Langsung ke konten utama

Sajak-e


Hari ini, masih sama dengan sebelumnya
Pagi bekerja, pulang sore harinya
Bercengkrama dengan orang tua kemudian membersihkan diri untuk segera melepas lelah

Tak lama dari itu, aku akan membaringkan tubuhku
Memakai kaos kaki dan menutupi sebagian tubuhku dengan selimut
Menyalakan mp3 dalam ponsel dan menyumpalkan earphone ke telinga

Detik itulah, aku kembali mengingatmu
Entah menertawakan diriku yang begitu lamanya menyukaimu
Padahal sudah jelas 'kita' tidak pernah ada diantara aku dan dirimu
Atau justru meratapi betapa teganya kau melakukan hal itu
Padahal semua berakhir seperti ini karena ulah pikiran dan asumsiku

Kemudian aku akan membuka sosial media, tapi bukan mencarimu
Aku menghibur diri dengan membaca warta korea
Menyebalkannya, aku akan bertemu dengan kata-kata yang selalu saja pas untukku
Postingan tentang kondisi seseorang berdasarkan golong darah itu, yang selalu sama dengan situasiku, menyuuh untuk melupakanmu

Entah kebetulan atau tidak, atau mungkin pengendali akun sedang merasakan hal yang sama denganku
Tapi satu hal yang pasti, aku tetap masih mencintaimu walaupun aku sendiri bosan dengan kebiasaanku ini
Tapi jangan risaukan hal itu, aku yakin ada waktunya untukku benar-benar bisa lupa dan merelakanmu
Hiduplah dengan baik, aku juga akan baik-baik saja tapi bukan semata karenamu
Aku yakin benar, tanpamu aku akan baik-baik saja dan tetap hidup

-NRM-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...