Langsung ke konten utama

Kembali

Dunia berubah, ia mengembalikan gue ke wujud asli gue yang dulu. Malas update.

Sekali lagi, maafkan ketidak konsistenan para admin yang bermalas-malasan dan sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Terakhir terhitung tanggal 3 Februari 2019 ngomongin soal perkembangan teknologi dari gue kecil sampai postingan itu di tulis. Gue sendiri jadi bingung ini mau ngomongin apa, haha.

Tujuan gue kembali karena kemarin Minggu gue baru aja mendapat semacam seminar tahunan gitu dan pas banget bahas soal bisnis online. Sebenernya lebih banyak ngomongin soal Jual-beli Online gitu tapi si pembawa materi juga nambahin agar, "pemuda sekarang harus mau kerja keras juga kerja cerdas," - "kalau kita punya hobi fotografi, nulis, dan lainnya kembangkan dan manfaatkan perkembangan teknologi saat ini dengan baik." seketika itu juga gue inget kalau udah lama banget gue nggak update di blog ini.

Ya, mungkin emang nggak akan ada yang nyariin sih, tapi gue kembali merasa bertanggung jawab karena sudah membangunkan kembali blog ini setelah bertahun-tahun tapi ujungnya kembali terbengkalai walau baru beberapa bulan yang lalu. 

Adapun kenapa gue nggak posting apa-apa, pertama gue kembali disibukkan dengan bekerja, terutama akhir-akhir ini gue sering bawa pulang kerjaan. Kadang kalau sampai rumah mau update udah capek duluan terus males, atau kalau nggak kehabisan bahan untuk di update. Berhubung gue juga nggak pernah mengalami kejadian aneh sehari-harinya atau kejadian menarik jadi nggak ada bahan aja kalau mau cerita pribadi.

Selama itu pula gue lagi berusaha untuk membuat cerita lagi. Bahkan pas bulan Ramadhan 1440 H kemarin gue sempet ikut kontes menulis di Line Today, tapi sayangnya nggak lolos.  Rencananya cerita itu bakal gue post di blog ini, sebagai gantinya karena nggak lolos sensor di Line Today.

Gue rasa itu dulu, terima kasih kalau memang diam-diam masih ada yang membuka blog ini. Semoga saja, setelah ini tidak ada yang namanya hilang secara tiba-tiba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...