Langsung ke konten utama

CHAT : Alasan nulis?

Banyak yang nanya, kenapa sih lu mau ribet ngurusin blog? Mana nggak ada uangnya.

Oke, gue akan menceritakan kenapa gue susah-susah nulis, nyari bahan, begadang.

Pada dasarnya dari SMP gue udah tertarik sama nulis. Berawal dari nulis dairy pake buku SIDU isi 38 terus lama-lama beli buku dairy beneran. Itu latihannya. Seriusnya pas gue kelas 3 SMP, dimana gue mengenal Raditya Dika dengan novel Cinta Brontosaurus-nya. Gue bener-bener termotivasi dengan beliau dan akhirnya mulai nulis cerita pendek.

Saat itu, ketika teman-teman gue tahu, gue nulis cerita pendek, mereka langsung antri pinjem buku gue buat dibaca.
Jangan tanya, gue sendiri juga heran kenapa sampai segitunya.
Yaaa...walaupun nggak semua tapi lumayanlah.
Karena antusias tersebut gue semakin semangat nulis, walaupun akhirnya gue nggak bisa nulis cerita pendek yang lebih baik lagi.

Beralih dari cerita pendek gue bikin puisi, galau-galauan, karena tahun-tahun itu gue makin jelas ditinggalin sama gebetan gue.

Sampai akhirnya sekitar awal masuk SMA kelas 1 gue iseng bikin blog yang isinya curhat-curhatan alay dan lebay gue selama SMA. Tapi itu juga nggak tahan lama, karena gue sibuk belajar.

Ehhh...bentar, ini kenapa jadi nyritain sejarah gue nulis?!
Singkatnya deh. Gue bikin blog dan nulis di sini itu bukan semata-mata karena uang. Gue merasa memiliki banyak hal dalam pikiran gue yang harus dikeluarkan. Karena kelebihan gue hanya dalam bidang nulis, makanya gue salurkan melalui tulisan. Sebenernya bisa aja nulis offline di Ms. Word terus simpan aja di komputer. Tapi rasanya nggak lega aja, karena beberapa hal tertentu, gue pengen orang lain juga tahu.

Sebenernya gue daftarin akun ini ke google adsense. Tapi...karena gue nggak ada niatan untuk ambil untung, gue nggak promoin blognya dengan iklan berbayar, makanya pengunjungnya dikit. Sekalinya banyak itu kebanyakan karena kesasar aja.

Dengan gue bisa menulis seleluasa ini, benar-benar membantu gue menjaga kewarasan gue. Ibaratnya kalau gue lagi marah ke orang gue bisa marah lewat tulisan. Itu udah bener-bener bikin lega.
Dengan nulis gue juga merasa ada temen yang 24/7 bareng gue. Setiap kali gue mau ngoceh pasti siap sedia. Selama ada internet.
Dengan nulis gue merasa segala bentuk emosi dalam diri gue juga tersalurkan dengan baik, nggak terlalu ngrugiin orang lain juga. Karena ada pilihan, kalau suka silakan baca kalau nggak skip aja
Dengan nulis gue juga bisa berkomunikasi dan lebih mengenali gue seperti apa. Itu bener-bener membantu gue menemukan diri gue yang belum kelihatan modelannya kayak gimana.

Nah, itu dia kenapa sampai sekarang gue masih mau ribet ngurusin blog dan punya target posting tiap minggunya. Karena dengan cara itu juga gue belajar untuk tertib, konsisten, tanggung jawab sama omongan sendiri.

Terima kasih atas perhatiannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...