Langsung ke konten utama

Rindu tidak pada tempatnya


Hal yang gue benci dari diri gue sendiri adalah ketika terlanjur menyukai seseorang bakalan susah lupaya, padahal nggak pernah jadian juga. Selain itu gue juga tipe orang yang mudah terbawa perasaannya, juga masih kekanak-kanakan dalam beberapa hal. Yang paling menyebalkannya adalah gue tahu kekurangan gue tapi nggak bisa segera cari solusinya.

Mungkin nggak cuma gue juga sih yang ngerasain hal kayak gitu, beberapa orang yang gue temui juga mengalami hal yang sama. Dimana mereka mengetahui apa yang sedang mereka lakukan itu tidak baik untuk orang disekitarnya (atau contoh lainnya) tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya agar bisa berhenti melakukan hal itu.

Contoh nyatanya : Gue yang udah niatan move on tapi tetep kegoda buat Stalking akun mantan gebetan. Padahal 'hal itu' akan mengakibatkan kesedihan yang imbasnya juga ke temen sekitar. Itu juga yang gue sebut dengan Rindu tidak pada tempatnya, rindu kepada seseorang yang tidak seharusnya.

Istilah lain juga gue temukan lewat lagu milik Fletch-Hiraeth. Menurut penjelasan dari salah satu artikel, Hiraeth (kata benda) untuk menggambarkan sebuah perasaan rindu terhadap rumah yang enggak bisa kita kunjungi. [Line Today]

Gue mengasumsikan bahwa 'Rumah' dalam pengertian itu bisa berarti lain. Bisa saja orang yang selama ini kita anggap menjadi tempat paling nyaman setelah keluarga yang menjadi tempat tujuan kita 'pulang'. Jadi, Hiraeth juga bisa bermakna perasaan rindu kepada seseorang yang sudah tidak bisa kita miliki lagi. 

Dalam lirik lagu Hiraeth gue menemukan kalimat "...mungkin aku tidak pernah milikinya..." dengan "...yang tidak bisa kita kunjungi" dalam penjelasan makna Hiraeth, yang kalau diturut akan berujung pada satu maksud yaitu kita yang telah kehilangan.

Kalimat itu juga gue temukan dalam sebuah blog dengan judul 'Nostalgia tanpa Memori' ia menceritakan tentang perasaannya ketika mendatangi rumah neneknya yang tidak pernah ia tempati dalam waktu lama dan juga penulis tidak merasa memiliki kenangan dengan rumah tersebut, tapi dari tempat itu ia tertarik untuk mengenang hal hal yang pernah penulis lalui bersama orang yang ada di dalamnya.
"Mungkin nostalgia yang tercipta di rumah itu hadir karna kehangatan yang tercipta dari orang maupun suasana yang ada. Mungkin nostalgia yang tercipta di rumah itu hadir dari tiap cerita-cerita yang dibagikan dalam setiap perjumpaan. Mungkin nostalgia ini muncul setiap kali semua berkumpul secara utuh. Mungkin nostalgia ini merupakan bentuk rindu gw atas rumah."

Entahlah seperti apa sebenarnya Hiraeth, gue rasa setiap orang memiliki pengertiannya masing-masing. Menurut gue seperti itulah kata Hiraeth yang menunjukkan kerinduan terhadap seseorang/sesuatu yang tidak seharusnya kita rindukan. Merindukan mantan gebetan yang lama dan jelas tidak akan menerima kita, itu contoh pahitnya.

Tapi menurut gue itu juga tidak akan menjadi masalah. Selama kerinduan kita itu tidak berdampak buruk kepada orang lain terutama kepada orang yang kita rindukan itu sendiri. Jangan sampai keberadaan kita justru mengganggu dan membuat dia semakin malas berhadapan dengan kita.

-NRM-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...