Akhir-akhir ini banyak banget yang mempertanyakan hal ini kepada gue.
Salah nggak sih, suka sama pasangan orang?
Gue yang juga nggak tahu kebenarannya, ikut tanya ke orang lain.
Pastilah ada yang bilang, "ya nggak papa, namanya juga perasaan, kita nggak bisa ngaturnya."
Ada juga yang bilang, "salahlah, kan udah punya pasangan,"
Terus? 🤔
Setelah gue diskusikan dengan teman-teman gue, hasilnya kurang lebih gini :
Memiliki perasaan kepada seseorang yang sudah memiliki pasangan bisa bernilai benar juga salah.
Bernilai benar : apabila kita cukup menyimpan perasaan tersebut, tidak ada niatan untuk menghancurkan hubungan orang tersebut. Tidak ada niatan untuk terus meneruskan perasaannya. Juga selalu sadar bahwa 'dia' bukan orang tepat untuk kita.
Bernilai salah : apabila kita berniat untuk membuat hubungan mereka bermasalah. Kita berusaha untuk menggoda agar dia berpaling kepada kita.
Terus, kalau kita doa ke Allah biar dia sama kita boleh nggak? 🤭
Maaf nih, bukannya menghukumi ya...apalagi soal agama. Kalau emang niatannya mau nikung lewat doa, ya alangkah baiknya doanya jangan dia putus sama pasangannya. Lebih baik diganti, Ya Allah berikan aku seseorang yang terbaik menurutMu untuk kelancaran urusanku di dunia dan akhirat.
Itu artinya, kalaupun bukan 'dia' (yang punya pasangan) setidaknya perasaan kamu ke 'dia' akan dikurangi dan lama-lama hilang. Tentu saja selanjutnya bakal dipertemukan dengan orang yang tepat.
Tapi, kalau jawabannya 'dia' yaaaa...ya udah, kan takdir Allah.
Kalau misalnya, aku nggak ngungkapin, aku juga nggak niat ganggu, tapi perasaannya aku pertahanin, gimana? 😅
Balik lagi ke diri sendiri. Kalau memang bisa bertahan dengan prinsip itu, nggak ganggu, nggak cari perhatian, ya silakan. Kalau tahan. Karena kebanyakan, orang yang jatuh cinta diam-diam, apalagi kepada orang yang mempunyai pasangan, risiko sakit hati, merasakan kecewa, sedih akan semakin besar dan dirasakan lebih sering, ditambah lagi hanya akan dirasakan sendirian.
Ada sedikit cerita dari temen gue, panggil aja dia Chaca. Dia ini suka sama orang yang udah punya pasangan. Dia tahu sejak awal, dia juga sadar ini bukan sesuatu yang benar, tapi karena mereka masih sering berkomunikasi, itu membuat Chaca makin sulit buat lupa. Sampai akhirnya dia bilang ke gue untuk memilih menikmati aja situasinya saat ini, menikmati perasaannya yang jelas bertepuk sebelah tangan dan tidak ada harapan untuk terbalas.
Selang 1 hari dia dateng ke gue lagi dan bilang, "Ternyata gue nggak bisa. Gue malah makin kangen sama dia"
Jadi, pada dasarnya yang namanya hati itu bisa bolak-balik. Mungkin pas hari ini dia optimis bakalan ngurangin komunikasinya, dia pasti bisa dengan perasaannya tapi tetap menjaga biar nggak berlebihan. Tapi bisa juga dihari selanjutnya dia goyah, nggak bisa kalau kayak gini, ya nuntut pengen tahu dia sebenernya nganggep apa, dan sebagainya.
Terus, baiknya gimana? 😔
Sebisa mungkin kita hilangkan perasaan itu. Buang-buang waktu kalau sampai bertahan suka sama orang yang udah punya pasangan. Udah nggak ada harapan.
Memang susah, tapi setidaknya ada niat ke sana. Pelan-pelan, karena memang perlu proses. Adapun gimana caranya, bisa aja berbeda-beda setiap orangnya. Ada yang memang perlu jarak, ada yang mungkin cukup dengan mengurangi komunikasi atau interaksi dengan orang tersebut. Yang jelas, alangkah baiknya juga dibarengi doa.
Pernah nggak lu ngrasain ini? 😏
Ehemm, bukan lagi. Awalnya emang sama-sama kosong, deket bentar tiba-tiba ilang, ternyata ilangnya baru nyiapin pernikahan sama orang. Hahahha, bawa ketawa ajalah.
Ada waktunya kita bahagia mendapat orang yang tepat dan berakhir dengan indah.
Kalau menurut kalian gimana? Salah apa benar? Kalau memang ada yang mau jawab bisa kirim lewat email atau dm atau kolom komentar.
Terima kasih untuk hari ini.
Komentar
Posting Komentar