Dunia Berubah : Perkembangan Teknologi

Memang yang namanya perubahan itu tidak bisa kita hindari dan tentu saja kebanyakan perubahan bertujuan agar semuanya menjadi lebih baik, lebih mudah. Tapi tidak menutup kemungkinan semua itu juga akan menimbulkan dampak negatif/buruk karena adanya penyalahgunaan.

Gue lahir tahun 1998, waktu itu gue sudah menemui Radio, TV tabung, kamera dengan rol film, VCD Player. Ketika abang gue usia SMP dia dibeliin HP dan bentuknya itu persegi panjang, tebal, berantena masih hitam putih kalau nggak salah. Dan ketika abang SMA sedangkan gue duduk di sekolah dasar gue mulai mengenal adanya komputer. Dizaman itu gue salah satu siswa yang beruntung karena tidak terlalu ketinggalan perihal ilmu komputer. Walaupun yang gue bisa waktu itu Cuma nyalain dan nge-play musik doang.

Coba bandingkan dengan kondisi saat ini, dimana radio udah jarang dipakai, TV tabung juga udah digeser sama TV LED, kamera-kamera zaman sekarang juga udah nggak pakai rol film lagi melainkan micro SD-card yang tentu bisa muat lebih banyak dan aman isinya selama memory tersebut tersimpan dan terjaga aman. Belum lagi lensa kamera yang sudah semakin canggih di zaman sekarang. HP, bukan lagi, semua fasilitas udah ada dalam satu genggaman tangan itu. Radio, TV, kamera ada semua. Belum lagi dengan tambahan aplikasi-aplikasi pendukung yang menunjang kinerja fitur-fitur dalm HP tersebut. Komputer yang biasanya Cuma bisa digunakan di tempat sekarang udah ada Laptop yang bisa dibawa kemana-mana bahkan ada notebook yang ukurannya lebih kecil dari laptop dan tentunya memiliki berbagai kelengkapan fitur masing-masing.

Terutama perkembangan internet yang awalnya hanya bisa diakses di warnet sekarang bisa diakses di rumah. Orang yang awalnya Cuma bisa kirim surat sekarang bisa SMS atau Chatting bahkan bisa melihat wajahnya dengan video call.

Kurang lebih seperti itu garis besarnya, dan tidak dapat dipungkiri bahwa itu sangat membantu dalam hal komunikasi jarak jauh dengan cepat. Asalkan penggunanya bisa menggunakan dengan baik dan benar, karena beberapa aplikasi dan akses internet yang bebas itu membuat kita bisa bebas mencari apapun di sana. Terutama untuk anak anak di bawah umur, mereka yang sudah bisa menggunakan teknologi seperti itu perlu sekali pengawasan agar tidak terjadi hal-hal yang tentu saja tidak baik untuk anak tersebut. Perlunya pembatasan jam penggunaan HP/gadget agar tidak terkena radiasi dari HP itu sendiri, apalagi untuk anak-anak balita yang memang sudah diajarkan bermain game di HP.

Maka dari itu, sebagai orang yang lebih tua kita harus bisa mengajari bagaimana menggunakan teknologi dengan baik. Mengambil hal-hal positif dari teknologi yang berkembang pesat ini sebagai media belajar misalnya, atau kembali ke tujuan awalnya yaitu sebagai saranan mempermudah dan mempercepat dalam hal komunikasi.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa menjadi pengingat bagi kita bahwa perlunya pengawasan dalam menggunakan teknologi terutama bagi anak-anak. Terimakasih atas kunjungannnya dan sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...