Aku hanya menatap layar komputer yang kosong, putih bersih, dan kursor yang berkedip. Lagi-lagi aku kalah dengan diriku sendiri. Ponselku terus berdering menerima pemberitahuan dari semua media sosial, bahkan dari para pembaca ceritaku yang meminta kelanjutannya. Untuk pertama kalinya aku merasakan hal semacam ini, benar-benar rasanya ingin tidur saja dan tidak memikirkan banyak hal yang bisa membuat kepalaku pecah. Aku hanya perlu bicara, ya hanya itu. Itu yang ada dalam pikiranku.
Hari itu, cuaca sedang tidak bagus tapi aku memutuskan untuk tetap keluar. Dengan memakai jaket sedikit tebal, memasang earphone dan menggendong tas kecil, dan tidak lupa memasang airplan mode pada ponselku. Aku keluar dari rumah untuk mencari suasana baru. Setidaknya aku bisa melihat apa sebenarnya putih yang kosong, apa sebenarnya biru yang bersih, apa sebenarnya abu-abu yang kalut. Agar aku juga tahu bagaimana membuat kesemuanya menjadi warna yang lebih baik dan kembali tenang tanpa kekhawatiran.
Bukankah akan menyenangkan, aku akhirnya bisa bertemu dengan teman lamaku, bercerita mengenang semasa itu. Melihat orang lain yang sibuk dengan urusan masing-masing, orang yang menikmati hari liburnya seperti diriku, melihat para seniman yang memamerkan hasil karyanya, ikut menyanyi dan menari, menikmati sesuatu yang sebenarnya dekat dengan kita tapi tidak pernah kita sadari. Lihat, aku hanya perlu berjalan sekitar puluhan langkah untuk bertemu semua itu, itu sangat dekat daripada tempat kerjaku.
Akhirnya, aku berhenti disebuah cafe untuk beristirahat. Itulah keramaian yang menyenangkan, yang benar-benar ramai tanpa pura-pura. Aku menikmati segelas jus jeruk dan cemilan, juga penampilan salah satu band lokal yang benar-benar membuatku memukau. Aku tahu, dia menyanyikan itu untuk semua pengunjung cafe tapi aku merasa lagu itu untukku, hanya untukku. Kenapa tidak ini saja, sepertinya aku akan segera pulang membawa kelanjutan ceritanya. Terima kasih kepada semuanya, aspal jalanan yang lembab, cuaca yang tidak bagus tapi membuatku nyaman, langit yang warnanya tidak seragam, orang-orang yang berada di sana, bersamaku, di bawah langit yang sama, berdiri di jalanan yang sama, bernapas dengan udara yang sama. Aku akan melakukan hal ini ketika lelah dengan dunia luarku, aku akan kembali, aku berjanji.
Komentar
Posting Komentar