Langsung ke konten utama

CHAT : Soal Chaca

Ngarang aja gue ngasih nama bagian lain dari diri sendiri dengan nama Chaca. Gara-gara ada anak kampus deket tempat gue kerja manggilku dengan sebutan Cha. Padahal dari nama asli gue ada nggak ada bagian Cha. Tapi, terima kasih. Karena itu mempermudah gue ngobrol sama diri gue sendiri.

Pernah dengerkan kalau setiap orang itu memiliki persona atau topeng yang diperlihatkan sesuai situasi dan kondisi. Chaca adalah salah satu nama persona gue.
Dia ini anak kecil, yang egonya naudzubillah gedenya. Dia juga manja, suka cari perhatian orang lain. Dia nggak mau kehilangan perhatian orang lain. Dia nggak suka sendirian tapi kelakuannya bikin orang lain pergi sendiri. Pokoknya dia ini kekanak-kanakan sekali. Tapi, gue akui dia orang yang baik, punya rasa simpati walaupun belum bisa empati. Dia juga punya energi yang banyak, makanya ceria terus, ketawa terus.
Emosinya nggak imbang, kalau seneng langsung ke seneng banget, kalau sedih juga langsung down banget. Kalau terlanjur marah bisa aja diem berjam-jam dan nggak pernah bisa bohong soal apa yang dia rasain.

🤔 Terus lo sendiri gimana orangnya?

Kalau gue, gue Chaca versi 2.0. Kami beda tipis.
Bisa dibilang sehari-sehari yang kelihatan itu Chaca bukan gue. Apalagi kalau gue kerja ketemu sama orang yang nyleneh, Chaca semangat banget ngladeninnya terus bikin heboh satu ruangan karena ketawa. Gue muncul buat nemuin orang yang serius, ngomongin kerjaan yang serius. Gue muncul saat Chaca mulai kehilangan kontrol emosinya. Walaupun susah gue selalu ingetin dia biar nggak marah saat itu juga, biar nggak nangis saat itu juga. Gue muncul kalau Chaca capek buat kasih semangat, buat kasih apresiasi bahwa dia udah berbuat banyak.

Tapi, akhir-akhir ini Chaca ngamuk, hahaha. Gue sendiri juga udah kualahan. Yang jelas kami sama-sama capek.
Udah lama banget dia nggak sampe kelepasan nonjok cor-coran, nangis di jalan, nangis di kamar mandi tempat kerja. Udah lama banget dia nggak nangis diem-diem dalem kamar sampai sesenggukan.
Akhir-akhir ini dia ngelakuin itu. Gue bingung, gue mencoba buat nanya ada apa, bagian mana yang salah, tapi gue juga nggak dapet jawabannya. Gue coba obrolin lagi beberapa saat setelah dia marah dan cuma nemu jawaban dia capek. Dia pusing sama kebiasaannya yang overthinking, yang tingkat PD-nya nggak pernah naik kelas, yang insecure-nya makin lama bukannya ilang malah makin tebel.

Gue diem, gue biarin untuk beberapa hari kedepan, biar dia yang kelihatan. Sepenuhnya. Bahkan pas ngadepin atas sendiri juga pakai muka jujur. CAPEK. Tiap hari gue ajakin dia ngobrol dan terus gue suruh ngeluarin semua uneg-unegnya. Gue kasih tahu dia beberapa hal, kemungkinan yang membuat dia nyaman. Tapi sampai sekarang, mood-nya masih sama. Kalau sama keluarga bisa bercanda, tapi kalau sendirian balik lagi jadi murung. Heran gue sama diri sendiri. Gue capek sama diri sendiri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

OTEM: HERAN

Malam ini gue lagi pengen lari dari dunia karena beberapa hal yang cukup ganggu pikiran gue. Udah coba gue tulis, tapi nggak keluar dengan baik. Alakhir, gue memilih untuk baca kembali tulisan-tulisan gue di blog ini. Ada surat terbuka buat temen gue, curhatan gue, kejujuran gue, semua dipenuhi dengan kalimat yang bikin gue heran sendiri, kok bisa ya gue nulis kalimat-kalimat itu, yang menurut gue nggak buruk-buruk amat. Dibandingkan dengan sekarang yang sama sekali tidak produktif (lagi, entah yang keberapa kalinya). Ada perasaan sedih karena gue kehilangan skill menulis, otak gue kayak udah stuck nggak bisa nulis kata-kata yang puitis atau bijak. Bisanya jujur, yang kalau dibaca lagi jadi jijik. Tapi, gue tetap menghargai diri gue yang sekarang, begitu apa adanya (kosong), yang sudah banyak melewati jalanan berpaku dan masih bertahan hidup dengan baik. Level yang makin naik walaupun mode nyicil setengah-setengah. Otaknya yang mulai logis tanpa matiin perasaan. Makin mandiri beneran s...

BKN: Buka Kran Nulis

Wallaaaa Gue kembali datang dengan projek baru. Dih, kebanyakan projek nggak ada yang jalan semua. Betul. Sebelumnya gue udah bikin OTEM, singkatan dari Obrolan Tengah Malam. Yang isinya obrolan di kepala gue, yang bikin gue susah tidur. Gue juga punya OPINI, yang isinya pendapat gue soal topik tertentu, yang menurut gue menarik untuk gue share. Ada juga CHAT, yang isinya curhatan gue. Masih banyak lagi projek-projek yang gue buat tapi pada akhirnya berhenti. Namanya juga anak labil. Terus, BKN itu apa? Alasan gue ngebangun projek ini, karena gue sempat mengalami stuck dalam menulis. Sebelumnya nulis adalah cara gue untuk mengeluarkan stres, tapi saat itu nulis justru menjadi tekanan, karena gue harus memikirkan alur yang gue tulis nyambung atau nggak, gue memikirkan penyusunan katanya. Sampai akhirnya nggak ada satu kalimat pun yang ketulis. Di projek ini, gue cuma nulis apa yang ada di kepala gue, nggak mikirin ini alurnya nyambung nggak, ini susunan katanya bagus nggak, pemilihan ka...

Sepenggal cerita Lana #8

Aku memandangi punggung kecilnya dari belakang. Kami janjian untuk bertemu di cafe langganan. Sejak kejadian terakhir, kami tidak bertemu lagi, karena keesokan harinya aku mendapatkan surat pemindahan kerja. Yang tidak aku bayangkan adalah, Lana menangis terus-terusan mendengar kabar tersebut, bahkan saat mengatarkan ku ke bandara, matanya masih terlihat bengkak. "Kita bakalan asing ya?" tanyanya. "Nggak tahu, tergantung masing-masing." jawabku. "Lo mau kita asing?" tanyanya lagi. "Nggak." jawabku. "Kabarin gue ya, nggak papa tengah malem. Kalau lo nggak ada bahan, kirim aja tanda titik, nanti gue cariin bahan di Pak Samsul." ucapnya. "Hahaha, emang gue mau ngejahit." ucapku. Hening kemudian. "Vin, kalau suatu hari di sana lo ketemu orang lain, bilang sama gue ya." ucapnya kemudian. "Biar apa?" tanyaku. "Ya biar gue tahu aja terus jalan ke mana." jawabnya. "Kalau lo yang ketemu orang lain, ba...