Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Sajak-e

Hari ini, masih sama dengan sebelumnya Pagi bekerja, pulang sore harinya Bercengkrama dengan orang tua kemudian membersihkan diri untuk segera melepas lelah Tak lama dari itu, aku akan membaringkan tubuhku Memakai kaos kaki dan menutupi sebagian tubuhku dengan selimut Menyalakan mp3 dalam ponsel dan menyumpalkan earphone ke telinga Detik itulah, aku kembali mengingatmu Entah menertawakan diriku yang begitu lamanya menyukaimu Padahal sudah jelas 'kita' tidak pernah ada diantara aku dan dirimu Atau justru meratapi betapa teganya kau melakukan hal itu Padahal semua berakhir seperti ini karena ulah pikiran dan asumsiku Kemudian aku akan membuka sosial media, tapi bukan mencarimu Aku menghibur diri dengan membaca warta korea Menyebalkannya, aku akan bertemu dengan kata-kata yang selalu saja pas untukku Postingan tentang kondisi seseorang berdasarkan golong darah itu, yang selalu sama dengan situasiku, menyuuh untuk melupakanmu Entah kebetulan...

Titik Terendah

Pernah waktu itu gue kepikiran buat cerita atau sekedar berkata-kata soal titik terendah, tapi waktu itu gue nggak dapet banget feel-nya, jadi cuma gue tulis beberapa kata terus ilang, berasa kata kata itu nggak ada rasanya dan sekarang saatnya gue akan membagikan Titik Terendah menurut gue. Apa definisi titik terendah? Titik terendah menurut gue adalah sebuah titik dimana kita benar-benar merasa kalah.  Titik di mana kita akhirnya mengeluarkan air mata yang sempat tertahan. Tepatnya gue lupa sih, tapi yang jelas keadaan gue waktu itu masih dalam mode aman, dalam artian gue masih bisa mengatasi problem tersebut tapi ada sekilas pikiran, 'gimana kalau gue kalah, apa gue akan mengalami hal yang sama seperti sebelumnya? Atau bahkan semakin menggila lagi?' dan makin ke sana gue menyimpulkan, 'oke, gue rasa setiap manusia memiliki titik dimana dia benar benar membutuhkan orang lain untuk membangkitkan dirinya sendiri,' yang awalnya gue sebut titik terdalam, cu...

Rindu tidak pada tempatnya

Hal yang gue benci dari diri gue sendiri adalah ketika terlanjur menyukai seseorang bakalan susah lupaya, padahal nggak pernah jadian juga. Selain itu gue juga tipe orang yang mudah terbawa perasaannya, juga masih kekanak-kanakan dalam beberapa hal. Yang paling menyebalkannya adalah gue tahu kekurangan gue tapi nggak bisa segera cari solusinya. Mungkin nggak cuma gue juga sih yang ngerasain hal kayak gitu, beberapa orang yang gue temui juga mengalami hal yang sama. Dimana mereka mengetahui apa yang sedang mereka lakukan itu tidak baik untuk orang disekitarnya (atau contoh lainnya) tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya agar bisa berhenti melakukan hal itu. Contoh nyatanya : Gue yang udah niatan move on tapi tetep kegoda buat Stalking akun mantan gebetan. Padahal 'hal itu' akan mengakibatkan kesedihan yang imbasnya juga ke temen sekitar. Itu juga yang gue sebut dengan Rindu tidak pada tempatnya, rindu kepada seseorang yang tidak seharusnya. Istilah lain juga gu...

Kembali

Dunia berubah, ia mengembalikan gue ke wujud asli gue yang dulu. Malas update. Sekali lagi, maafkan ketidak konsistenan para admin yang bermalas-malasan dan sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Terakhir terhitung tanggal 3 Februari 2019 ngomongin soal perkembangan teknologi dari gue kecil sampai postingan itu di tulis. Gue sendiri jadi bingung ini mau ngomongin apa, haha. Tujuan gue kembali karena kemarin Minggu gue baru aja mendapat semacam seminar tahunan gitu dan pas banget bahas soal bisnis online. Sebenernya lebih banyak ngomongin soal Jual-beli Online gitu tapi si pembawa materi juga nambahin agar, "pemuda sekarang harus mau kerja keras juga kerja cerdas," - "kalau kita punya hobi fotografi, nulis, dan lainnya kembangkan dan manfaatkan perkembangan teknologi saat ini dengan baik." seketika itu juga gue inget kalau udah lama banget gue nggak update di blog ini. Ya, mungkin emang nggak akan ada yang nyariin sih, tapi gue kembali merasa bertang...