Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

No Idea

Aku hanya menatap layar komputer yang kosong, putih bersih, dan kursor yang berkedip. Lagi-lagi aku kalah dengan diriku sendiri. Ponselku terus berdering menerima pemberitahuan dari semua media sosial, bahkan dari para pembaca ceritaku yang meminta kelanjutannya. Untuk pertama kalinya aku merasakan hal semacam ini, benar-benar rasanya ingin tidur saja dan tidak memikirkan banyak hal yang bisa membuat kepalaku pecah. Aku hanya perlu bicara, ya hanya itu. Itu yang ada dalam pikiranku. Hari itu, cuaca sedang tidak bagus tapi aku memutuskan untuk tetap keluar. Dengan memakai jaket sedikit tebal, memasang earphone dan menggendong tas kecil, dan tidak lupa memasang airplan mode pada ponselku. Aku keluar dari rumah untuk mencari suasana baru. Setidaknya aku bisa melihat apa sebenarnya putih yang kosong, apa sebenarnya biru yang bersih, apa sebenarnya abu-abu yang kalut. Agar aku juga tahu bagaimana membuat kesemuanya menjadi warna yang lebih baik dan kembali tenang tanpa kekhawatiran. ...

Surat Kepada Teman

Tahun ini aku akan berusia 22 tahun. Mungkin pikiranku belum sesuai dengan layaknya orang berusia 20-an tahun. Bahkan sangat jauh. Maaf atas kesalahan itu, karena aku tidak bisa membantumu, tidak bisa mengimbangimu, tidak bisa menjadi seseorang yang kau andalkan. Terima kasih kepada kalian yang sudah berteman denganku selama itu, terima kasih karena telah menerima keberadaanku dengan semua kekuranganku. Terima kasih karena kau tetap bersikap baik ketika aku bersikap kurang ajar terhadapmu. Maaf selama ini telah berpikir bahwa kau bukanlah orang yang aku cari. Maaf karena telah bersikap seperti itu. Maaf karena aku tidak pernah memikirkan bagaimana perasaanmu, bahkan lebih sering menyalahkanmu atas kesalahanku. Maaf karena aku tidak pernah memegang ucapanku sendiri, aku tidak pernah mengatakan hal yang jujur. Aku tahu aku memang bukan teman yang baik untukmu bahkan akulah yang sebenarnya tidak diharapkan. Maaf aku telah banyak melukaimu, bahkan membuatmu menjadi orang yang serba sala...

Sepenggal Cerita : Bandaids

Aku memberikan satu sisi aerphone kepada Minke. Saat itu lagu milik Keshi-Bandaids telah berputar. Friends of flowers, Fragile silence, Stand beside you, Stop your crying I'm afraid, That bandaids, Are no good For heartache Not okay, So tell me, When your world is falling down Kurang lebih seperti itu liriknya. Minke masih terdiam, dia bukan penyuka musik sepertiku tapi dia memiliki selera musik yang sama denganku. "Apa kau menyukai lagu ini?" Tanyaku memecah keheningan sejak kami bertemu 15 menit yang lalu. Minke hanya menoleh ke arahku dan ternyata dia menangis. Sedikit ragu, aku tersenyum dan merangkulnya. "Kita ini sudah kenal sejak 6 tahun yang lalu. Aku memang tidak bisa menjadi seseorang yang baik dan selalu ada setiap kau membutuhkan bantuan. Aku juga tidak pernah memberikan nasehat yang bijak ketika kau bercerita tentang masalahmu, karena aku takut apa yang aku katakan bukan obat yang kau butuhkan." Minke semakin menjadi, dia menundukkan kepa...

Pertemuan

Kebanyakan orang lebih suka bertemu daripada ngobrol lewat chat. Kebanyakan orang lebih suka lihat langsung daripada lewat foto. Tapi juga tidak sedikit orang yang lebih nyaman berbicara lewat chat, sangat-sangat bersyukur melihat lewat foto. Mereka memiliki alasan masing-masing yang tentu saja tidak memiliki nilai benar atau salah. Contohnya gue. Gue bisa leluasa berbicara dengan orang lain lewat chat dan kebanyakan ketika gue mengatakan sesuatu hal dengan jujur juga lewat chat. Kenapa? Gue terlalu takut menghadapi seseorang secara langsung, gue juga tidak bisa mengatakan kalimat dengan baik ketika berbicara langsung dan memenuhi setiap kalimatnya dengan kata "maksudnya". Maka dari itu gue tidak suka pembicaraan serius secara langsung, gue takut kalimat yang gue sampaikan justru malah membuat kesalahpahaman dan menambah masalah. Selain itu, orang yang gue ajak bicara tidak akan melihat ekspresi gue yang sebenarnya. Ini berlaku ketika gue belum mau terbuka kepada orang lai...

Trilogi Kala Hujan

Masih ingat kejadian kala hujan?! Sekarang hujan sudah jarang turun lagi. Jalanan lebih sering kering dan bersih dari genangan air yang menyebalkan. Sama, sama seperti hatiku yang juga kering tanpa melihatnya beberapa bulan ini.  Biasa saja, aku sudah terbiasa seperti ini. Tapi memang kadang ada sedikit rindu yang diikuti pertanyaan pertanyaan seputar dirinya ketika ada waktu kosong yang sering aku sebut night terrors. Sedikit penjelasannya, serangan serangan tak terduga di malam hari, terutama di jam jam kita sudah siap untuk tidur. Dimana kita telah selesai dari minum susu, gosok gigi, cuci kaki, membersihkan tempat tidur kemudian berbaring di atasnya, menarik selimut dan memeluk guling. Mulailah didetik selanjutnya, ketika kita belum bisa tidur night terrors bermunculan. Waktu waktu itulah yang tiba tiba memunculkan pertanyaan tentangnya hingga rasa seperti rindu yang harusnya tidak usah aku rasakan, karena sekali lagi aku dan dia hanya sering beradu pandang bukan ob...

TAHUN 2020

Terhitung sudah 9 bulan gue tidak menulis di blog ini. Hehe...memang ucapan gue tidak pernah bisa dipegang. Tapi sepertinya tidak ada juga yang peduli apakah blog ini masih hidup atau tidak. Itu yang ada dalam pikiran gue saat ini. Yang mengejutkan adalah ketika melihat beberapa postingan gue mendapat jumlah pengunjung yang cukup banyak. Memang tidak menyampai 1.000 atau bahkan 500 orang, hanya saja jumlah yang gue dapat ini tidak pernah gue bayangkan sebelumnya. Terima kasih kepada siapa saja yang membuka, kemudian membacanya baik yang selesai maupun hanya sepotong. Terima kasih juga mungkin bagi kalian yang menganggap blog ini cukup membantu atau menghibur. Tahun 2020, seperti judul postingan kali ini. Selama 9 bulan gue mengalami banyak hal, mengalami kesedihan juga kebahagiaan. Gue pikir semua itu akan berarti ketika dilihat jauh setelah hal itu terjadi. Gue bisa mengambil positif kejadian itu dan menerimanya. Gue bisa menyimpan kenangan itu dan berdamai. Selama itu pula s...