Aku memberikan satu sisi aerphone kepada Minke. Saat itu lagu
milik Keshi-Bandaids telah berputar.
Friends of flowers, Fragile silence, Stand beside you, Stop your crying
I'm afraid, That bandaids, Are no good For heartache
Not okay, So tell me, When your world is falling down
Kurang lebih seperti itu liriknya. Minke masih terdiam, dia bukan penyuka musik sepertiku tapi dia memiliki selera musik yang sama denganku.
"Apa kau menyukai lagu ini?" Tanyaku memecah keheningan sejak kami bertemu 15 menit yang lalu. Minke hanya menoleh ke arahku dan ternyata dia menangis. Sedikit ragu, aku tersenyum dan merangkulnya.
"Kita ini sudah kenal sejak 6 tahun yang lalu. Aku memang tidak bisa menjadi seseorang yang baik dan selalu ada setiap kau membutuhkan bantuan. Aku juga tidak pernah memberikan nasehat yang bijak ketika kau bercerita tentang masalahmu, karena aku takut apa yang aku katakan bukan obat yang kau butuhkan." Minke semakin menjadi, dia menundukkan kepalanya dengan tangan yang memeluk kedua lututnya.
"Aku hanya bisa melakukan seperti ini. Aku pikir kita sama. Setiap kali aku mendengar lagu ini rasanya aku akan lebih tenang."
Aku mengambil jeda sejenak, "Ada yang mengatakan kepadaku, seberat apapun beban yang kita bawa, sedalam apapun kita terjatuh, semua itu bergerak bersama waktu, yang perlahan juga akan mengurangi beban kita-membawa kita kembali ke atas. Semua itu ada waktunya, sama seperti saat ini, malam hari yang gelap, akan berganti pagi hari yang terang. Setelah lorong gelap yang panjang ini, kau akan menemukan ujung yang terang. Percayalah itu.
Minke masih menangis dan aku mulai diam dengan terus menepuk pundaknya pelan.
-------------------------------------------------
24032020
Cerita ini terinspirasi oleh lagu Keshi : Bandaids. Dari awal gue denger lagunya, gue langsung suka dan gue selalu ingin menuliskan cerita yang cocok dengan lagu itu dan akhirnya gue bisa nulis cerita ini.
Friends of flowers, Fragile silence, Stand beside you, Stop your crying
I'm afraid, That bandaids, Are no good For heartache
Not okay, So tell me, When your world is falling down
Kurang lebih seperti itu liriknya. Minke masih terdiam, dia bukan penyuka musik sepertiku tapi dia memiliki selera musik yang sama denganku.
"Apa kau menyukai lagu ini?" Tanyaku memecah keheningan sejak kami bertemu 15 menit yang lalu. Minke hanya menoleh ke arahku dan ternyata dia menangis. Sedikit ragu, aku tersenyum dan merangkulnya.
"Kita ini sudah kenal sejak 6 tahun yang lalu. Aku memang tidak bisa menjadi seseorang yang baik dan selalu ada setiap kau membutuhkan bantuan. Aku juga tidak pernah memberikan nasehat yang bijak ketika kau bercerita tentang masalahmu, karena aku takut apa yang aku katakan bukan obat yang kau butuhkan." Minke semakin menjadi, dia menundukkan kepalanya dengan tangan yang memeluk kedua lututnya.
"Aku hanya bisa melakukan seperti ini. Aku pikir kita sama. Setiap kali aku mendengar lagu ini rasanya aku akan lebih tenang."
Aku mengambil jeda sejenak, "Ada yang mengatakan kepadaku, seberat apapun beban yang kita bawa, sedalam apapun kita terjatuh, semua itu bergerak bersama waktu, yang perlahan juga akan mengurangi beban kita-membawa kita kembali ke atas. Semua itu ada waktunya, sama seperti saat ini, malam hari yang gelap, akan berganti pagi hari yang terang. Setelah lorong gelap yang panjang ini, kau akan menemukan ujung yang terang. Percayalah itu.
Minke masih menangis dan aku mulai diam dengan terus menepuk pundaknya pelan.
-------------------------------------------------
24032020
Cerita ini terinspirasi oleh lagu Keshi : Bandaids. Dari awal gue denger lagunya, gue langsung suka dan gue selalu ingin menuliskan cerita yang cocok dengan lagu itu dan akhirnya gue bisa nulis cerita ini.
PS : Masih banyak lagi lagu milik Keshi yang bagus menurut gue, jadi kalau ada yang suka denger Bandaids gue harap mau ngepoin lagu-lagunya yang lain.
Komentar
Posting Komentar